KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Jumat, 06 Agustus 2010

Gerakan Pelelehan Inti Bumi Dinamika Core

(KeSimpulan) Kekuatan aneh berada di ruang kerja 5.000 kilometer di bawah permukaan Bumi. Inner core bergerak dengan cara yang tidak dapat dijelaskan para ilmuwan. Secara teoritis, inti harus mendeskirpsikan lingkungan cairan besi dan mengkristal ke dalam logam padat. Akan tetapi tidak dapat menjelaskan sejumlah pengecualian pengamatan ganjil di mana beberapa ilmuwan berspekulasi inner core juga mencair.

Inner core atau inti dalam (bola besi padat terutama di diamater 1200 kilometer) terbentuk pada ratusan juta tahun yang lalu ketika interior super Bumi mulai dingin dan unsur-unsur paling berat mulai tenggelam. Para ilmuwan berspekulasi bahwa inner core lebih besar karena penyerapan dan pengerasan lelehan besi dari cairan outer core. Tetapi ilmuwan gagal untuk menjelaskan kekentalan cairan pada batas antara inner core dan outer core.

Cairan harus lebih ringan jika inner core benar-benar menarik unsur-unsur yang lebih berat dari outer core. Hipotesis tersebut juga tidak menjelaskan mengapa gelombang seismik gempa Bumi (salah satu cara yang dapat digunakan ilmuwan untuk melihat jauh di bawah permukaan) bergerak lebih cepat di sisi core timur daripada di sisi core barat.

Jawaban untuk teka-teki ini sebuah makalah dipublikasikan pada edisi 5 Agustus di Nature bahwa Earth's core (inti bumi) jauh lebih dinamis daripada yang dipikirkan ilmuwan sebelumnya. Thierry Alboussière, geofisikawan dari University of Lyon di Perancis, menunjukkan bahwa inti mengkristal di barat dan mencair di timur. Artinya, ujung timur perlahan hancur, sedangkan sisi barat terus membangun lebih banyak besi.

Proses ini agak mirip treadmill: besi padat "bergerak" ke arah timur dengan kecepatan sekitar 1,5 cm per tahun, mencair saat mencapai tepi timur. Pada kecepatan ini, Alboussière mengatakan, dibutuhkan 100 juta tahun bagi inner inti dalam mendaur ulang dirinya sendiri.

Model tim menjelaskan lapisan cair tebal pada batas di antara inner core dan outer core. Jika cairan hanya pelelehan dari inner core maka akan lebih berat daripada di bagian outer core. Dan jika inner core adalah kristalisasi di ujung barat dan pelelehan di timur maka harus dapat menjelaskan kecepatan seismik gelombang yang berbeda di kedua sisi.

Jika model tersebut benar, Alboussière mengatakan bahwa inner core akan terus berkembang, tetapi harus menyerap zat besi lebih cepat dalam menebus semua besi yang mencair. Dan karena gerakan inner core mempengaruhi outer core (menghasilkan medan magnetik bumi), pelelehan asimetris akan memaksa para ilmuwan untuk memikirkan kembali bagaimana dinamika magnet bumi.

"Banyak yang bisa diketahui dan pasti masuk akal," kata Peter Olson, geofisikawan dari Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland. Olson mencatat bahwa model lain telah mencoba menggunakan mantel, lapisan di antara kerak dan outer core inti untuk memahami keanehan inti Bumi. Hipotesis tersebut berspekulasi bahwa sirkulasi di dalam mantel mempengaruhi sirkulasi outer core yang pada gilirannya mempengaruhi inner core sebagai reaksi berantai. Fakta bahwa model Alboussière menjelaskan hal-hal yang lebih sederhana sebagai nilai tambah. "Ini adalah bagian yang bergerak lebih sedikit.." kata Olson.

Michael Bergman, geofisikawan dari Bard College di Simon's Rock, Great Barrington, Massachusetts, mengatakan kedua hipotesis tidak saling eksklusif. Inner core bisa berada di bawah pengaruh mantel dan akan mencair pada saat yang sama. Namun, "Saya pikir model ini adalah penjelasan yang paling masuk akal yang kita miliki," kata Bergman.
  1. Thierry Alboussière, Renaud Deguen & Mickaël Melzani. Melting-induced stratification above the Earth’s inner core due to convective translation. Nature 466, 744-747. doi:10.1038/nature09257 (2010)

Artikel Lainnya:

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Jurnal Sains