Keajaiban Kehidupan Masa Lalu Mahkluk Aneh Periode Cambrian

Tinuku
(KeSimpulan) Fosil di Maroko menunjukkan bahwa binatang aneh mengawali kegagalan. Beberapa binatang yang tidak biasa hidup di laut 500 juta hingga puluhan juta yang lalu berkembang pesat daripada yang dikenal sebelumnya, demikian sebuah harta karun berupa fosil di Maroko memberikan kisahnya. Fosil makhluk aneh yang terkenal dari era Cambrian (542.000.000 hingga 488.000.000 tahun lalu) tidak mati pada akhir periode tersebut yang selama ini diduga oleh para pemburu fosil karena hingga kini tidak ada bukti sehingga tetap menjadi misteri.

Batch dating lebih dari 1.500 spesimen yang dilaporkan di Nature minggu ini merujuk pada awal periode Ordovician (488.000.000 hingga 471.000.000 tahun yang lalu) yaitu awal dari ekspansi besar dalam keragaman makhluk hidup. Fosil Ordovician lainnya (hanya bagian-bagian keras hewan atau cangkang seperti kerang) saja yang terawetkan menjadi fosil. "Kami kehilangang besar potongan data," kata Derek Briggs dari Yale University di Connecticut. Fosil Maroko dari hewan bertubuh lunak akan mengisi beberapa kesenjangan tersebut.

Tim ini telah mengumpulkan katalog minimal 50 jenis binatang bertubuh lunak, termasuk campuran makhluk yang sebelumnya terlihat hanya di awal atau akhir dari sebuah batu. Pada tingkat spesies mereka semua adalah baru, kata Peter Van Roy, juga dari Yale. Tetapi satu langkah ke atas pohon keluarga yaitu sekitar dua pertiga dari mereka sama seperti yang ditemukan di awal Cambrian.

Fosil-fosil ini ditemukan pada 40 lokasi di Draa Valley, selatan padang pasir Maroko. Penyebaran lokasi temuan memberikan panorama pada periode ini menjadi penting dalam evolusi, kata Graham Young, palaentolog dari Manitoba Museum di Winnipeg, Kanada, yang juga bekerja pada fosil Ordovician. "Ini seperti mendapatkan album dan bukan hanya sebuah snapshot," kata Young.

Kehidupan aneh dari Cambrian pertama kali terkuak di Shale Burgess, sebuah lokasi di Pegunungan Rocky, British Columbia, Kanada. Ini mengungkapkan lebih dari seratus makhluk biasa termasuk Halkieriids (yang tampak seperti siput memakai rantai), Hallucigenia (mirip kelabang berkaki panjang dengan duri landak laut), dan Opabina (memiliki lima mata dan hidung panjang dengan cakar ekor). Fosil mengungkapkan rincian tubuh lebih lunak yang ditemukan dari Cambrian awal dan tengah, terutama di China. Tapi hingga sekarang telah ditemukan beberapa dari periode waktu yang lebih muda.

Fosilisasi bagian tubuh yang lunak membutuhkan kondisi yang langka, misalnya longsor lumpur yang menutup objek dan bakteri pemakan oksigen. Sampai sekarang, satu-satunya fosil Ordovician seperti ini datang dari lokasi yang 'aneh' seperti laguna yang tidak selalu mewakili kehidupan pada saat itu. Akibatnya, tidak seorang peneliti pun tahu berapa lama hewan Cambrian hidup. Harta karun dari Maroko menjadi yang pertama untuk menunjukkan Cambrian bertubuh lunak seperti halkieriids yang hidup di laut terbuka era Ordovicia tersebut. "Menempatkan paku di peti mati adalah eksperimen besar yang tidak berlangsung lama," kata Young.

Fosil Maroko juga mendorong kembali tanda awal kepiting tapal kuda yang bertahan sampai hari ini selama 30 juta tahun. Mengandung tanda-tanda yang pertama kali mencatat cheloniellids (arthropoda punah yang sebelumnya dikenal dari periode Devonian yaitu 416.000.000 hingga 360.000.000 tahun yang lalu). Gurun Maroko penuh dengan fosil dan banyak petani dan pengembala kambing mendapat uang ekstra dari mengumpulkannya. "Anda akan menemukan fosil dari Maroko di setiap toko batu di seluruh dunia," kata Briggs.

Fosil yang baru ini ditemukan oleh seorang kolektor lokal, Mohammed Ben Said Ben Moula yang dikenal oleh Van Roy sewaktu menempuh PhD. Ketika Van Roy melihat fosil hewan tubuh lunak yang pertama ditemukan oleh Ben Moula, "Saya langsung tahu itu adalah sesuatu yang istimewa," kata Van Roy.

Ben Moula, seorang kolektor fosil profesional yang tinggal di sebuah desa kecil sekarang bermitra dengan Van Roy. Meskipun Ben Moula belum berpendidikan formal, "Dia pria yang sangat cerdas dengan mata tajam melihat fosil. Tanpa dia proyek ini tidak akan ada..," kata Van Roy.

Saat ini sudah banyak koleksi fosil diperoleh dan analisis harus dilakukan. "Karya rinci terhadap fosil individu akan menjadi bagian yang benar-benar dinantikan," kata Young. Briggs mengatakan bahwa Maroko memiliki potensi untuk analisis tentang awal Ordovician dan Cambrian. Dalam beberapa tahun ke depan di Maroko mungkin juga akan ditemukan sesuatu yang penting tentang evolusi kehidupan.
  1. Van Roy, P. et al. Nature 465, 215-218 (2010).
  2. Jones, N. Nature. doi:10.1038/news.2010.234 (12 May 2010)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment