Antibiotik Mengubah Keseimbangan Jangka Panjang Flora Usus

Tinuku
KeSimpulan - Antibiotik menjadi neraka bagi flora usus. Antibiotik dapat menyebabkan perubahan jangka panjang bakteri yang hidup di dalam usus manusia.

Perubahan flora usus yang dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kronis (seperti sindrom radang usus), masing-masing antibiotik dapat memberi keuntungan jangka pendek namun memunculkan risiko jangka panjang.

Les Dethlefsen dan David Relman dari Stanford University di California mengumpulkan lebih dari 50 sampel tinja dari tiga orang selama 10 bulan yang mencakup dua treatment antibiotik ciprofloxacin. Mereka melakukan sekuens gen untuk mengidentifikasi strain mikroba yang hadir dalam setiap sampel. Mereka menemukan bahwa setiap orang memiliki satu set keunikan flora mikroba dan komposisi yang berfluktuasi terkait suatu keseimbangan yang terganggu oleh masing-masing treatment obat.

Dalam kebanyakan kasus, komposisi dengan cepat kembali ke keadaan semula, tetapi pada beberapa spesies bakteri yang ada sebelum pengobatan tidak tergantikan oleh spesies yang terkait. Satu orang benar-benar kehilangan salah satu genus umum bakteri di mana tidak muncul kembali selama masa studi. Tim peneliti melaporkan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

Dethlefsen mengatakan bahwa setiap episode antibiotik adalah pertaruhan dadu yang dapat menyebabkan perubahan pada mikroba usus seseorang. Hasil studi menyarankan bahwa antibiotik harus digunakan hanya jika benar-benar diperlukan.
  1. Les Dethlefsen (Department of Microbiology and Immunology and Department of Medicine, Stanford University School of Medicine, Stanford, CA 94305) and
    David A. Relman (Department of Microbiology and Immunology and Department of Medicine, Stanford University School of Medicine, Stanford, CA 94305; Veterans Affairs Palo Alto Health Care System, Palo Alto, CA 94304). Incomplete recovery and individualized responses of the human distal gut microbiota to repeated antibiotic perturbation, Proceedings of the National Academy of Sciences, before print September 16, 2010 (early edition), DOI:10.1073/pnas.1000087107
  2. Les Dethlefsen http://sites.google.com/site/davidrelmanlab/people-2/les-dethlefsen
  3. David A. Relman http://sites.google.com/site/davidrelmanlab/people-2/david-relman
  4. Ciprofloxacin http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/meds/a688016.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment