Langsung ke konten utama

Integrasi Sekuens Bornavirus dan Ebolavirus/Marburgvirus dalam Genome Host

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Selama beberapa bulan terakhir, para peneliti menemukan virus yang bertanggung jawab terhadap Ebola, demam berdarah Marburg (Marburg hemorrhagic fever), dan penyakit mematikan lainnya telah nongkrong dalam genome mamalia tertentu selama puluhan juta tahun. Ternyata ini hanyalah puncak gunung es.

Para ilmuwan mengidentifikasi virus ini telah mengintegrasikan diri ke dalam DNA berbagai hewan, ikan zebra, vertebrata lainnya, dan termasuk manusia. Meskipun tidak tahu apakah sekuens virus yang tertanam memiliki fungsi, para peneliti mencurigai proses ini membantu penularan ke hewan lain terkait daya tahan jutaan tahun evolusi.

Virus tersebut milik dua keluarga yaitu Filovirus (termasuk Ebola dan Marburg) dan Bornavirus (penyebab penyakit saraf pada hewan tertentu seperti kuda). Semua adalah RNA virus yang berarti tidak dapat dengan mudah mengkonversi material genetik diri ke DNA, langkah yang diperlukan untuk mengintegrasikan ke dalam genome. Namun mereka telah melakukan hal itu dan penelitian baru memberikan bukti tersebut di luar dari apa yang selama ini dibayangkan para ilmuwan.

Anna Skalka, virolog dari Fox Chase Cancer Center di Philadelphia, Pennsylvania, yang sedang cuti di Princeton University, mendengar tentang studi yang menunjukkan bahwa RNA virus telah terintegrasi ke serangga dan tanaman. Bersama dengan dua rekannya, Vladimir Belyi dan Arnold Levine dari Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey, memutuskan untuk melihat apakah hal ini juga terjadi pada vertebrata.

Berbeda dengan studi sebelumnya yang berfokus pada spesies tertentu atau virus RNA tertentu, Skalka datang lebih luas yaitu survei setiap genome vertebrata yang ada, seluruhnya 48 dan mencari petunjuk dari 5.666 sekuens RNA virus dari 38 keluarga yang telah diketahui dan 9 genera yang tidak terklasifikasi. Ini adalah "semua yang ada dan yang bisa dilihat," kata Skalka.

Sembilan belas spesies, termasuk tupai, kelelawar kecil, ikan zebra, dan manusia telah tertanan sekuens RNA virus di dalam DNA mereka. Tetapi yang menarik yaitu bagaimana ketidakseimbangan dengan sedikit keluarga berbeda muncul dari RNA virus yaitu hanya Bornavirus dan Filovirus. "Ini misteri tentang mengapa ini harus terjadi," kata Skalka. Integrasi terjadi selama 40 juta tahun yang lalu, tim melaporkan kemarin di PLOS Pathogens.

"Akan menarik untuk mengetahui apa yang khusus tentang kedua keluarga virus," kata Jonathan Stoye, virolog dari National Institute for Medical Research di London. Stoye bertanya-tanya bagaimana RNA virus yang menginfeksi sel-sel tanpa merugikannya, yang memungkinkan mereka untuk menjadi bagian dari DNA hewan.

Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah Bornavirus dan Filovirus benar-benar terpapar, kata Derek Taylor, biolog evolusi dari Universitas di Buffalo di New York. Studi seperti ini bisa melewatkan sekuens genetik virus yang telah berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan virus sekarang dapat terlihat sangat berbeda seperti yang mereka lakukan ketika masuk sendiri ke dalam suatu genome. "Mungkin ada beberapa hantu purba di sana, tetapi virus yang masih hidup telah berevolusi begitu jauh sehingga kita tidak bisa mengenali mereka lagi," kata Skalka.

Skalka berspekulasi bahwa sekuens yang diidentifikasi kemungkinan telah melindungi host dari infeksi. Menariknya, kuda sangat rentan terhadap Bornavirus dan tidak ada sekuens Bornavirus muncul dalam hewan lain. Selain itu, kelelawar memiliki sekuens seperti Ebola di mana para ilmuwan berspekulasi bisa membantu mereka menularkan penyakit.
  1. Belyi VA, Levine AJ, Skalka AM (2010) Unexpected Inheritance: Multiple Integrations of Ancient Bornavirus and Ebolavirus/Marburgvirus Sequences in Vertebrate Genomes. PLoS Pathog 6(7): e1001030. doi:10.1371/journal.ppat.1001030
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar