Aphid Kutu Tanaman Membuat Sendiri Warna-Warni Cerah

Tinuku
(KeSimpulan) Serangga meminjam gen dari jamur dalam membuat pigmen. Aphid (kutu tanaman) mungkin satu-satunya hewan yang bisa mendapatkan gizi warna-warni tanpa harus makan sayuran. Serangga penghisap getah mengelola secara tidak terduga gen leluhur dari jamur yang masuk ke dalam DNA mereka sendiri lebih dari 100 juta tahun yang lalu, kata Nancy Moran dari University of Arizona di Tucson.

Kutu kacang dan daun persik membawa gen yang membuat nutrisi disebut carotenoids. Demikian laporan Nancy dan Tyler Jarvik pada 30 April di Science. "Sepengetahuan saya, ini adalah laporan pertama dari hewan yang dapat melakukan sintesis carotenoids sendiri," kata Takema Fukatsu, biolog evolusi dari National Institute of Advanced Industrial Science and Technology di Tsukuba, Jepang.

Carotenoids (sekelompok molekul berwarna cerah termasuk beta-carotene dan lycopene) merupakan antioksidan yang kuat dan mendorong sistem imun. Pigmen carotenoids dapat menempatkan warna merah dan kuning ke dalam bulu dan jaringan lainnya untuk menarik pasangan. Mereka dapat menangkap cahaya seperti retina manusia. Namun pada intinya, "hanya ada satu cara untuk membuat carotenoids di seluruh alam," kata Moran, dan hewan tampaknya kehilangan toolkit dasar dalam sejarah evolusi.

Banyak mikroorganisme, jamur, dan tanaman masih memiliki kekuatan ini. Carotenoids berada dalam tomat (merah dan kuning), jeruk (warna merah) hingga bunga. Moran dan Jarvik mengidentifikasi berbagai corak aphid, makhluk-makhluk yang secara alami muncul dengan warna merah, hijau atau bahkan mutasi kuning, tergantung pada carotenoids yang menyandikan gen mereka.

Di antara kehidupan kutu daun bahwa warna memiliki konsekuensi yaitu kumbang lebih mungkin untuk memangsa aphid berwarna merah, tapi lebah parasitoid lebih mungkin memangsa aphid berwarna hijau.

Hewan yang mengambil gen jamur juga bisa menjadi yang pertama, kata Julie Dunning Hotopp, mikrobiolog dari Institute for Genome Sciences di University of Maryland School of Medicine, Baltimore. Hotopp telah mengidentifikasi gen puluhan bakteri, termasuk satu set lengkap gen bakteri di dalam kromosom lalat buah. Biologi belum cukup mengetahui dalam membuat perkiraan yang wajar tentang peluang transfer gen dari jamur ke hewan, tapi Hotopp sejauh ini belum memikirkannya.

Ironisnya, temuan ini tidak banyak merubah pandangan dasar para peneliti sejarah evolusi pigmen. Fakta bahwa aphid harus mengambil gen dari jamur untuk membuat carotenoids "sebenarnya memperkuat kebijaksanaan konvensional bahwa hewan tidak dapat memproduksi pigmen seperti itu," kata Geoffrey Hill dari Auburn University di Alabama, yang juga mempelajari pewarnaan pada burung.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment