Asupan Rendah Vitamin B12 Resiko Tinggi Alzheimer

Tinuku
KeSimpulan.com - Asupan rendah vitamin B12 terkait dengan Alzheimer. Vitamin B12 menurunkan konsentrasi amino acid homocysteine.

Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan dosis besar vitamin B bisa mengurangi laju penyusutan otak. Babak Hooshmand dan koleganya dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, mengikuti 271 orang sehat berusia 65-79 selama tujuh tahun. Para peneliti mengukur konsentrasi amino acid homocysteine dalam darah yang telah dikaitkan dengan dampak negatif pada otak seperti stroke. Mereka juga mengukur kadar vitamin B12 aktif yang dapat menurunkan kadar homocysteine tersebut.

Pada akhir penelitian sebanyak 17 orang mengembangkan Alzheimer yang memiliki kadar homocysteine di atas rata-rata dengan 16 persen risiko yang lebih tinggi terkena Alzheimer, sedangkan mereka dengan asupan B12 aktif di atas rata-rata memiliki resiko terkena Alzheimer hanya 2 persen.

"Longitudinal study yang sangat meyakinkan," kata David Smith dari University of Oxford yang telah meneliti efek suplemen vitamin B terhadap demensia dan penyusutan otak. Smith mengatakan ini merupakan pertama kali menunjukkan rendahnya asupan vitamin B12 aktif memicu risiko demensia beberapa tahun kemudian.

Meskipun kekurangan vitamin B12 telah umum di antara pada orang tua, bukti lebih banyak dibutuhkan sebelum merekomendasikan suplemen vitamin B12 dapat mencegah demensia, kata Hooshmand.
  1. B. Hooshmand, A. Solomon, I. Kåreholt, J. Leiviskä. Rusanen, S. Ahtiluoto, B. Winblad, T. Laatikainen, H. Soininen, and M. Kivipelto. Homocysteine and holotranscobalamin and the risk of Alzheimer disease, Neurology, 2010, Vol.75, p.1408-1414
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment