Peralatan Makan Hominin Berdating 3.400.000 tahun yang lalu

Tinuku
(KeSimpulan) Tulang hewan yang terpangkas menyarankan hominin awal menyembelih hewan lebih awal dari yang kita duga. Hominin awal telah menggunakan alat batu untuk memotong daging berdating 3.400.000 tahun lalu, sekitar 800.000 tahun lebih awal dari bukti sebelumnya, demikian para ilmuwan melaporkan pada edisi pekan ini di Nature.

Temuan berasal dari identifikasi tulang hewan yang ditemukan pada tahun lalu di Lower Awash Valley, Ethiopia. Situs ini tidak jauh dari tempat tim peneliti yang dipimpin oleh Zeresenay Alemseged, palaeoanthropolog dari California Academy of Science, San Francisco, saat menemukan kerangka remaja dari 3,3 juta tahun lalu, Australopithecus afarensis yang dijuluki 'Lucy's Baby'. Salah satu kerangka nenek moyang manusia yang paling lengkap sejauh ini.

Tulang-tulang binatang terpotong (salah satunya Impala besar juga kerbau) yang mengindikasikan hasil proses pemotongan, kata Shannon McPherron, arkeolog dari Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman yang juga anggota tim Alemseged. Artinya, hominin awal (mungkin Australopithecus afarensis) tidak hanya menggunakan alat, tetapi juga keluar masuk hutan mencari daging.

Namun, mereka mungkin tidak berburu dan lebih mungkin hanya mengais hewan yang dibunuh predator. Akan tetapi, pencarian daging hewan besar merupakan langkah penting dalam perkembangan manusia. "Kami menempatkan perilaku ini penting dan mendasar untuk rentang waktu Lucy," kata McPherron.

Hal yang sama juga berlaku untuk penggunaan alat. Sebelumnya, dating awal penggunaan alat sekitar 2,5 juta tahun lalu, waktu genus manusia Homo pertama kali muncul. Sekarang, tampaknya genus penggunaan alat pra-dating manusia. "Kami mendorong lebih jauh masa lalu evolusi manusia," kata McPherron.

Ini temuan penting. "Simpanse tidak mengenali atau mencari bangkai binatang besar yang terbunuh oleh binatang lain sebagai makanan. Pada titik tertentu, hominin melakukannya," kata David Braun, arkeolog Palaeolithic dari University of Cape Town di Afrika Selatan.

Pembuktian temuan dilakukan dengan dua proses yaitu dating tulang dan verifikasi bahwa tanda penggunaan peralatan batu di mana bukan akibat dari gigitan atau kerusakan pasca-fosilisasi. Untuk melakukannya, tim memeriksa tulang secara kimiawi dan di bawah mikroskop. Tes kimia mengkonfirmasikan kerusakan terjadi sebelum fosilisasi tulang, sedangkan pemeriksaan mikroskopis untuk menegaskan hasil proses pemotongan. Dan, "hasilnya sangat jelas," kata McPherron.

Beberapa goresan yang berbentuk V secara cross section, misalnya suatu bentuk karakteristik akibat peralatan tajam (dengan goresan di dalam luka yang ditinggalkan bertepi kasar karena alat tersebut, tanda lain menunjukkan gesekan, juga tulang dihancurkan dengan batu tumpul) mungkin dalam upaya untuk mencapai sumsum.

"Jelas bukti meyakinkan saya," kata Paul Renne dari Berkeley Geochronology Center di California, spesialis studi tentang potongan fosil tulang.

Terkait analisis dating, McPherron mengatakan bahwa para ilmuwan beruntung karena fosil berasal dari lorong strata yang memiliki hubungan dengan temuan-temuan lainnya, seperti Lucy's Baby yang ditemukan hanya berjarak beberapa ratus meter. Secara khusus, studi radioisotop merujuk tanggal dengan dua strata penting, satu pada level tertinggi dan yang lainnya mendekati level bawah. Atas dasar ini, para ilmuwan mengetahui bahwa tulang memiliki rentang tidak lebih/kurang dari 3.420.000 hingga 3.240.000 tahun yang lalu.

Pola pembalikan medan magnet (yang terjadi pada interval sejarah bumi) terkait intervensi sedimen dan perkiraan tingkat sedimentasi menyempurnakan perkiraan. "Perkiraan paling limit adalah 3.390.000 tahun," kata McPherron.

"Saya rasa mereka memiliki kasus yang benar-benar bagus pada rentang 3.200.000 - 3.400.000 tahun yang lalu. Fakta yang lebih tua dari 3 juta tahun sudah cukup menarik," kata Renne.

Namun, penemuan ini tidak berarti bahwa hominin awal membuat alat. Mereka hanya mungkin menggunakan batu yang mudah digunakan untuk tugas-tugas seperti menyembelih. Namun upaya masih membutuhkan perencanaan karena sumber terdekat batuan yang cocok berjarak sekitar 6 kilometer jauhnya dari tempat tulang ditemukan. "Kami berharap akan ada temuan yang lebih tua," kata Renne.

Braun mengatakan bahwa alat yang dikenal paling awal sekitar 2,5 juta tahun yang lalu telah mendorong para ilmuwan meneliti bagaimana nenek moyang manusia menemukan cara untuk membuat peralatan.

"Saya rasa banyak palaeoanthropolog akan mulai mencari dalam rentang 3,2 dan 2,5 juta tahun yang lalu untuk melihat kemungkinan asal-usul produksi alat batu," kata McPherron yang menunjukkan bahwa cara terbaik untuk melakukannya dengan menggali situs yang memiliki kesamaan struktur batu. "Jika anda menemukan bukti dari pembuatan alat dalam periode ini, anda harus pergi ke tempat batu-batu tersebut berasal," kata McPherron.
  1. McPherron, S. P. et al. Nature 466, 857-860 (2010).
  2. Alemseged, Z. et al. Nature 443, 296-301 (2006).
  3. Lovett, R. Nature doi:10.1038/news.2010.399 (2010)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment