Detektor Uap Triacetone Triperoxide (TATP) Bom Sol Sepatu

Tinuku
KeSimpulan.com - Perhatian-perhatian, para penumpang diharap melepas sepatu sebelum menuju ke dalam pesawat!

Salah satu aspek yang paling mengganggu perjalanan udara yaitu melepas sepatu dalam antrian pemeriksaan keamanan. Tetapi kini para peneliti mengembangkan sebuah sensor genggam yang cepat mendeteksi keberadaan triacetone triperoxide (TATP), bahan peledak. Perangkat ini juga dapat mencium sejumlah bahan kimia beracun dan berbahaya lainnya.

TATP ditemukan tahun 1895 oleh kimiawan Jerman Richard Wolffenstein dan peroksida sebagai bahan peledak. TATP tidak dikenal untuk keperluan lain kecuali sebagai bahan peledak. Richard Reid dijuluki "shoe bomber" (karena mempopulerkan bom dalam sepatu) dihukum karena memasukan TATP dalam sepatu dan mencoba dinyalakan dalam penerbangan dari Paris ke Miami pada tahun 2001. Sejak itu, semua penumpang penerbangan di AS harus melepas sepatu untuk pemeriksaan x-ray.

Metode skrining menjadi rumit karena TATP sangat sulit dilacak. Tidak bercahaya dalam sinar ultraviolet. Dapat dideteksi secara langsung tetapi menggunakan instrumen yang rumit, bahkan proses deteksi terdistorsi oleh kelembaban udara atau produk kebersihan pribadi dan parfum. Ancaman semakin meningkat karena para teroris dapat dengan mudah memproduksi TATP hanya dengan formula bahan kimia yang umum tersedia.

Tetapi TATP ini memancarkan jejak uap, kata Kenneth Sulick, kimiawan dari University of Illinois, Urbana-Champaign, yang bekerja pada sensor disebut colorimetric arrays yang dapat mendeteksi konsentrasi rendah zat dan membedakan antar varietas dari substansi yang sama. Sensor titik-titik bahan kimia disimpan dalam kotak plastik yang berubah warna bila terkena jumlah terkecil dari zat-zat tertentu, Sulick bersama Hengwei Lin melaporkan ke Journal of American Chemical Society.

Kunci deteksi TATP adalah sebuah acid catalyst yang disebut Amberlyst 15. "Kami menangkap aliran udara yang mengandung uap TATP," kata Sulick. Ketika tetesan mikroskopis TATP muncul dalam kontak dengan katalis, Amberlyst 15 langsung diekstrak TATP menjadi acetone and peroxide yang keduanya mengubah warna colorimetric arrays dalam pola yang dapat diprediksi langsung dengan kecocokan gambar database.

Ketika uap TATP tercium array, peneliti bisa mendeteksi TATP dengan konsentrasi 2/1.000.000.000 dalam hitungan detik sehingga cukup peka melihat bahan peledak. Perangkat genggam digunakan dengan cara yang sama. petugas keamanan melambai di dekat sepatu penumpang. Jika prosesor gambar digital pada perangkat membaca perubahan warna yang sesuai dengan database di layar, maka ada bahan TATP.

"Ini adalah teknologi untuk kepentingan umum," kata Sulick menjelaskan bahwa dalam studi sebelumnya mereka telah menunjukkan dapat "dengan mudah mendeteksi dan mengidentifikasi 20 varian [gas industri beracun] yang paling berbahaya bagi kehidupan atau kesehatan" seperti fluorine atau hydrogen sulfide dalam konsentrasi yang jauh di bawah tingkat eksposur.

Sulick dan Lin juga berusaha miniaturirasi perangkat, sebuah sensor yang dapat memantau seseorang yang terpapar bahan kimia beracun. Tetapi aplikasi secepatnya adalah keamanan bandara dimana manufaktur produsen sensor iSense dari Santa Monica, California, akan mengkomersilkan perangkat baru ini. "Bayangkan tidak harus mencopot sepatu Anda," kata Sulick.

"Ini kemajuan yang nyata, lompatan yang signifikan dari pendekatan tradisional untuk melihat molekul, di mana kimiawan mencoba untuk merancang sebuah molekul tunggal yang akan berinteraksi dengan [kimia] tunggal," kata Nathaniel Finney, kimiawan organik dari University of Zurich di Swiss, dimana tuntutan penerapkan teknologi pada "senyawa yang relatif minimal untuk deteksi yang dilaporkan luar biasa."

Robert Grubbs, kimiawan dari California Institute of Technology di Pasadena yang memenangkan Hadiah Nobel 2005 di bidang kimia menyebut studi "pendekatan yang sangat praktis untuk masalah penting." Selama ini deteksi TATP terkendala oleh kelembaban dan distorsi bahan kimia lain dalam radius lingkungan.
  1. Hengwei Lin and Kenneth S. Suslick (Department of Chemistry, University of Illinois at Urbana−Champaign, 600 South Mathews Avenue, Urbana, Illinois 61801). A Colorimetric Sensor Array for Detection of Triacetone Triperoxide Vapor, Journal of American Chemical Society, October 15, 2010, DOI:10.1021/ja107419t
  2. Sung H. Lim (iSense LLC, 470 Ramona St, Palo Alto, California 94301, USA); Liang Feng, Jonathan W. Kemling, Christopher J. Musto, Kenneth S. Suslick (Department of Chemistry, University of Illinois at Urbana-Champaign, 600 South Mathews Avenue, Urbana, Illinois 61801, USA). An optoelectronic nose for the detection of toxic gases, Nature Chemistry 1, 562 - 567 (2009), DOI:10.1038/nchem.360
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment