Langsung ke konten utama

Tembakan Neuron Otak Meningkat Ketika Eureka

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Studi tikus mengungkap pergeseran pola tembak saraf pada saat aha. Kadang-kadang ketika seorang penulis mengatasi kebuntuan, dia akan mendapatkan aha (aha moment) dan kata-kata cerdas pun diketik. Sebuah studi baru menawarkan beberapa wawasan terhadap apa yang terjadi ketika saat yang sulit dapat terpecahkan oleh adanya inspirasi. Pada saat aha datang dibarengi dengan saraf di otak secara bersamaan mengubah aktivitas, demikian laporan para ilmuwan pada 13 Mei di Neuron.

Penelitian ini menjadi bukti bahwa sel-sel otak aktif selama munculnya pemahaman baru, kata Daniel Durstewitz, neurolog sains komputasi di Universitas Heidelberg, Jerman. Temuan ini menjadi bukti model standar pembelajaran (di mana beberapa penguatan koneksi otak dengan penggunaan ulang dan melemah karena kurang olahraga) tidak selalu berlaku, kata Randy Gallistel, direktur bersama di Rutgers University Center for Cognitive Science, New Brunswick, NJ, yang tidak terlibat dalam studi baru ini.

Untuk mencari aha di otak, Durstewitz dan rekannya Jeremy Seamans dari University of British Columbia, Kanada, melacak aktivitas di prefrontal cortexes pada saat tikus mempelajari tugas-tugas baru. Prefrontal cortex diketahui terlibat dalam pengambilan keputusan eksekutif, perencanaan ke depan dan menyesuaikan diri dengan situasi baru.
Para peneliti merancang eksperimen yang dibutuhkan tikus untuk belajar dimana aturan-aturan pada suatu tugas selalu berubah, jenis tantangan yang diharapkan menyebabkan munculnya sebuah aha.

"Jadi anda tidak belajar sesuatu yang baru maka anda harus melepaskan sesuatu yang lain dan menyulitkan diri anda sendiri," kata Durstewitz.

Pertama, para peneliti melatih 13 tikus pada tugas visual sederhana. Mereka mempresentasikan tikus dengan dua tuas, masing-masing dengan lampu di atasnya. Ketika lampu menyala, tikus harus menekan tuas untuk mendapatkan makanan. Setelah tikus menguasai tugas tersebut, para ilmuwan merubah segalanya. Tugas baru tidak peduli lampu menyala atau mati dihadapan hanya satu tuas (ke kiri atau kanan) tergantung pada bagaimana tikus itu melakukan untuk mendapat hadiah makanan.

Ketika masing-masing hewan pengerat memahami sistem baru maka aha terlihat sebagai perubahan dalam aktivitas otak. Elektroda yang tertanam dalam prefrontal cortexes tiba-tiba mencatat keseluruhan perubahan pola tembakan neuron meningkat, sedangkan pola saraf sebelumnya tenang.

Sekitar setengah tikus-tikus punya aturan baru dengan segera. Tikus yang lain tampaknya menyadari bahwa aturan lama tidak bekerja, tetapi tidak cukup memahami aturan baru tersebut. Di dalam otak, beberapa neuron mulai berubah intensitas tembakan, terus, dan kemudian, bam, tikus memahami aturan baru dan pola tembakan baru terpapar.

Hukum kausalitas, apakah perubahan dalam aktivitas otak menyebabkan wawasan baru atau sebaliknya? Tidak jelas, kata peneliti. Para peneliti mencatat kadang-kadang tikus mendapat aturan tugas baru beberapa saat sebelum perubahan aktivitas neuron. Durstewitz berspekulasi mungkin tikus yang mulai mempelajari aturan-aturan baru menumpuk informasi secara bertahap di salah satu bagian otak kemudian secara tiba-tiba diteruskan ke saraf yang terkait dengan aha. Para peneliti melihat data di layar komputer bentuk poin plot yang terlihat sepertinya tikus mendapat wahyu secara tiba-tiba tentang aturan tugas baru.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar