Langsung ke konten utama

Data Peta Topografi Permukaan Bulan Komposisi Tinggi Mineral Silicate

loading...
Tinuku
(KeSimpulan) Bulan dipukul oleh dampak ganda. Bulan mungkin hanya sejauh 384.000 kilometer dari Bumi, namun bukan berarti itu tidak penuh misteri.

Para ilmuwan mempelajari data tahun pertama dari NASA's Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang menemukan deposit mineral mengejutkan, kemungkinan bahwa satelit alami kita tersebut dibombardir dalam dua gelombang sejarah awal dan hampir tidak ada jejak Bulan murni di permukaannya. Jika para ilmuwan dapat mengkonfirmasi temuan ini, mereka dapat mengambil langkah-langkah besar terhadap pemahaman bukan hanya masa lalu Bulan tetapi juga Bumi dan sisa-sisa tata surya purba.

Dalam sebuah jumpa pers yang diadakan kemarin bersama dengan tiga makalah yang dilaporkan di Science, para peneliti mempresentasikan potret awal Bulan yang selama sejarah awal, berakhir sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. LRO's Lunar Orbiter Laser Altimeter atau LOLA (mampu mengukur ketinggian sebuah patch kecil tanah Bulan setiap 10 cm) memungkinkan para ilmuwan untuk menyusun peta topografi rinci 5185 kawah Bulan, semua berdiameter lebih dari 20 kilometer.

James Head III, geoplanetolog dari Brown University mengatakan kepada wartawan bahwa data LOLA meyingkap riwayat Bulan yang mendukung munculnya teori bombardir di awal tata surya. Dengan menganalisis peta topografi, para peneliti dapat menentukan kapan benda melanda kawah tersebut dan mereka bisa mengukur objek. Data menunjukkan bahwa objek yang lebih besar cenderung memukul Bulan dalam sejarahnya daripada benda yang lebih kecil.

Tampaknya ada dua tahap dampak dan mereka "jelas berbeda." Ini petunjuk penting tentang apa yang terjadi pada awal solar system termasuk di Bumi karena "populasi yang sama [benda] memukul Bulan pasti memukul Bumi." Mengapa bulan mendapat hantaman besar sejak awal, ini tidak jelas, kata Head.

Benjamin Greenhagen, planetolog dari NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, menjelaskan tentang penelitiannya bersama kolega tentang kimiawi permukaan Bulan oleh LRO's Diviner Lunar Radiometer Experiment (DLRE) yang menganalisis komposisi kimia dengan membaca emisi inframerah tanah Bulan (panas internal).

Greenhagen mengatakan metode ini memberikan gambaran yang lebih rinci daripada menggunakan panas dari pantulan cermin sinar matahari (metode yang digunakan dalam studi sebelumnya) karena setiap mineral memancarkan sidik jari radiasi yang khas. Survei telah menyediakan peta kimia pertama dari seluruh permukaan bulan.

Berdasarkan data, Greenhagen mengatakan satelit yang mengorbit Bulan ini telah mengamati lima situs di dataran tinggi bulan yang secara mengejutkan kaya mineral oxygen-bearing silicate. Sampai sekarang, terbentuknya deposit tersebut belum diketahui, tetapi kehadiran oksigen dalam batuan bulan membuat situs-situs ini menarik untuk misi Bulan di masa depan, bahkan sebagai koloni manusia yang dapat menggunakan oksigen untuk bernafas dan komponen bahan bakar roket.

Timotius Glotch, planetolog dari Stony Brook University di New York mengatakan data DLRE juga mengungkap konsentrasi apa yang disebut highly silicic minerals seperti kuarsa dan feldspar. Mineral ini mungkin berasal jauh di bawah permukaan bulan, berbeda dari apapun yang ditemukan di permukaan Bulan sebelumnya, jadi mengindikasikan kemungkinan proses geologi yang belum diketahui di tempat kerja.

Di antara misteri yang ditemukan adalah sangat sedikit terlihat mantel Bulan murni di permukaan. Para ilmuwan berharap untuk menemukan spot pembentukan material asli Bulan. Tapi survei instrument tidak memunculkan adanya bukti, bahkan di lokasi permukaan Bulan paling tua. Glotch mengatakan semua mineral temuan baru menjadi target "eksplorasi masa depan."

  1. James W. Head, III, Caleb I. Fassett, Seth J. Kadish (Department of Geological Sciences, Brown University, Providence, RI 02912, USA), David E. Smith, Maria T. Zuber, Erwan Mazarico Department of Earth, Atmospheric and Planetary Sciences, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA 02129, USA; Solar System Exploration Division, NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, MD 20771, USA), Gregory A. Neumann (Solar System Exploration Division, NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, MD 20771, USA). Global Distribution of Large Lunar Craters: Implications for Resurfacing and Impactor Populations, Science 17 September 2010: Vol.329. no.5998, pp.1504-1507. DOI: 10.1126/science.1195050
  2. Timothy D. Glotch (Department of Geosciences, Stony Brook University, Stony Brook, NY, USA), Paul G. Lucey (Hawaii Institute of Geophysics and Planetology, University of Hawaii, Hawaii, HI, USA), Joshua L. Bandfield (Department of Earth and Space Sciences, University of Washington, Seattle, WA, USA), Benjamin T. Greenhagen (Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology, 4800 Oak Grove Drive, Pasadena, CA 91109–8099, USA), Ian R. Thomas, Neil Bowles (Department of Physics, University of Oxford, Oxford, UK), Richard C. Elphic, Kerri Donaldson Hanna (NASA Ames Research Center, Moffett Field, CA 94035–1000, USA), Michael B. Wyatt (Department of Geological Sciences, Brown University, Providence, RI, USA), Carlton C. Allen (NASA Johnson Space Center, Houston, TX 77058, USA), David A. Paige (Department of Earth and Space Sciences, University of California, Los Angeles, Los Angeles, CA, USA). Highly Silicic Compositions on the Moon, Science 17 September 2010: Vol.329. no.5998, pp.1510-1513. DOI: 10.1126/science.1192148
  3. Benjamin T. Greenhagen (Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91109, USA), Paul G. Lucey (Hawaii Institute of Geophysics and Planetology, University of Hawaii, Honolulu, HI 96822, USA), Michael B. Wyatt, Kerri L. Donaldson Hanna (Department of Geological Sciences, Brown University, Providence, RI 02912, USA), Timothy D. Glotch, Jessica A. Arnold (Department of Geosciences, Stony Brook University, Stony Brook, NY 11794, USA), Carlton C. Allen (NASA Johnson Space Center, Houston, TX 77058, USA), Joshua L. Bandfield, Eugenie Song (Department of Earth and Space Sciences, University of Washington, Seattle, WA 98195, USA), Neil E. Bowles, Ian R. Thomas (Department of Atmospheric, Oceanic, and Planetary Physics, Oxford University, OX1 3PU Oxford, UK), Paul O. Hayne, David A. Paige (Department of Earth and Space Sciences, University of California, Los Angeles, Los Angeles, CA 90095, USA). Global Silicate Mineralogy of the Moon from the Diviner Lunar Radiometer, Science 17 September 2010: Vol.329. no.5998, pp.1507-1509. DOI: 10.1126/science.1192196
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar