Britons Manusia Awal di Iklim Eropa Utara pada 780k hingga 950k Tahun Lalu

Tinuku
(KeSimpulan) Lingkungan iklim yang keras tidak menghentikan manusia bergerak ke Eropa utara pada hampir satu juta tahun yang lalu. Temuan Arkeologi di pantai timur Britania Raya mengungkapkan bahwa manusia awal tinggal di Eropa Utara setidaknya 80.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya yaitu sekitar 780.000 tahun yang lalu dan mungkin 950.000 tahun yang lalu.

Para pendahulu yang pemberani dari Homo sapiens modern ini berjalan dari Eropa selatan dengan kemampuan yang mengejutkan untuk beradaptasi dengan kondisi iklim dingin.

"Manusia awal menjalani iklim yang sulit dengan dikelilingi hutan jenis coniferous keras," kata Nicholas Ashton, arkeolog dari British Museum di London yang melaporkan di Nature kemarin. "Sebelumnya kami benar-benar tidak berpikir bahwa manusia awal bisa mengatasi lingkungan semacam ini," kata Ashton.

Bukti berasal dari penggalian di situs Happisburgh, East Anglia, yang telah terkikis oleh abrasi pantai. Fragmen mencakup 78 artefak batu di mana tim penelitian menduga digunakan dalam peradaban pemburu-pengumpul untuk memotong daging atau kayu.

Manusia awal pindah ke Eropa dari Afrika sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Tetapi karena mereka lama beradaptasi dengan iklim yang hangat, para arkeolog berpikir bahwa mereka tidak akan menjelajah jauh ke utara Happisburgh, tempat yang relatif dingin dan tidak ramah.

Studi lain di situs arkeologi di Jerman dan Perancis menunjukkan tanda-tanda aktivitas manusia di Bumi utara pada sekitar waktu yang sama, tetapi dating dari situs tersebut tidak cukup meyakinkan seperti di situs Happisburgh.

Dating situs Happisburgh didasarkan pada metode kombinasi. Artefak yang terkubur dalam sedimen mencatat secara mundur polaritas medan magnet bumi (kutub utara dan selatan bertukar tempat) pada penetapan waktu mereka. Pembalikan polaritas terakhir diketahui pada 780.000 tahun yang lalu, sehingga kemungkinan artefak Happisburgh berumur lebih lama.

Tetapi intensitas kecil (pembalikan polaritas yang sekilas juga terjadi) dapat mempersulit palaeomagnetic dating tersebut. Jadi analisis tim peneliti didukung juga dengan melihat fosil tanaman dan hewan yang ditemukan pada sedimen, seperti 'southern mammoth' (Mammuthus meridionalis).

Waktu secara tumpang tindih antara lenyapnya beberapa spesies dan munculnya spesies yang lain mempersempit briket dating. Analisis para peneliti juga mencakup data geologi Sungai Thames purba yang menunjukkan bahwa awal manusia menduduki Happisburgh selama warm interglacial period, sekitar 840.000 atau 950.000 tahun yang lalu.

Tim menggunakan fosil kumbang dan tanaman dari situs untuk memperkirakan iklim di Happisburgh pada saat itu. Iklim yang mirip dengan Skandinavia selatan pada hari ini. "Data dari serangga memiliki beberapa margin kesalahan, namun semakin banyak data yang kita dapatkan semakin memiliki kepastian," kata Ashton.

"Kasus ini tidak benar-benar kedap air, tetapi cukup bagus, bukti kolektif yang kuat sebagai situs tertua di Eropa bagian utara yang didiami manusia," kata Andrew P. Roberts, palaeomagnetolog dari Australian National University di Canberra. "Penelitian ini juga memberikan analisis lingkungan yang benar-benar rinci dan banyak memberitahu kita tentang lingkungan dan iklim di mana nenek moyang manusia hidup," kata Roberts.

Sebelumnya bukti aktivitas manusia pada 700.000 tahun lalu ditemukan di situs dekat Pakefield yang digali pada tahun 2005, namun temuan Happisburgh mengejutkan para peneliti.

"Kami melihat orang-orang di daerah tersebut pada 700.000 tahun yang lalu dan kami dapat menjelaskannya fakta bahwa mereka di tempat yang benar-benar hangat pada waktu itu," kata Chris Stringer, palaeoanthropolog dari Natural History Museum di London. "Tanaman dan hewan di Britania pada saat ini adalah sama dengan yang di Spanyol, sehingga mereka bisa mampir sejenak dalam kehangatan pada puncak suhu, tetapi akan mati dengan sangat cepat saat dingin," kata Stringer.

Tidak diketahui persis bagaimana manusia awal beradaptasi dengan iklim dingin, apakah mereka membuat api, membangun tempat penampungan atau membuat pakaian tebal, kata Stringer. Dan karena tidak ada manusia yang menetap di lokasi, mereka mungkin hanya berkunjung untuk berburu atau mengais, sulit untuk membuat prediksi tentang ukuran populasi atau masyarakat orang-orang ini.

"Kami tidak tahu banyak tentang manusia awal ini, tetapi kami berspekulasi bahwa mereka adalah sebuah spesies nenek moyang manusia punah dan satu-satunya spesies yang dikenal di Eropa pada tempat dan waktu itu," kata Stringer.

Tim peneliti akan terus meneliti situs Happisburgh dan berharap suatu hari menemukan fosil manusia. Mereka juga berusaha mencari sedimen yang lebih tua. "Kami ingin mencari tahu apakah mereka datang pada saat puncak hangat interglasial dan hanya bertahan sebentar dan punah atau apakah mereka benar-benar pindah ke Eropa Utara dengan iklim dingin," kata Ashton.
  1. Parfitt, S.A. et al. Nature 466, 229-233 (2010)
  2. Haidle, M.N. & Pawlik, A.F. Quat. Int. doi:10.1016/j.quaint.2010.02.009 (2010)
  3. Voinchet, P. et al. Quat. Geochron. 5, 381-384 (2010)
  4. Roberts, A.P. & Grun, R. doI:10.1038/466189a (2010)
  5. Parfitt, S.A. et al. Nature 438, 1008-1012 (2005)
  6. Frankel, M. Nature. doi:10.1038/news.2010.338 (2010)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment