Skip to main content

Elvis Homo Heidelbergensis Tertua dan Kepedulian Peradaban Pemburu Pengumpul

loading...
Tinuku
KeSimpulan.com - Kepedulian pemburu dan pengumpul untuk pertama kali. Seseorang yang terlalu tua untuk berburu dan badan bungkuk.

Orang tua berbadan bungkuk yang mungkin membutuhkan tongkat untuk berdiri tegak dan mungkin juga menderita sakit punggung. Tetapi anggota keluarga manusia yang hidup sekitar 500.000 tahun lalu adalah orang purba paling tua yang pernah ditemukan. Individu dari spesies Homo heidelbergensis yang diberi nama "Elvis" oleh para peneliti karena memiliki pelvis dan tulang punggung yang lebih rendah dari semua temuan fosil di Atapuerca, Spanyol utara.

Orang yang hidup dari peradaban pemburu-pengumpul tersebut berusia sekitar 45 tahun ketika meninggal. "Tulang belakang membungkuk begitu, untuk menjaga postur tegak mungkin membutuhkan tongkat, sama seperti orang tua pada hari ini," kata Alejandro Bonmatí dari Complutense University of Madrid, Spanyol.

Kenyataan bahwa Elvis begitu lemah menunjukkan ia diurus oleh orang-orang sezamannya, tim Bonmatí menunjukkan bukti yang bagus bahwa pemburu-pengumpul tidak meninggalkan yang lemah. Elvis tidak bisa menjadi pemburu yang aktif, juga tidak bisa membawa beban berat. Para peneliti melaporkan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Untuk makanan dia akan bergantung pemberian anggota kelompok lain. Namun, bukannya menjadi beban, dia mungkin memiliki pengetahuan yang berharga bahwa ia bersama dengan anggota lain dari kelompok yang membantu mereka bertahan hidup, memberikan bukti untuk kelompok yang disosialisasikan dengan ikatan solidaritas," kata Bonmatíd.

Banyak ilmuwan berspekulasi, tetapi kita tahu bahwa H. heidelbergensis adalah spesies berjalan tegak yang memunculkan Homo Neanderthal dan kemudian manusia modern.

Di masa jayanya, Elvis seorang cowok yang berpostur tinggi sekitar 1,7 meter dan berat badan minimal 90 kilogram. Tetapi analisis menunjukkan vertebra yang lebih rendah ia dalam kondisi defisit dan pikun. Selain menjadi membungkuk juga memiliki ruas tulang yang terus-menerus menyelinap dan menyakitkan. Dia juga mengembangkan pertumbuhan tulang pada ruas yang lain, pada manusia modern ini sakit tulang yang sangat parah.

Pada tahun lalu, tim yang sama melaporkan temuan fosil dari Atapuerca bahwa seorang anak sekitar 12 tahun dengan kelainan tengkorak dirawat oleh kelompok yang sama. "Kami memiliki bukti-bukti orang-orang ini peduli. Orang yang dirawat ini mungkin bisa bergerak, tapi tidak bisa mendapatkan makanan sendiri, sehingga menunjukkan tingkat dukungan sosial dan dihargai oleh orang-orang sezamannya," kata Chris Stringer, antropolog dari Natural History Museum di London.
  1. Alejandro Bonmatí, Asier Gómez-Olivencia, Juan-Luis Arsuaga, José Miguel Carretero, Ana Gracia, Ignacio Martínez, Carlos Lorenzo, José María Bérmudez de Castro and Eudald Carbonell. Middle Pleistocene lower back and pelvis from an aged human individual from the Sima de los Huesos site, Spain, Proceedings of the National Academy of Sciences, October 11, 2010, DOI:10.1073/pnas.1012131107
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments