Phobos Bulan Mars Mungkin 30 persen adalah Ruang Kosong

Tinuku
(KeSimpulan) Phobos mungkin massa puing berbatu, bukan asteroid yang tertangkap. Interior Phobos, bulan Mars, kemungkinan sekitar 30 persen adalah ruang kosong demikian pengamatan baru menyarankan. Meskipun masih belum jelas bagaimana objek tersebut terbentuk namun temuan menyatakan bahwa Phobos mungkin bukan merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi si Planet Merah.

Para ilmuwan telah lama berdebat tentang asal-usul Phobos dan temuan-temuan baru mempersempit kemungkinan, kata Tom Andert, geofisikawan planet dari University of the German Armed Forces di Munich. Andert dan rekan-rekannya yang melaporkan hari ini (16 Mei) di Geophysical Research Letters menyatakan bahwa objek Phobos hampir pasti bukan objek tunggal padat.

"Akhirnya kita menjauh dari pandangan bahwa bulan Mars tersebut adalah asteroid yang tertangkap," kata Tom Duxbury, planetolog dari George Mason University di Fairfax, Va., yang tidak terlibat dalam studi baru ini. Phobos, lebih besar dari dua bulan Mars yang lain, berkawah, dan 27 kilometer. Andert dan rekan-rekannya mengumpulkan data pengukuran terbaik tentang massa Phobos "dengan melihat gangguan di orbit Mars Express (pesawat ruang angkasa yang mengorbit di Mars) yang disebabkan oleh tarikan gravitasi bulan.

Berdasarkan pengukuran, para peneliti memperkirakan bahwa Phobos mengandung sekitar 10,7 quadrillion metrik ton material (massa Bumi pada rentang milyaran). Selain itu perkiraan volume bulan yang diperoleh dari pengukuran radar menunjukkan bahwa kepadatan Phobos secara keseluruhan adalah sekitar 1,87 gram per sentimeter kubik, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kepadatan rata-rata 3g/cm3 batu di kerak Mars.

Kepadatan Phobos mirip dengan beberapa asteroid. Namun, Andert mengatakan bahwa tidak ada banyak skenario yang akan memungkinkan Mars menangkap sebuah asteroid dalam lingkaran orbit memotong jalur. Kemungkinan Phobos terbentuk semata-mata dari kerak Mars yang meledak ke angkasa oleh dampak dari luar angkasa dan kemudian komposisi tersusun kembali oleh gravitasi karena beberapa penelitian menyimpulkan karakteristik spektral batuan bulan itu tidak cocok dengan Planet Merah.

Kebenaran asal-usul Phobos mungkin oleh skenario campuran. Phobos merupakan sisa-sisa kerak jahanan Mars ke ruang angkasa, terbentuk dari waktu ke waktu oleh saling tarik gravitasi dan dihantam oleh sebuah asteroid yang ditambahkan material yang cukup untuk mengubah karakteristik spektral bulan.

Duxbury yang lama mempelajari bulan saat di NASA's Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, mengatakan "senang melihat Phobos dan Deimos mendapatkan banyak perhatian pada saat ini." Dalam beberapa tahun mendatang analisis data radar yang dikumpulkan selama flybys baru-baru ini akan membantu para ilmuwan mengetahui apakah Phobos adalah objek batuan padat yang relatif ringan atau peleburan puing padat berpori.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment