Cucu Genetik Spora Jamur Arbuscular mycorrhiza Tingkatkan Tanaman Padi

Tinuku
(KeSimpulan) Lebih dari 80% spesies tanaman berteman dengan jamur. Jamur membantu tanaman mengekstrak nutrisi dari tanah, imbalannya tanaman memberi gula. Tetapi tanaman padi, sumber makanan utama bagi miliaran orang, tidak memiliki hubungan khusus sehingga mereka tidak menerima tambahan dukungan untuk meningkatkan produksi seperti yang diberikan jamur kepada tanaman lain.

Sebuah studi menunjukkan dengan sedikit intervensi dari para peneliti, jamur memberi saham peningkatan laju pertumbuhan tanaman padi hingga lima kali. Ian Sanders, patolog tanaman menguji hipotesis bahwa beberapa spora jamur yang dikenal sebagai Arbuscular mycorrhiza melakukannya untuk beras tetapi dasar genetik di luar saudara-saudara mereka.

Sanders dalam penelitian sebelumnya mengidentifikasi bahwa setiap spora jamur memiliki genetik yang unik sehingga beberapa genetik spora mungkin lebih dapat berteman dengan padi pada daripada yang lain. Untuk mengetahui apakah kasus benar-benar terjadi, Sanders dan rekan-rekannya dari University of Lausanne di Swiss mengumpulkan spora jamur tunggal dari ladang di dekat Zürich dan dibudidayakan di laboratorium.

Bila jamur telah jatuh tempo, para peneliti mengekstrak spora dari orang tua masing-masing individu dan menumbuhnya selama tiga generasi. Para peneliti kemudian menambahkan spora dari setiap generasi ke tanaman padi. Mereka mencatat bahwa generasi ketiga (cucu) jamur meningkatkan tingkat pertumbuhan tanaman 2 sampai 5 kali lebih banyak dari spora generasi sebelumnya.

Meskipun para ilmuwan tidak yakin mengapa hanya generasi cucu yang berpengaruh. Kemungkinan karena generasi ketiga memiliki variabilitas genetik yang lebih besar, di mana para ilmuwan berhasil menumbuhkan spora individu di laboratorium, kata Daniel Croll, biolog evolusi dari Swiss Federal Institute of Technology di Zurich, Swiss. Para peneliti melaporkan temuan mereka pekan lalu di Current Biology.

"Ini menggembirakan, manipulasi genetik organisme dari kota kosmopolitan Zürich bisa berdampak pada produksi tanaman," kata James Correll, patolog tanaman dari University of Arkansas di Little Rock. Tapi, Correll memperingatkan bahwa masih banyak pertanyaan belum terjawab. "Meskipun anda mungkin menunjukkan peningkatan pada tanaman di rumah kaca, tidak bisa dengan mudah menterjemahkan dalam kondisi di lapangan," kata Correll.

Para peneliti mengakui bahwa pekerjaan ini jauh dari kesiapan lapangan. Studi di rumah kaca lain yang direncanakan para peneliti yaitu mempelajari dampak jamur yang dimanipulasi pada laju pertumbuhan tanaman pangan lain seperti singkong (semak daun dan akar) yang merupakan bahan pokok bagi sekitar 500 juta orang di seluruh dunia. Penelitian tersebut akan dimulai di Kolombia tahun depan.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment