Skip to main content

Analisis Data Resolusi Tinggi Melas Chasma Bentangan Lembah di Planet Mars

loading...
Tinuku
KeSimpulan.com - Melas Chasma, sebuah lembah yang dijuluki sebagai Super Grand Canyon di permukaan planet Mars.

Dengan kedalaman hingga 9 kilometer di beberapa tempat atau hampir enam kali lebih dalam daripada rata-rata lembah terkenal Bumi. Ngarai ini sendiri merupakan salah satu bentangan kecil dari lembah-lembah keretakan Marineris yang membujur panjang hingga 4000 kilometer.

Bagaimana jurang ini terbentuk masih merupakan misteri. Tetapi satu hal yang tampak jelas yaitu air memainkan peran dalam sejarahnya. Beberapa data bidikan foto resolusi tinggi terhadap Melas Chasma yang dirilis pekan lalu, analisis komputer merekonstruksi gambar 3D yang diambil dengan perangkat High-Resolution Stereo Camera yang dipasang di pesawat pengorbit European Mars Express proyek misi European Space Agency (ESA).

Bagian dinding ngarai runtuh (tanah longsor) di beberapa tempat pada masa lalu dengan puing-puing keluar ke dasar lembah. Tim ilmuwan dari German Aerospace Centre (Deutsche Zentrum für Luft und Raumfahrt; DLR) yang menganalisis tekstur batuan yang tersimpan pada tanah longsor, mengatakan bahwa material ini diangkut oleh air cair, es air atau lumpur. Sisi-sisi dinding menunjukkan bukti lembah longsor besar banyak yang telah menciptakan bentuk kipas. Kotoran ini tampak kasar dan campur aduk, kontras dengan permukaan yang lebih halus yang mendasari terciptanya baskom.

Ilmuwan juga melihat bukti sedimen di sisi paparan ngarai dan batu berwarna yang tampaknya terdiri dari sulfat sebagai bekas danau, petunjut lain secara kuat dari masa lalu Mars sebagai planet basah. Gambar-gambar diperoleh sejak 1 Juli 2006 berpusat di 10O lintang selatan selatan dan 290O lintang Timur, meliputi area seluas sekitar 200 x 100 kilometer dengan resolusi sekitar 23 meter per pixel.

Peta elevasi kode warna menunjukkan variasi yang besar terhadap ketinggian suatu kawasan. Di Bumi, kita menggunakan permukaan laut. Untuk Mars, para planetolog menentukan rata-rata bentuk dan ukuran untuk sebuah permukaan berdasarkan pengamatan pesawat ruang angkasa. Mereka menyebutnya 'areoid' dan menggunakan permukaan sebagai setara dengan permukaan laut. Beberapa lembah kuno telah diawetkan di dataran tinggi di bagian atas tebing. Orientasi sejajar dengan tepi tebing yang mungkin menunjukkan bahwa lembah awalnya mengikuti jalur sesar tua.

The High Resolution Stereo Camera (HRSC) milik Badan Antariksa Eropa dengan misi Mars Express dipimpin oleh Principal Investigator (PI) Prof Dr Gerhard Neukum yang juga bertanggung jawab untuk desain teknis kamera. Tim ilmuwan terdiri dari 45 peneliti dari 32 lembaga dan 10 negara. Kamera ini dikembangkan di German Aerospace Center (DLR) di bawah PI, G. Neukum, dan dibangun bekerjasama dengan mitra industri (EADS Astrium, Lewicki Microelectronic GmbH dan Jena-Optronik GmbH). Mars Express dioperasikan oleh DLR Institute of Planetary Research, melalui ESA/ESOC. Pengolahan sistematis data gambar HRSC dilakukan DLR.
  1. European Mars Express ~http://www.esa.int/SPECIALS/Mars_Express
  2. European Space Agency (ESA) ~ http://www.esa.int/esaCP/index.html
  3. German Aerospace Centre (Deutsche Zentrum für Luft und Raumfahrt; DLR) ~ http://www.dlr.de
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments