Bagaimana Jupiter Membuat Corak Garis-Garis

Tinuku
(KeSimpulan) Jupiter dan planet-planet gas lain tertutup dengan garis-garis dari kutub ke kutub. Tetapi para astronom benar-benar tidak yakin bagaimana hal ini bisa muncul. Sekarang tim fisikawan melaporkan bahwa garis Jupiter dihasilkan sebagian oleh tarik-menarik gravitasi yang aneh ke dalam model laboratorium yang sangat sederhana untuk melucuti planet gas.

Jupiter dengan garis-garis yang disebut dengan zonal winds (angin zonal) yaitu broad bands berjalan sejajar dengan ekuator planet di mana pukulan angin terjadi pada kecepatan yang berbeda. Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah bingung atas ketepatan angin ini dan asal muasal pola bergaris yang dihasilkan. "Bahkan setelah 40 tahun, tema ini masih menjadi subyek yang aktif," kata Peter Rhines, oseanografer dari University of Washington, Seattle.

Para peneliti umumnya berpikir bahwa angin zonal timbul dari konveksi yaitu kecenderungan gas panas untuk bangkit dan gas dingin turun, meskipun mereka tidak setuju apakah konveksi yang menghasilkan garis-garis sampai ke inti planet atau mengambil tempat hanya sebatas permukaan.

Tapi kemungkinan konveksi tidak memiliki hubungan dengan hal itu, komentar Tilgner Andreas, geofisikawan dari University of Göttingen, di Jerman, dan rekan-rekannya bersama dengan France’s National Center for Scientific Research (CNRS) di Aix-Marseille University.

Hipotesis tim peneliti adalah sebagai berikut: Jupiter atau planet gas lain pada dasarnya adalah sebuah lingkup putaran fluida berputar pada porosnya. Dan pasang surut menarik ulang, misalnya sebuah bulan yang mengorbit dapat menyebabkan fluida mengalir untuk mengorganisir diri dalam cara tertentu. Secara khusus membentuk cylindrical zones (zona silinder) atau satu "kolom" dengan yang lain, mengalir di sekitar poros silinder pada tingkat yang berbeda. Di mana zona silinder ini memotong permukaan bola, menghasilkan strip menyusur horisontal ke ekuator bola, seperti yang terlihat pada planet gas.

Dua tahun lalu, Tilgner menata matematika dari teori ini. Sekarang, ia dan rekan-rekannya telah menunjukkan kerja eksperimen. Untuk membuat sebuah planet gas palsu, para peneliti menggunakan bola hampa dalam silinder silikon elastis dan mengisinya dengan air yang menyerupai gas seperti membentuk gas raksasa. Mereka menggunakan air dengan serpihan plastik asimetris yang sesuai dengan aliran kemudian memantulkan cahaya laser lebih dalam dengan beberapa arah.

Tim peneliti selanjutnya mengatur putaran silinder dan gelombang pasang surut buatan akibat dari sebuah bulan yang mengorbit, pasang surut sedikit merusak planet sehingga oval dengan salah satu ujung menunjuk ke bulan dan yang lainnya menekan diri sendiri. Untuk mereproduksi efek ini lingkaran silinder diterapkan dengan kecepatan yang berbeda dengan silinder yang berputar pada porosnya.

Dan tim menemukan apa yang diharapkan. Untuk rasio tingkat tertentu di mana silinder berputar dan tingkat di mana roller berkeliling, aliran akan putus ke kolom silinder yang berbeda dan memberikan planet tampil bergaris-garis, seperti para peneliti melaporkan dalam makalah yang akan diterbitkan di Physical Review Letters.

Dalam kasus Jupiter, pasang surut kecil dalam catatan Cyprien Morize dari CNRS, Université Paris-Sud 11, Orsay, bahwa "pasang surut bukan keseluruhan cerita, mereka hanya satu bagian darinya" tetapi bisa memainkan peran yang lebih penting di bulan Jupiter, seperti Io atau Europa.

"Saya pikir ini ide keren dan secara definitif diteliti lebih terinci," kata Adam Showman, planetolog dari University of Arizona, Tucson. Namun untuk menentukan apakah berlaku untuk Jupiter, peneliti harus ekstrapolasi dengan ketepatan kondisi hidrodinamika di sana.

Rhines setuju dengan pemikiran Morize, kemungkin akan lebih bisa diterapkan untuk tubuh seperti bulan-bulan di Jupiter. Rhines memperingatkan, bagaimanapun di dalam eksperimen sederhana seperti ini hampir semua penyebab dapat menghasilkan arus silinder sehingga hasilnya tidak ada aturan tentang penjelasan garis-garis Jupiter.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment