Modifikasi Gen AmA1 Ciptakan Kentang Masa Depan Kaya Protein

Tinuku
KeSimpulan - Kentang India mengandung lebih banyak protein. Modifikasi gen atau genetically modified (GM) telah menciptakan kentang berprotein tinggi.

Kentang transgenik ini megandung protein per gram lebih tinggi 60 persen dari kentang biasa. Bukan itu saja, tanaman GM juga menghasilkan kentang lebih banyak per hektar. Ini menjadi pertama kalinya hasil modifikasi genetik sedehana untuk meningkatkan produksi.

Kentang semakin populer untuk meningkatkan produksi pangan di India, China dan negara-negara berkembang lainnya. Umbi-umbian terutama banyak karbohidrat, tetapi mengandung sedikit protein. Kentang medium (150 gram) mengandung 3 gram protein, sekitar 6 persen dari menu harian yang disarankan di AS. Variasi GM dengan kandungan ekstra 60 persen meningkat menjadi 4,8 gram, hampir 10 persen dari jumlah yang disarankan.

Subra Chakraborty dan rekan-rekannya dari Central Potato Research Institute di Shimla, India, menciptakan kentang berprotein tinggi yang disebut "protato" pada tahun 2003 yaitu memberi kentang dengan gen AmA1 (Amaranth Albumin 1) dari biji-bijian bayam, tanaman asli Amerika Selatan yang dimakan secara luas di seluruh negara-negara daerah tropis termasuk India. Kode gen untuk suatu "penyimpanan" protein di dalam biji bayam diinjeksi di protato yang terkait dengan kode DNA produksi protein di dalam umbi-umbian tersebut.

Tim ini sekarang menyambung gen ini ke dalam tujuh varietas kentang komersial dan uji lapangan akan dilakukan dalam beberapa musim. Hal ini penting karena tanaman GM sering berperilaku berbeda di laboratorium dan lapangan. Mereka melaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences

Beberapa umbi-umbian mengandung hampir dua kali lebih banyak protein sebagai prototipe dengan peningkatan beberapa asam amino esensial. Pengujian pada tikus dan kelinci tidak menunjukkan efek toksik atau alergi. Namun, tanaman ini juga mengandung lebih banyak photosynthesised dan menghasilkan 15-25 persen lebih banyak per hektar menurut beratnya, satu-satunya saat ini yang belum pernah dilaporkan sebelumnya untuk produksi dengan hanya satu gen ekstra.

UN Food and Agriculture Organization dalam laporannya memprediksi sebanyak 925.000.000 orang akan menderita kelaparan kronis pada tahun ini. "Meskipun berjanji bahwa tanaman GM dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mencapai keamanan pangan global," kata Chakraborty. Tanaman seperti ini sebagian besar digunakan untuk industri makanan atau pakan ternak, bukan untuk mendorong nutrisi manusia. Para peneliti berharap kondisi akan berubah dengan kentang ini.

Merideth Bonierbale, kepala perbaikan tanaman di International Potato Center di Lima, Peru, mengatakan organisasinya telah memilih untuk mengembangkan kentang dengan tingkat tinggi besi dan seng, karena kurangnya mereka menjadi masalah berat di banyak negara dan lebih sedikit dalam kentang bisa membuat perbedaan besar dalam diet seseorang. Kentang dari International Potato Center dibuat tanpa modifikasi genetik.

Chakraborty mengatakan tim peneliti sedang mengajukan ijin kepada regulator India untuk menjual kentang ini. Seperti apakah selera kentang GM yang berbeda? "Data kami menunjukkan kentang dimasak lebih baik dengan pengolahan kualitas dan palatabilitas," kata Chakraborty.

Subhra Chakraborty, Niranjan Chakrabortya, Lalit Agrawal, Sudip Ghosh, Kanika Narula, Shubhendu Shekhar, Asis Datta (National Institute of Plant Genome Research, New Delhi 110067, India); Prakash S. Naik, Swarup Kumar Chakrborti (Central Potato Research Institute, Shimla, Himachal Pradesh 171001, India)
P.C. Pande (Central Potato Research Institute Campus, Modipuram, Uttar Pradesh 250110, India). Next-generation protein-rich potato expressing the seed protein gene AmA1 is a result of proteome rebalancing in transgenic tuber, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), September 20, 2010, DOI:10.1073/pnas.1006265107
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment