Langsung ke konten utama

Sekuen Genome Kutu Badan Pediculus humanus humanus

loading...
Tinuku
(KeSimpulan) Genome kutu badan menawarkan sekilas warisan genetika hidup sebagai parasit permanen. Mereka adalah beberapa tetangga terdekat kita, tetapi tidak pernah disayangi. Kutu badan telah menginggapi manusia sejak sekitar 70.000 tahun lalu ketika manusia pertama mengenakan pakaian. Pakaian manusia memberi mereka berlindung. Para kutu badan ikut membentuk sejarah manusia, setidaknya bertanggungjawab terhadap penyebaran wabah penyakit pes.

Sekarang, dalam makalah yang dipublikasikan minggu lalu di Proceedings of the National Academy of Sciences, rahasia genetik telah dikupas dalam laporan sekuensing genome kutu badan manusia, Pediculus humanus humanus. Kutu badan mendapatkan kehormatan tersendiri dari beberapa privilege pilihan sekuensing genome bersama para serangga termasuk parasit tawon dan dua spesies nyamuk (Aedes aegypti dan Anopheles gambiae).

Genome serangga lain yang juga disekuensing antara lain selebritis lalat buah Drosophila melanogaster dan si rajin lebah madu Apis mellifera. Tetapi kutu badan adalah satu-satunya anggota klub elit 'hemimetabolous' yang berarti bahwa ia tidak mengalami metamorfosis lengkap.

Nimfa kutu badan remaja terlihat seperti miniatur orang dewasa dan ini mencerminkan keadaan yang lebih primitif dalam evolusi arthropoda, kata Dale Clayton, parasitolog evolusioner dari University of Utah, Salt Lake City, yang tidak terlibat dengan penelitian ini. "Genome ini adalah tambang emas gen untuk digunakan dalam membangun hubungan evolusi di antara ribuan kelompok serangga lainnya," kata Clayton.

Para kutu badan disebut parasit 'permanen' karena hanya mengandalkan host pada setiap tahap siklus hidupnya. Dari saat kutu badan muncul dari telur hingga terkubur dalam jahitan pakaian hanya memakan darah manusia. "Ini menu yang benar-benar miskin. Ada banyak nutrisi penting yang hilang dari darah," kata Clayton.

Analisis genomik baru mengungkapkan sumber setidaknya satu dari nutrisi mereka yang hilang yaitu urutan bakteri yang hidup dalam kutu badan, Candidatus Riesia pediculicola, muncul beberapa gen yang terlibat dalam sintesis vitamin B5. Tanpa bakteri itu kutu badan akan hancur, kata Barry Pittendrigh, insektolog dari University of Illinois di Urbana-Champaign dan anggota tim sekuensing genome.

Pada kenyataannya sebagaimana diharapkan dari gaya hidup yang sangat tergantung pada host, kutu badan memiliki streamline genome yang tidak memiliki banyak gen yang terkait dengan penginderaan dan menanggapi lingkungan, terutama yang berkaitan dengan aroma dan rasa.

Kutu badan juga memiliki lebih sedikit gen detoksifikasi senyawa yang berisiko. Fitur ini menjadi catatan khusus John Clark, neurotoxicolog dari University of Massachusetts, Amherst, yang mempelajari tentang tumbuhnya resistensi pestisida pada kutu kepala manusia atau kutu rambut (Pediculus humanus capitis).

Kelangkaan detoksifikasi enzim dalam kutu badan berarti mereka menyaring dan enzim katalog masing-masing menurut substrat dan aktivitas. Sebagai contoh, dibandingkan dengan Drosophila, kutu badan hanya memiliki sepertiga anggota kelas enzim cytochrome p450.

Kutu kepala yang merajalela pada anak-anak, jauh lebih umum daripada kutu badan yang ditemukan terutama pada mereka yang jarang mandi dan mengganti pakaian seperti tunawisma. Tapi walaupun keduanya berkaitan erat, kutu kepala tidak mengirim bakteri penyakit yang dibawa oleh kutu badan, misteri yang diharapkan akan dijawab pada penelitian yang akan datang setelah hasil sekuens genome ini di tangan.

"Kutu badan lebih jarang, tapi ketika mereka datang benar-benar berbahaya karena kemampuan vector ini. Jika tiba-tiba salah satu agen bakteri bermutasi dengan cara yang memungkinkan untuk menjadi vektor oleh kutu kepala, maka anda punya masalah besar," kata Clayton.
  1. Kirkness, E.F. et al. Proc. Natl Acad. Sci. USA doi:10.1073/pnas.1003379107 (2010).
  2. Ledford, H. Nature. doi:10.1038/news.2010.308
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar