Mikro Fosil Mediterania Tawarkan Harapan Temukan Kehidupan di Mars

Tinuku
(KeSimpulan) Temuan di Bumi menunjukkan kemungkinan tanda-tanda yang sama kehidupan di Planet Merah. Fosil kecil ditemukan di Bumi dalam sampel sulfat, sebuah kelas mineral yang secara umum ada di beberapa bagian Mars, menjadi pertanda yang baik untuk menemukan kehidupan di Planet Merah. Demikian laporan astrobiolog pada 28 April selama briefing bersamaan dengan perhelatan Astrobiology Science Conference 2010 di League City, Texas.

Bill Schopf dari University of California, Los Angeles, dan koleganya menemukan fosil dalam deposito gypsum atau calcium sulfate yang terpendam di Laut Mediterania pada 6 juta tahun yang lalu dan kemudian mennyembul sampai ke Alpen.

Temuan termasuk juga plankton dan organisme bersel tunggal seperti cyanobacteria (di beberapa area mengisi dengan puluhan mikrometer) merupakan kejutan. Schopf dan peneliti lain mengatakan bahwa kristal sulfat yang tumbuh akan menghancurkan dan memusnahkan setiap mikro yang mungkin telah terperangkap di dalam mineral, "tapi ternyata tidak demikian," kata Schopf.

Sulfat berlimpah di dua wilayah besar di Mars (daerah Meridiani Planum yang sekarang dieksplorasi oleh Mars rover Opportunity dan Valles Marineris yaitu sistem ngarai yang sekarang diteliti oleh pesawat misi European Space Agency's Mars Express).

Jack Farmer dari Arizona State University di Tempe, mengatakan karena formula sulfate berhadapan dengan air, kelimpahan mereka di Mars telah menarik peneliti untuk mencari tanda-tanda kehidupan di masa lalu atau sekarang. Temuan baru "memberi kita harapan bahwa di Mars mungkin fosil sulfate memiliki suite serupa dan informasi tentang biologi di dalamnya," kata Farmer. Bisa dibayangkan bahwa robot penjelajah bisa mengumpulkan dan menganalisa sampel sulfat pada permukaan Mars.

Selama briefing, Steve Squyres, anggota tim ilmuwan Mars rover dari Cornell University meluncurkan rencana usulan tiga tahap untuk mengumpulkan sampel Mars dan membawa kembali ke Bumi. Rencana tersebut merupakan bagian dari dekade survei baru astronom, cetak biru yang diusulkan para astronom setiap 10 tahun untuk proyek-proyek NASA.

Pertama, rover akan mengumpulkan sampel. Kemudian beberapa waktu kemudian, pesawat yang lain membajak tanah di sampingnya, mengambil materi dan membawanya ke orbit. Akhirnya, pesawat ketiga menjemput di orbit Mars dan membawa materi sampel kembali ke Bumi.

Squyres mengatakan bahwa membagi pengumpulan dan tugas pengambilan di antara tiga misi menyebar selama beberapa tahun akan mengurangi total biaya yang mungkin akan menjadi misi robot yang paling rumit dan mahal dari semua yang pernah dilakukan oleh NASA. Tag biaya merupakan alasan utama mengapa beberapa sampel lainnya yang diusulkan kembali untuk misi ke Mars belum pernah mendapatkan sampel tanah Mars, kata Squyres.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment