Evolusi Keanekaragaman Cetacean Didorong oleh Pola Makan

Tinuku
(KeSimpulan) Hewan yang pernah hidup dari paus biru 180 metrik ton hingga lumba-lumba vaquita 55 kilogram menunjukkan bahwa cetacean memiliki rentang ukuran terbesar dari semua mamalia. Bagaimana variasi ini berkembang? Selama bertahun-tahun para ilmuwan memikirkannya, mulai dari perbedaan perilaku hingga perubahan permukaan laut. Namun studi baru menyimpulkan jari fenomena sederhana yaitu ukuran dan bentuk ikan paus dan lumba-lumba hasil dari preferensi makanan purba mereka.

Cetacean pertama kali muncul sekitar 55 juta tahun yang lalu, tetapi paus kuno ini (yang menyerupai buaya raksasa dan bergerigi) hilang pada 20 juta tahun kemudian untuk alasan yang tidak diketahui. Mereka digantikan oleh cetacean modern awal yang melakukan diversifikasi ke berbagai ukuran dan bentuk daripada yang ditemukan di antara paus kuno.

Beberapa peneliti menduga bahwa cetacea modern dengan cepat diversifikasi menjadi spesies baru karena kekosongan ekologis yang ditinggalkan setelah runtuhnya cetacea purba, mirip yang dilakukan mamalia setelah kepunahan dinosaurus. Tetapi baik fosil maupun catatan molekul telah memberikan jawaban yang jelas tentang apa yang mendorong peristiwa ini atau bahkan jika hal itu terjadi dengan cepat.

Jadi, peneliti yang dipimpin oleh Graham Slater, biolog evolusi di University of California, Los Angeles, dan Samantha Price, biolog evolusi di UC Davis, berfokus pada ukuran tubuh dan bukan fosil atau molekul. Data rata-rata panjang tubuh dikompilasi dari studi lapangan peneliti lain tentang cetacean betina dewasa karena terkait produksi seks yang lebih besar dari hampir semua 84 spesies hidup cetacea.

Lalu mereka membagi cetacea sesuai dengan preferensi pola makan mereka yaitu paus penyaring makanan (seperti ikan paus biru) yang menelan sejumlah besar krill, cephalopoda seperti paus sperm yang menyelam di kedalaman memakan cumi-cumi, dan generalis seperti lumba-lumba hidung botol. Akhirnya, para peneliti mengunakan pohon evolusi cetacea berdasarkan catatan molekul dan fosil dan memeriksa untuk melihat apakah perbedaan ukuran tubuh di antara paus dapat dijelaskan oleh preferensi pola makan mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa garis keturunan pertama paus yang berevolusi umumnya terus mempertahankan pola makan yang mereka pilih sehingga mencegah menjadi kelompok lain, kata Slater. Jadi, ketika mysticetes penyaring makanan (termasuk paus biru) pada dasarnya tidak termasuk garis keturunan lain dari celah ini.

Diperkirakan penyaring makanan berevolusi menjadi begitu besar karena mangsanya melimpah dan mudah ditangkap. Garis keturunan pemakan ikan termasuk vaquitas dan lumba-lumba sebenarnya telah menurun dalam ukuran tubuh dari waktu ke waktu untuk alasan yang tidak diketahui. Dua kelompok tertua yang berbeda yaitu paus sperm dan paus berparuh, mengembangkan ukuran tubuh lebih besar karena adanya tuntutan fisiologis untuk menyelam ke kedalaman di mana mangsanya hidup (seperti paus pilot). Mereka ini berevolusi dari pemakan ikan kecil di mana ukuran tubuh belum berkembang seperti paus pemakan cumi lain. Studi baru ini dipublikasikan pada 19 Mei di Proceedings of the Royal Society B.

Daniel Rabosky, biolog evolusi di UC Berkeley, menyebut sebagai "tampilan paling komprehensif pola-pola diversifikasi jenis, sifat morfologi dan ekologi dalam evolusi ikan paus". Mark Uhen, paleontolog di George Mason University, Fairfax, Virginia, megatakan bahwa studi ini adalah ujian "nyata pertama hipotesis bahwa evolusi ukuran tubuh besar pada cetacea adalah adaptasi makanan."
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment