Garam Picu Regenerasi Ekor Kecebong Xenopus laevis

Tinuku
KeSimpulan.com - Sebuah ekor yang asin. Hanya dengan menambahkan sodium dapat merangsang regenerasi anggota tubuh.

Para peneliti telah memenangkan ramuan resep masakan untuk regrowing anggota badan yaitu: tambahkan sedikit garam ke kecebong berekor, diamkan selama satu jam. Di piring: Satu ekor sempurna, lengkap dengan syaraf, otot, pembuluh darah dan jaringan lain.

Ini tidak sesederhana, tapi hasil yang dilaporkan 29 September di Journal of Neuroscience memperlebar jendela kecebong dapat menumbuhkan kembali ekor, meningkatkan kemungkinan jaringan spesies lain yang rusak bisa diset ulang setelah cedera. Peran garam yang mengejutkan dalam regenerasi amfibi pada akhirnya memberikan cara untuk membujuk ke dalam jaringan organ manusia yang terputus atau rusak untuk regrowing.

Jenis regenerasi ini menarik, "karena menghadapi situasi terkait angka kematian akibat kecelakaan atau anggota badan pada manusia," Michael King, biolog perkembangan dari Indiana University School of Medicine di Terre Haute.

Tidak seperti katak dewasa, kecebong memiliki kemampuan untuk benar-benar tumbuh kembali secara lengkap jika terluka. Manusia mempertahankan beberapa kemampuan tersebut. Sampai sekitar umur 11 tahun, manusia bisa menumbuhkan kembali jari. Tetapi dengan bertambahnya usia, kemampuan untuk menumbuhkan jaringan berkurang.

Dalam studi baru, para peneliti yang dipimpin oleh Michael Levin dari Tufts University, Medford, Massachusetts, menemukan kecebong yang tidak bisa mentransfer garam ke dalam sel menyebabkan tidak bisa menumbuhkan ekor kembali, sementara kecebong normal mampu secara sempurna.

Ekor kecebong Xenopus laevis tidak tumbuh kembali setelah penutup luka (scarlike) mulai terbentuk di sekitar ekor yang diamputasi, sebuah proses yang selesai sekitar 18 jam pasca cedera. Tetapi garam yang diimpor ke dalam sel di dekat luka dapat merangsang regenerasi bahkan setelah jaringan scarlike mapan.

Satu saluran importir garam tertentu, disebut NaV1.2, dibutuhkan untuk pertumbuhan kembali ekor. NaV1.2 terkenal karena perannya dalam komunikasi sel otak dan sel detak jantung, tetapi para ilmuwan tidak tahu kemungkin menjadi penting untuk regenerasi.

Lingkungan asin eksternal saja tidak cukup untuk membuat ekor tumbuh kembali. Garam harus diantar ke sel di dekat luka. Walaupun salah satu jalan normal bagi garam ke dalam sel adalah melalui saluran NaV1.2, namun ada cara lain, kata Levin, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk terapi sederhana. "Tidak peduli bagaimana sodium sampai sana," kata Levin.

Salah satu cara bagi sel-sel garam adalah molekul kecil yang disebut monensin, angkutan sodium ke dalam sel. Perawatan satu jam dengan monensin bisa mendorong regenerasi ekor kecebong dengan luka yang sudah terbentuk jaringan scarlike. "Ini sinyal sederhana untuk mulai menendang sebuah proses yang sangat kompleks," kata Levin.

Agenda penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan lebih detail bagaimana kerusakan menyebabkan garam tidak masuk ke dalam sel dan bagaimana sinyal garam di dalam sel menyebabkan pertumbuhan jaringan. Apa lagi sebaliknya, banyak sel dalam tubuh justru rusak karena kadar garam.

Harapannya suatu hari sinyal garam sederhana mungkin berubah menjadi berguna dalam membujuk organ manusia untuk tumbuh kembali. "Dalam regenerasi ekor, semua studi hingga sekarang memperlakukan hewan sebelum terluka. Anda tidak bisa pergi ke dokter dan mendapatkan perlakuan sebelum Anda mengalami kecelakaan," kata Levin.
  1. Ai-Sun Tseng, Michael Levin (Department of Biology, Center for Regenerative and Developmental Biology, Tufts University, Medford, Massachusetts 02155; Forsyth Institute and Harvard School of Dental Medicine, Boston, Massachusetts 02155); Wendy S. Beane, Joan M. Lemire, Alessio Masi (Department of Biology and Center for Regenerative and Developmental Biology, Tufts University, Medford, Massachusetts 02155). Induction of Vertebrate Regeneration by a Transient Sodium Current, The Journal of Neuroscience, September 29, 2010, 30(39):13192-13200 DOI:10.1523/JNEUROSCI.3315-10.2010
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment