Langsung ke konten utama

Teknik Baru Sinar-X Deteksi Jaringan Lunak Fosil Archaeopteryx

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) X-ray fluorescence mengungkap rincian yang mengejutkan yaitu beberapa jaringan lunak tetap melekat pada spesimen berumur 150 juta tahun. Bulu-bulu Archaeopteryx tersimpan pada fosil 150 juta tahun (tidak hanya cetakan dari bulu burung primitif) seperti yang telah lama diduga para paleontolog. Herannya, struktur mempertahankan unsur-unsur kimia dari bulu asli dengan menggunakan teknik X-ray imaging baru.

"Orang-orang telah melihat fitur bulu sejak lama dan mereka mengira hanya berupa jejak, namun sebenarnya ada sisa jaringan lunak di sana," kata Roy Wogelius, geokimiawan dari University of Manchester di Inggris. Wogelius dan rekan-rekannya melaporkan temuan di Proceedings of the National Academy of Sciences. Teknik baru "membuka jendela baru kimia fosil," kata Derek Briggs, paleontolog Yale University.

Secara khusus, gambar baru menunjukkan konsentrasi tinggi fosfor (suatu elemen yang ditemukan dalam jumlah besar di bulu-bulu burung modern tetapi tidak di antara batu fosil Archaeopteryx) di poros dan lajur bulu fosil itu. Kunci temuan baru adalah teknik pencitraan yang baru-baru ini dikembangkan dalam menyinari fosil secara intens dengan sinar-X dan menyebabkan elemen jejak dalam fosil untuk berpendar, kata Wogelius.

Sebelumnya teknik sinar-X menyinari permukaan dengan intensitas rendah yang membutuhkan 24 jam untuk masing-masing permukaan sentimeter persegi. Skema baru menggunakan intensitas tinggi sinar-X yang dihasilkan oleh synchrotron untuk scan objek berulang kali hanya membutuhkan 30 detik untuk wilayah gambar yang sama. Penghematan waktu yang memungkinkan peneliti untuk memindai objek secara besar dalam waktu singkat.

"Ini seperti menggunakan lampu sorot vs lampu obor untuk menerangi gambar," kata Wogelius. Teknik ini dapat mendeteksi unsur-unsur kimia tertentu pada konsentrasi hanya beberapa bagian per sejuta.

Selain temuan fosfor yang mengejutkan pada bulu fosil tua, analisis baru menunjukkan tulang-tulang fosil menyimpan jejak zinc asli. Perbandingan dengan komposisi kimia dari tulang burung modern menunjukkan bahwa sekitar setengah dari zinc tulang asli. Unsur-unsur kimia sebagian besar tetap tidak berubah karena kedua tulang Archaeopteryx dan sedimen pembungkus kaya akan kalsium.

"Ini adalah hasil yang sangat menarik. Tim ini telah menemukan metode yang tidak tersedia pada metode lainnya," kata Briggs. Tidak hanya itu, teknik X-ray imaging baru tidak merusak sehingga sangat berguna bagi objek langka seperti fosil Archaeopteryx (hanya 10 spesimen yang telah ditemukan selama setengah abad terakhir ini). "Anda bisa mendapatkan semua informasi ini tanpa pernah menyentuh spektrum fosil," kata Briggs.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar