Metode Lacak Jam Sirkadian Manusia dari Sel Follicle Rambut

Tinuku
(KeSimpulan) Semua orang akan meninggalkan jejak di rambut. Para peneliti mengidentifikasi bahwa akar rambut berisi tanda tangan jam sirkadian selama 24 jam dalam menetapkan kebiasaan tidur. Metode ini suatu hari bisa melacak pasien membantu mengatasi gangguan tidur dan mengevaluasi masalah-masalah kesehatan pekerja shift malam.

Pada awalnya, peneliti berpikir bahwa jam sirkadian terletak hanya di otak. Tetapi setelah para ilmuwan menemukan gen jam sirkadian manusia pada akhir 1990-an, mereka menemukan bahwa gen tersebut yang terpapar di seluruh jaringan tubuh. Dalam Eksperimen tikus, para peneliti juga telah mengkorelasikan gen-gen ini untuk berat badan dan bahkan perasaan "kehilangan waktu" dalam penggunaan ganja.

Tetapi peneliti mengalami kesulitan menerapkan metode pada manusia karena analisis gen ini bergantung pada metode invasif, seperti deskripsi darah seseorang setiap hari atau analisis sepotong kecil kulit.

Makoto Akashi dari Yamaguchi University di Jepang dan rekan-rekannya mencari cara yang lebih mudah untuk meneliti aktivitas gen jam sirkadian. Mereka berpaling pada rambut yang dicabut dari kulit kepala atau janggut yang kaya sel follicle. Ketika RNA diekstrak dari sel-sel ini, peneliti menemukan bahwa aktivitas gen sirkadian mencapai puncaknya saat relawan terjaga dan waspada dan puncak awal pada saat terbangun paling awal di pagi hari.

Selanjutnya, Akashi dan rekannya mengganggu siklus tidur-bangun orang sehat. Mereka meminta relawan untuk tidur larut malam selama 3 minggu dan bangun setengah jam sebelum matahari terbit. Pada akhir periode 3 minggu, ketika para relawan bangun sekitar 4 jam kemudian, aktivitas follicle rambut gen sirkadian telah bergeser sekitar dua setengah 2 ½ jam, tim melaporkan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

Akashi melihat lag serupa pada pekerja shift. Tim meneliti follicle rambut relawan yang bekerja pada shift jam 6 pagi sampai jam 3 siang dalam satu minggu di mana shift jam 3 siang sampai tengah malam digeser pada minggu kedua dan kembali ke shift pagi pada minggu ketiga mereka. Para peneliti menemukan aktivitas gen jam sirkadian menghapus 5 jam di balik kebiasaan hidup para pekerja yang menunjukkan bahwa selama 3 minggu tidak cukup bagi jam tubuh untuk beradaptasi dengan jadwal baru.

Ueli Schibler, biolog molekuler dari University of Geneva di Swiss mengatakan pelacakan gen jam sirkadian di akar rambut dapat membantu para peneliti memantau pasien dengan gangguan tidur dan disfungsi ritme sirkadian lainnya. Karena gen ini mengendalikan siklus segala sesuatu fungsi organ, maka pengamatan peneliti terhadap leg para pekerja shift bisa membantu menjelaskan beberapa masalah kesehatan yang serius.

Makoto Akashi (Research Institute for Time Studies, Yamaguchi University, Yamaguchi 753-8511, Japan); Haruhiko Soma, Takuro Yamamoto, Shiko Yamashita, Akio Yasuda, (Life Science Laboratory, Advanced Materials Laboratories, Sony Corporation, 5-1-12 Kitashinagawa, Shinagawa-ku, Tokyo, 141-0001, Japan); Asuka Tsugitomi, Koichi Node (Department of Cardiovascular and Renal Medicine, Saga University Faculty of Medicine, Saga 849-8501, Japan); Takuya Yamamoto, Eisuke Nishida (Department of Cell and Developmental Biology, Graduate School of Biostudies, Kyoto University, Kyoto 606-8502, Japan); and James K. Liao (Vascular Medicine Research, Brigham and Women's Hospital, Cambridge, MA 02139). Noninvasive method for assessing the human circadian clock using hair follicle cells. Proceedings of the National Academy of Sciences, August 23, 2010, doi:10.1073/pnas.1003878107
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment