Iklim Badai Memutar Atmosfer Exoplanet Planet HD 209458 b

Tinuku
(KeSimpulan) Sebuah tampilan baru planet ekstrasurya (extrasolar) yang diamati dengan seksama menunjukkan angin berkecamuk di atas atmosfer pada kecepatan 7.000 kilometer per jam. Planet yang telah lama dipelajari mengorbit pada sebuah bintang berjarak 150 tahun cahaya memberikan khasanah baru, berkat metode terbaru dalam mempelajari planet ekstrasurya dari Bumi.

Planet HD 209458 b dideteksi pertama kali pada tahun 1999 saat terlihat melintas di depan bintang inangnya yaitu HD 209458, suatu peristiwa yang dikenal sebagai transit yang menunjukkan keberadaan sebuah planet secara kebetulan sejajar melalui sedekit peredupan cahaya bintang.

Meskipun astronom tidak dapat melihat kehadiran sebuah planet transit secara langsung, namun pengukuran melalui pergeseran cahaya yang tampak dari bintang inang dan dikonfirmasi oleh data lain yang melacak spektrum cahaya bintang melalui objek orbit untuk mengisolasi kontribusi planet tersebut.

Dalam kurun lebih dari 10 tahun sejak temuan HD 209458 b para peneliti telah mengidentifikasi beberapa molekul di atmosfer, termasuk uap air, metana dan karbon dioksida. Sekarang studi yang dipublikasikan 24 Juni di Nature berdasarkan pengukuran resolusi tinggi karbon monoksida atmosfer bagian atas planet ini mengungkapkan bahwa angin berhembus melalui atmosfer dengan kecepatan ribu kilometer per jam.

Sebagai gas raksasa HD 209458 b yang lewat di depan HD 209458, blots planet adalah sebagian kecil dari cahaya bintang dan fraksi yang lebih kecil menerangi atmosfer planet. Penelitian ini menggunakan spektrograf resolusi tinggi di Very Large Telescope (VLT) Chile dalam mengidentifikasi sidik jari spektral karbon monoksida atmosfer melalui penyerapan karakteristik molekul cahaya bintang.

Dengan resolusi spektograf VLT tersebut, para peneliti bahkan dapat mendeteksi pergeseran Doppler sinyal karbon monoksida ketika planet ini menjalani transit, proses bidikan yang sedikit lebih dekat ke Bumi sebelum mundur lagi di balik bintang inangnya. Pergeseran Doppler memungkinkan tim untuk memperkirakan kecepatan orbit planet dengan verifikasi 140 kilometer per detik.

Dikombinasikan dengan pengukuran gerak orbital bintang dalam menanggapi tarik-menarik gravitasi planet tetangganya, para peneliti juga dapat menguji hukum Newton tentang gravitasi perkiraan massa antara dua planet dan bintang. HD 209458 b. Para peneliti mengukur massa HD 209458 b adalah 64 persen dari massa Jupiter. Sedangkan massa HD 209458 hampir sama dalam massa bintang Matahari. Massa Jupiter dan Matahari biasanya dijadikan dasar patokan para astronom dalam mengukur objek.

Para astronom mencari spektrum halus sejak planet pertama yang mengorbit bintang seperti Matahari yang ditemukan pada tahun 1995, kata Ignas Snellen, astronom di Leiden University, Belanda. Snellen mengatakan bahwa perbedaan penelitian yang dilakukan timnya yaitu menggunakan kekuatan resolusi tinggi spektograf VLT.

Konfirmasi parameter sistem HD 209458 menunjukkan spektrum sekilas seperti dinamika atmosfer planet raksasa. Sebagai planet yang berjalan terus menerus di sepanjang jalur orbitnya menyebabkan karbon monoksida juga terus bergerak. "Kita melihat perubahan secara jelas kecepatan HD 209458 b maka gas akan bergerak menjaga keseimbangan pada saat transit," Snellen.

Karbon monoksida yang mengalir dua kilometer per detik atau sekitar 7.000 kilometer per jam didorong oleh perbedaan suhu antar belahan planet. "Sangat sangat tinggi kecepatan di atmosfer, ada semacam superwind bertiup siang dan malam," kata Snellen.

Kedua sisi HD 209458 b sangat mungkin memiliki suhu yang sangat berbeda, karena pengalaman iridiasi kuat pada planet yang dekat ke bintang host kira-kira 1/20 jarak antara Bumi-Matahari. Oleh karena itu planet ini dalam posisi terkunci yaitu satu muka belahan planet menghadap bintang selamanya. Penguncian posisi ini sama seperti mekanisme hanya satu sisi bulan yang pernah terlihat dari bumi.

Model teoritis meramalkan magnitudo angin HD 209458 b, tetapi pengamatan sekilas perilaku atmosfer tersebut tetap menarik, kata Mark Swain, astronom dari NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California. "Deteksi awal angin zonal ini benar-benar istimewa," kata Swain, namun lebih banyak studi yang dibutuhkan untuk lebih banyak mengidentifikasi sinyal planet.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment