Lubang Hitam Galaksi M87 Bermigrasi dan Andromeda Bangun dari Tidur

Tinuku
(KeSimpulan) Lubang hitam galaksi bermigrasi ke tepi dan di galaksi lain aktif setelah lama diam. Dua tim peneliti secara terpisah mengamati lubang hitam galaksi supermasif yang mengungkapkan sifat dan perilaku. Observasi teleskop antariksa NASA mengungkapkan quirks baru tentang lubang hitam supermasif di jantung dua galaksi yang berbeda.

Di dalam galaksi elips supersize M87 berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya, lubang hitam tidak di tengah (pusat) galaksi, tampaknya telah terdorong miring oleh beberapa proses tumbukan. Sementara di galaksi Andromeda, tetangga kita sendiri Bima Sakti yang berjarak hanya 2,5 juta tahun cahaya, tiba-tiba muncul lubang hitam aktif. Dua kelompok mempresentasikan temuan lubang hitam pada hari Selasa di pertemuan tahunan American Astronomical Society yang diadakan pada minggu ini.

Daniel Batcheldor dari Institut Florida of Technology dan rekan-rekannya menggunakan citra resolusi tinggi Kamera teleskop survei angkasa Hubble untuk menentukan lokasi pusat galaksi M87, terlihat bahwa lubang hitam galaksi keluar dari pusat pada sekitar 22 tahun cahaya. Lubang hitam walaupun samar terlihat, namun relatif mudah untuk dideteksi karena material yang terhisap ke dalamnya menampilkan jumlah radiasi yang berlebihan.

"Ini lubang hitam yang tidak berada pada tempatnya," kata Batcheldor yang juga telah melaporkan temuannya untuk dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Sejumlah alasan bisa menjelaskan proses perpindahan, termasuk dorongan jet yang berasal dari daerah lubang hitam. Tapi jet tidak tampak cukup kuat dan mungkin tidak seimbang di semua sisi dalam setiap peristiwa, kemungkinan ada sebuah counterjet yang mendorong ke arah yang berlawanan. Batcheldor mengatakan bahwa mekanisme yang lebih mungkin adalah proses penggabungan dua lubang hitam di masa lalu yang menghasilkan tendangan gravitasi, memicu lubang hitam dan mengemas paket massa sekitar enam miliar matahari.

Uji serupa bisa dilakukan di galaksi lain untuk melihat bagaimana fenomena tersebut berlaku umum. "Ini teknis yang sangat mudah," kata Batcheldor. Masalahnya adalah kanal resolusi tinggi instrumen Hubble yang digunakan timnya untuk melihat M87 tidak lagi fungsional, sehingga harus menggali arsip data untuk melihat apakah lubang hitam lain memiliki nasib yang sama.

Sedangkan galaksi Andromeda, sebuah spiral yang dekat dengan galaksi Bimasakti kita, memiliki intrik lubang hitam tersendiri. Seperti halnya lubang hitam di pusat Bima Sakti, lubang hitam di Andromeda telah lama diam, kata Zhiyuan Li dari Harvard–Smithsonian Center for Astrophysics. Bahkan luminositas x-ray lubang hitam Andromeda (memiliki masifitas 140,000,000 kali matahari) adalah sekitar satu per sepuluh milyar maksimum secara teoretis. Ini menunjukkan bahwa accreting agak lambat, karena pertumbuhan yang cepat biasanya disertai dengan berlimpahnya sinar x dari material yang segera dimakan oleh pusaran di sekitar lubang hitam.

Setidaknya hal ini terjadi ketika Li dan rekan-rekannya mulai mengamati lubang hitam Andromeda dengan menggunakan Chandra X-Ray Observatory pada tahun 1999. Pada bulan Januari 2006, meskipun ada perubahan lubang hitam yang tiba-tiba menunjukkan luminositas x-ray aktif, namun kembali kempis hingga sekitar 100 kali pada level yang khas. Dan suar yang muncul bukanlah secara kebetulan di dasarkan data sejak saat itu, aktivitas lubang hitam telah naik pada sekitar rata-rata luminositas x-ray tujuh kali pra-2006.

"Lubang hitam muncul dan memasuki fase yang relatif aktif," kata Li yang memiliki penjelasan tentatif untuk fenomena tersebut. Injeksi episodik gumpalan plasma pada kecepatan cahaya agak mirip dengan ledakan injeksi matahari yang disebut coronal mass.

Galaksi di Bima Sakti sendiri memiliki lubang hitam supermasif yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan M87 dan Andromeda yaitu hanya empat juta massa matahari, meskipun kadang-kadang juga memanas. Namun Li mengatakan bahwa luminositas ini umumnya kembali ke tingkat preflare tenang, sehingga perubahan yang berlangsung di M87 agak unik. "Ini benar-benar untuk pengetahuan kita, sebuah contoh pertama dari sebuah lubang hitam supermasif yang secara temporal menunjukkan perilaku seperti itu," kata Li.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment