Hasil Re-Dating Radiokarbon Set Ulang Kecerdasan Neanderthal

Tinuku
KeSimpulan.com - Kemunduran kognisi Neanderthal? Hasil re-dating menanyakan kecerdasan Neandertal untuk diperdebatkan minggu ini.

Banyak peneliti menggambil kredit dari sepupu evolusioner kita, dianggap saudara yang kasar dan bodoh tetapi "berperilaku modern" seperti membuat alat-alat canggih dan perhiasan tanda ekspresi simbolik. Namun dating radiokarbon baru dari situs di Perancis menunjukkan pandangan yang menyanjung.

Studi ini menyimpulkan bahwa lapisan-lapisan arkeologi di situs begitu bercampur dengan ornamen dan alat yang selama ini dikaitkan dengan Neanderthal, kemungkinan benar-benar karya manusia modern yang tinggal di gua yang sama di kemudian hari.

Bahkan sekarang, salah satu peneliti terkemuka berpendapat bahwa situs Grotte du Renne (reindeer cave) di Arcy-sur-Curr, Perancis tengah, harus dihilangkan dari pertimbangan ilmiah. "Situs kunci ini harus didiskualifikasi dari perdebatan tentang simbolisme [Neandertal]," kata Randall White, Antropolog New York University.

Tetapi João Zilhão, arkeolog University of Bristol, Inggris yang sering bertemu dengan White dan peneliti lainnya selama penelitian di Grotte du Renne mengatakan bahwa studi baru "membuktikan kebalikan dari apa [yang penulis] klaim."

The Grotte du Renne digali antara 1949 hingga 1963 oleh prehistorian akhir dari Perancis André Leroi-Gourhan yang menemukan 15 tingkat kedudukan hominid mulai dari sekitar 45.000 hingga 28.000 tahun yang lalu. Periode ini termasuk kedudukan tumpang tindih di Eropa oleh Neanderthal yang muncul sekitar 130.000 tahun lalu dan menghilang pada 30.000 tahun yang lalu, kemudian manusia modern dari Afrika tiba di Eropa antara 45.000 hingga 40.000 tahun yang lalu hingga sekarang.

Leroi-Gourhan mengatribusi artefak di tingkat terendah untuk Neanderthal dan artefak di tingkat yang lebih tinggi untuk manusia modern, sebagian besar didasarkan pada jenis alat yang mereka buat. Tetapi lapisan tengah situs termasuk peralatan dari tulang, ornamen gading, dan artefak canggih lainnya di mana Leroi-Gourhan mengkaitkan dengan budaya yang disebut Châtelperronian.

Meskipun artefak Châtelperronian mirip yang dibuat oleh manusia modern, banyak peneliti yang mengaitkan mereka untuk Neanderthal karena kadang-kadang ditemukan bersama fosil Neanderthal. Memang di situs Grotte du Renne, Leroi-Gourhan menemukan sekitar 30 gigi Neanderthal di tingkat Châtelperronian yang dapat dibedakan dari gigi manusia modern yang didasarkan pada ukuran dan bentuk katup serta fitur lainnya.

Kebanyakan perdebatan tentang Châtelperronian yang dimulai sekitar 40.000 tahun yang lalu telah berkisar tentang: apakah Neanderthal menciptakannya atau hanya menyalin perilaku manusia modern yang masuk. Namun baru-baru ini, beberapa peneliti telah mulai mempertanyakan apakah Neanderthal yang membangun Châtelperronian.

Dalam studi baru yang dilaporkan menggu ini di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), sebuah tim yang dipimpin oleh pakar dating Thomas Higham, University of Oxford, Inggris, melaporkan 31 dating radiokarbon baru dari Grotte du Renne menggunakan metode penyaringan baru untuk memurnikan sampel radiokarbon dan menghapus kontaminasi oleh sumber karbon modern yang telah lama mengganggu akurasi.

Dating diperoleh dari material seperti peralatan tulang dan perhiasan yang terbuat dari gigi binatang. Di lapisan atas terkait dengan waktu manusia modern tidak lebih dari 35.000 tahun, artefak dari level Châtelperronian berkisar antara 21.000 tahun yang lalu ketika Neandertals telah lama punah pada 49.000 tahun yang lalu sebelum fajar Châtelperronian benar-benar dimulai. Memang, Higham dan koleganya menemukan bahwa setidaknya sepertiga dari tanggal Châtelperronian berada di luar periode waktu yang dikenal dari budaya ini.

Tim ini menyimpulkan bahwa level arkeologi telah bercampur selama ribuan tahun dan artefak muda yang dibuat oleh manusia modern mungkin telah pindah ke dalam rentang panjang yang dikaitkan dengan Neanderthal. "Bukti dari Grotte du Renne harus dianalisis dengan sangat hati-hati," kata tim dating. Mereka tidak berspekulasi mengenai apakah lapisan menjadi bercampur melalui proses sedimentasi alam atau galat eksvakasi yang menyebabkan beberapa artefak ditempatkan pada tingkat yang salah.

White mengatakan bahwa hasil ini seharusnya tidak mengherankan karena eksvakasi oleh Leroi-Gourhan tersebut dilakukan "pada saat teknik penggalian pada umumnya belum sempurna." Hanya satu situs Châtelperronian yang telah menghasilkan ornamen pribadi (perhiasan) dalam jumlah yang lebih sedikit. Artinya klaim bahwa Neandertal mampu mengekspresikan simbolik sangat tergantung pada bukti di Grotte du Renne. Tetapi sanggahan dari Zilhão bahwa dua-pertiga dari dating konsisten dengan Neandertal Châtelperronian, sedangkan yang lain, dating bisa hasil kontaminasi daripada pencampuran antar lapisan artefak.

Namun Higham yang telah melakukan re-dating pada hampir 20 situs manusia Neanderthal yang lain dan manusia modern di Eropa mengatakan bahwa Grotte du Renne adalah unik dalam memproduksi berbagai tanggal yang liar tersebut. "Saya rasa ini memberitahu sesuatu pada kita. Situs ini memiliki beberapa masalah," kata Higham.
  1. Thomas Higham, Laura Basell, Rachel Wood, Christopher Bronk Ramsey (Oxford Radiocarbon Accelerator Unit, Research Laboratory for Archaeology and the History of Art, University of Oxford, Oxford OX1 3QY, United Kingdom); Roger Jacobi (British Museum, Franks House, London N1 5QJ, United Kingdom; Natural History Museum, London SW7 5BD, United Kindom); Michèle Julien, Francine David (Archéologies et Sciences de L'Antiquité, Unité Mixte de Recherche 7041, Centre National de la Recherche Scientifique, 92023 Nanterre, France); and William Davies (Centre for the Archaeology of Human Origins, Department of Archaeology, University of Southampton, Southampton SO17 1BF, United Kingdom). Chronology of the Grotte du Renne (France) and implications for the context of ornaments and human remains within the Châtelperronian, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), October 18, 2010, DOI:10.1073/pnas.1007963107
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment