Skip to main content

Bukti Halos Gamma ray di Sekitar Core Galaksi Aktif Sebagai Medan Magnet Intergalaksi

loading...
Tinuku
KeSimpulan - Medan magnet intergalasi primordial mungkin meresapi alam semesta. Usaha membuka rahasia alam semesta, terkadang iblis menghalangi.

Pada tahun 1960, para ilmuwan mencoba untuk menemukan sumber gangguan radio dalam mengungkap latar belakang radiasi gelombang mikro yang sangat samar sisa dari panasnya big bang yang meliputi seluruh langit malam.

Sekarang dua fisikawan mencoba untuk mengatasi beberapa ketidakjelasan tidak terduga dalam visi jauh, lubang hitam supermasif menunjukkan potensi lain sisa-sisa big bang yaitu medan magnet yang sangat lemah dan melintasi alam semesta. Jika para ilmuwan dapat mengkonfirmasi temuan tersebut dapat membantu mengungkap asal-usul magnetisme dalam kosmos.

Para peneliti menemukan petunjuk penting dalam citra lubang hitam supermasif yang pada umumnya menempati wilayah di pusat meskipun tidak pada semua galaksi. Dengan massa hingga satu miliar kali massa Matahari kita, monster ini dapat membuat kekacauan lingkungan dengan mengaduk setiap bintang, awan debu dan gas, bahkan lubang hitam galaksi lain yang cukup disayangkan melayang terlalu dekat dengan sumur besar gravitasi mereka.

Ketika mengkonsumsi materi, lubang hitam supermasif menghamburkan sejumlah energi raksasa dalam bentuk jet partikel raksasa yang meluas melewati batas-batas teritorial galaksi mereka dan bergerak hampir setara dengan kecepatan cahaya.

Dalam studi baru, Shin'ichiro Ando, fisikawan dari California Institute of Technology di Pasadena dan Alexander Kusenko dari University of California, Los Angeles, mengamati lubang hitam supermasif yang dikumpulkan oleh Fermi Gamma-ray Space Telescope, mencari sesuatu yang telah lama dicurigai dan belum pernah diamati yaitu kemungkinan eksistensi medan magnet intergalaksi (intergalactic magnetic field) primordial.

Jika eksis, seperti medan magnet bisa menyebarkan foton energi tinggi yang dipancarkan dari jet sebuah lubang hitam supermasif dan gambar blur yang dikumpulkan oleh detektor Fermi seperti kabut pada foto blur di Bumi. Efeknya sangat-sangat kecil, bagaimanapun, tidak dapat dilihat dengan teknologi saat ini terhadap gambar jet tunggal dari lubang hitam supermasif.

Jadi Ando dan Kusenko mengambil data Fermi dari 170 lubang hitam yang berbeda dan digabungkan ke dalam sebuah gambar komposit tunggal. Kemudian membandingkan dengan produk komposit model matematis untuk menunjukkan gambar apa yang seharusnya tampak seperti jika semua foton energi tinggi dari lubang hitam supermasif ketika menyentuh detektor Fermi pada tingkat energi yang diprediksi. Tetapi gambar nyata dan hasil simulasi tidak cocok (lihat gambar inset).

Analisis lebih lanjut, dua peneliti mencari suatu tempat di luasnya ruang (jutaan atau milyaran tahun cahaya antara jet lubang hitam dan instrumen Fermi) yang memang berhamburan foton dan sangat halus. Pengukuran oleh para peneliti yang dilaporkan 17 September di Astrophysical Journal Letters menunjukkan bahwa medan magnet yang setara sekitar setengah kekuatan magnetisme bumi telah berinteraksi dengan foton. Fenomena ini cukup untuk mengaburkan energi mereka untuk menciptakan sebuah efek "halo" pada gambar gamma-ray dari lubang hitam supermasif.

"Awal alam semesta memiliki beberapa mekanisme untuk menghasilkan medan magnet," kata Ando yang menjelaskan bahwa "bidang medan primordial" tersebut mungkin diperkuat di dalam galaksi oleh gerakan konvektif gas panas. Temuan bisa menjadi nyata, kata Kusenko.

"Laporan ini sangat menarik, benar-benar mendorong kita ke wilayah di mana kita belum pernah mengamati sebelumnya," kata Christopher Reynolds, astrofisikawan dari University of Maryland, College Park. Reynolds mengatakan kesimpulan para peneliti sangat masuk akal, tetapi dia memperingatkan bahwa mungkin ada potensi sumber lain terhadap medan magnet, apa yang dia sebut "intergalactic pollution" yang disebabkan oleh energi tinggi yang sama, magnetis yang dibebankan partikel jet yang berasal dari lubang hitam supermasif.

Di sisi lain, Reynolds menambahkan, sekarang Ando dan Kusenko telah memberikan pengukuran kekuatan medan intergalaksi, para ilmuwan dapat mencoba untuk melihat apakah ini magnet primordial atau akibat jet energi tinggi.
  1. Shin'ichiro Ando (California Institute of Technology, Mail Code 350-17, Pasadena, CA 91125, USA) and Alexander Kusenko (Department of Physics & Astronomy, University of California, Los Angeles, CA 90095, USA; Institute for the Physics & Mathematics of the Universe, University of Tokyo, Kashiwa, Chiba 277-8568, Japan). Evidence for Gamma-ray halos around active galatic nuclei and the first measurement of intergalaric magnetic fields, The Astrophysical Journal Letters, Volume 722, Number 1, DOI:10.1088/2041-8205/722/1/L39
  2. Gamma-ray Space Telescope http://fermi.gsfc.nasa.gov
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments