Analisis Dating Isotop Karbon Radioaktif-14 Dinasti Mesir Kuno

Tinuku
(KeSimpulan) Isotop radioaktif mencatat timeline dinasti Mesir. Sebuah studi selama tiga tahun pada ratusan artefak tampaknya akan menyelesaikan beberapa perdebatan lama tentang Dinasti Mesir kuno. Penelitian yang dipublikasikan pada edisi 17 Juni di Science adalah pertama kali menggunakan pengukuran presisi tinggi isotop karbon radioaktif untuk memperoleh timeline rinci pemerintahan Firaun Mesir (Egyptian pharaohs) sekitar 2650 SM hingga 1100 SM.

"Ini temuan yang sangat sangat penting. Untuk pertama kalinya, radiocarbon dating kurang lebih menguatkan esensi kronologi sejarah Mesir," kata Hendrik Bruins, arkeolog dan geosaintis dari Ben-Gurion University of Negev, Israel, yang tidak terlibat dalam studi.

Dipimpin oleh Christopher Bronk Ramsey, fisikawan dan matematikawan dari University of Oxford, Inggris, menggunakan teknik pengukuran stabil jumlah karbon radioaktif-14 pada artefak kuno. Tanaman menyerap karbon-14 saat mereka tumbuh dan radioisotop membusuk secara alami dari waktu ke waktu setelah mati. Mengukur tingkat karbon-14 pada artefak yang terbuat dari bahan organik memungkinkan arkeolog menentukan usianya.

Semua arkeolog di seluruh dunia menggunakan dating radiokarbon, tetapi yang mengherankan bahwa hasil dating tidak memiliki presisi tinggi saat dilakukan pada artefak Mesir pada penelitian sebelumnya. Bronk Ramsey mengatakan Mesir menerapkan larangan secara ketat keluarnya barang-barang arkeologi ke luar negeri, sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk sebuah studi berkualitas tinggi tidak ada di Mesir.

Untuk mengatasi masalah ini, Bronk Ramsey dan timnya mengumpulkan 211 sampel dari museum di Eropa dan Amerika Serikat. Untuk memastikan bahwa sampel terbuat dari bahan organik yang tumbuh pada saat yang sama ketika dibuat. Para peneliti menghindari artefak yang terbuat dari kayu, batu atau tulang, sehingga mengandalkan hanya pada keranjang, tekstil, dan makanan.

Sebagian besar sampel diambil dari makam yang terkait dengan pemerintahan Firaun tertentu yaitu silsilah firaun yang memerintah (perkiraan rentang mereka memerintah sudah diketahui), sampel dianalsis sebagai sebuah keluarga. Mengukur banyak sampel secara sekaligus akan memiliki presisi tinggi dalam penentuan tanggal hanya untuk rentang waktu dua dekade, jauh lebih baik daripada sampel individu.

Temuan ini mungkin menyelesaikan beberapa perdebatan lama di antara Egyptolog Kuno. Satu perdebatan melibatkan awal Kerajaan Baru (New Kingdom), termasuk para Firaun terkenal seperti Amenhotep, Tutankhamen dan Ramses. Para sejarawan berpendapat berbeda tentang ketepatan waktu era dimulai dengan satu kelompok merujuk tahun 1539 SM dan ilmuwan lain menempatkan tanggal di sekitar 1550 SM. Temuan Bronk Ramsey dan timnya mendukung tanggal yang lebih awal dan bahkan mungkin satu dekade lebih awal dari waktu tersebut.

Demikian pula, beberapa perdebatan tentang tanggal awal untuk Kerajaan Tengah (Middle Kingdom) yang mendahului Kerajaan Baru. Secara tradisional, awal era yang telah diikat pada bantalan astronomi di bintang Sirius. Tapi itu tidak jelas di mana penampakan muncul dan menuju ke perkiraan tanggal dimulai dari 2055 SM hingga 2009 SM. Sekali lagi, studi terakhir Bronk Ramsey dan rekan-rekannya mendukung tanggal yang lebih awal. "Ini benar-benar data yang sangat penting," kata Bruins.

Data juga dapat membantu arkeolog dan sejarawan untuk menentukan di mana letusan gunung berapi Thera dalam sejarah Mesir. Letusan ini menghancurkan banyak pulau Santorini di Yunani dan mengirimkan hantaman gelombang pada peradaban Mediterania. Para peneliti berbeda pendapat tentang tanggal yang tepat dari letusan ini, tetapi membandingkan hasil sebelumnya dengan data terbaru, menyimpulkan bahwa letusan terjadi sebelum awal Kerajaan Baru, kata Bruins.

Selanjutnya, metode yang sama dapat digunakan untuk mengkorelasikan sejarah Mesir dengan sisa Mediterania. "Kami akhirnya dapat membandingkan apel dengan apel," kata Bruins.
  1. Bronk Ramsey, C. et al. Science 328, 1554-1557 (2010).
  2. Bruins, H. J. Science 328, 1489-1490 (2010).
  3. Lovett, R. Nature. doi:10.1038/news.2010.304 (2010)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment