Skip to main content

Detektor Compact Muon Solenoid (CMS) Tangkap Pasangan Partikel

loading...
Tinuku
KeSimpulan.com - Partikel bersekutu. Fisikawan menemukan koneksi samar-samar dari puing-puing subatomik hasil tumbukan di LHC.

Fisikawan menemukan apa yang tampak seperti konspirasi kuantum dari salah satu hasil pertama di Large Hadron Collider, Reaktor keras pemukul atom paling kuat di dunia. Partikel-partikel bermuatan yang dihasilkan selama tumbukan energi tinggi LHC melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah terlihat.

Bukannya terbang secara acak menjauh dari situs tumbukan, tetapi partikel-partikel ini entah bagaimana berpasangan, bergerak menjauh dari titik dampak menuju sudut yang sama dan berakhir di ujung yang berlawanan dari detektor CMS (Compact Muon Solenoid).

Seolah-olah beberapa partikel berbicara satu sama lain segera setelah mereka tercipta dan melakukan kontak, sedangkan zoom arah yang berlawanan mendekati kecepatan cahaya, kata Gunther Roland dari MIT, kolaborator di LHC untuk eksperimen CMS. Tidak ada penjelasan untuk temuan yang membingungkan ini.

Roland dan Guido Tonelli dari University of Pisa dan National Institute of Nuclear Physics di Italia mempresentasikan pada 21 September di CERN, laboratorium fisika Eropa yang mengoperasikan LHC di dekat Jenewa. Para peneliti juga melaporkan temuan pada 22 September di server preprint arXiv.

Tim membuat temuan yang belum pernah terlihat dalam interaksi antar proton energik, setelah menganalisis sekitar 350.000 tumbukan intensitas tinggi yang direkam antara bulan Maret dan Agustus lalu. Di antara tumbukan proton energi tinggi yang menghasilkan 100 atau lebih partikel bermuatan, hanya beberapa persen dari partikel menunjukkan efek korelasi, kata Tonelli.

Meskipun efeknya kecil, jumlah partikel berpasangan secara signifikan lebih tinggi dari yang diprediksi, kata Roland. Korelasi antar partikel hampir pasti memiliki sesuatu untuk quantum chromodynamics, teori yang mengatur gaya kuat antar partikel subatomik seperti proton dan neutron dalam inti atom, tetapi tetap tidak jelas secara persis teori apa yang dapat memberi penjelasan, kata Roland.

Larry McLerran, teoritikus dari Brookhaven National Laboratory di Upton, NY, menunjukkan bahwa pasangan partikel berkecepatan tinggi adalah bukti bahwa inti cukup untuk bergerak mendekati kecepatan cahaya di lokasi dampak untuk menciptakan jenis materi ultradense yang dikenal sebagai color glass condensate. Warna mengacu pada jenis muatan yang dibawa oleh quark dan gluon, beberapa blok bangunan dasar dari materi.

Interaksi kondensat ini disertai dengan bidang warna yang sangat kuat di mana analog medan listrik dan magnet. Bidang ini dapat menyebabkan partikel untuk berpasang-pasangan dalam pola yang teramati pada collider, seperti halnya garis serbuk besi yang berserakan secara acak ketika tersentuh medan magnet, kata McLerran.

McLerran dan peneliti lainnya menemukan penjelasan yang sama tentang pasangan partikel yang tersusun ketika ion berat menghancurkan satu sama lain pada energi tinggi di Brookhaven’s Relativistic Heavy Ion Collider.
  1. CMS Collaboration. Observation of Long-Range Near-Side Angular Correlations in Proton-Proton Collisions at the LHC, 21 Sep 2010, arXiv:1009.4122 (http://arxiv.org/abs/1009.4122)
  2. Compact Muon Solenoid (http://public.web.cern.ch/public/en/lhc/CMS-en.html)
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments