Gen BOULE Pengkode Protein Berlaku Umum Untuk Produksi Sperma

Tinuku
(KeSimpulan) Gen untuk sel-sel reproduksi jantan ditelusuri kembali dalam kurun waktu evolusi. Benih reproduksi manusia mulai ditaburkan pada sekitar 600 juta tahun yang lalu, demikian temuan baru para ilmuwan. Sebuah gen yang memproduksi sperma yang muncul pada awal evolusi di mana hadir hampir di setiap mahkluk (mulai dari anemon laut hingga manusia), bukti bahwa sel reproduksi laki-laki berevolusi dari satu nenek moyang.

Temuan ini menawarkan petunjuk tentang infertilitas laki-laki sehingga dapat diproduksi obat kontrasepsi laki-laki dan bahkan biopestisida baru.

Sampai saat ini, para ilmuwan tidak yakin apakah produksi sperma telah beberapa kali berevolusi dalam garis keturunan hewan yang berbeda atau dari nenek moyang tunggal. Kebanyakan sperma hewan melewati tahap-tahap perkembangan yang sangat mirip dengan menunjukkan asal mula yang sama. Namun tidak seorang ilmuwan pun menemukan sebuah gen reproduksi berlaku umum untuk semua hewan.

Sekarang sebuah penelitian yang dilaporkan pada edisi 15 Juli di PLoS Genetics menunjukkan bahwa gen yang disebut BOULE muncul pada 600 juta tahun yang lalu dan memegang peran penting untuk produksi sperma mulai sejak itu.

"Ini adalah sperma gen pertama manusia yang ditemukan memiliki fungsi konservasi pada serangga dan mamalia," kata Eugene Xu, genetikawan dari Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago.

Tim yang dipimpin Xu sebelumnya mengetahui bahwa 10% hingga 15% laki-laki yang tidak subur kekurangan gen yang disebut DAZ dan dua form gen leluhur ini (BOULE dan DAZL) diperlukan bagi kesuburan pada beberapa spesies lainnya. Tetapi para peneliti tidak tahu apakah akan menemukan gen serupa pada hewan lain atau apakah gen-gen tersebut juga akan menghasilkan sperma.

Tim peneliti mencari database yang berisi informasi genetik pada spektrum organisme yang lebih luas dengan mencari sekuens gen kunci yang umum untuk BOULE, DAZL dan DAZ. Jamur dan tanaman kekurangan gen ini seperti juga hewan purba misalnya sponges. Tetapi semua hewan lain dari garis keturunan cnidaria dan moluska untuk ikan, burung dan primata memiliki beberapa bentuk gen tersebut.

"Ini adalah bukti kuat bahwa gen Boule hanya diperlukan untuk produksi sperma pada serangga dan mamalia yang berpisah pada 400 juta hingga 600 juta tahun yang lalu," kata Xu.

Selanjutnya, para peneliti menguji tikus untuk memastikan gen bertanggung jawab hanya pada produksi sperma dan tidak berlaku lebih umum dalam proses sel. Hasilnya, protein pengkode gen ini ditemukan hanya dalam testis. Dan jika gen BOULE terganggu, tikus yang sehat tidak dapat menghasilkan sperma.

"Temuan ini signifikan di lapangan," kata Timothy Karr, biolog evolusi dari Arizona State University Biodesign Institute di Tempe. Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa fungsi protein BOULE dengan cara yang sama terjadi pada hewan lain. "Protein dapat mengasumsikan fungsi yang berbeda dan ini sulit untuk mengasumsikan bahwa gen dalam satu garis keturunan melakukan hal yang sama di tempat berbeda," kata Karr.

Xu mengatakan bahwa rencana tim berikutnya yang dilakukan pada tikus dan lalat buah untuk melihat secara tepat di mana protein BOULE muncul dan bagaimana mekanismenya. Dengan lebih banyak studi, mungkin peneliti menyusun target protein DAZ untuk obat kontrol reproduksi laki-laki atau pemusnah hama dengan mengganggu form protein pada serangga.

Sekarang peneliti telah mengetahui gen sperma yang serupa di antara hewan sehingga biolog dapat mempelajari infertilitas manusia dengan lebih mudah menggunakan metode eksperimen model hewan.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment