Konversi Deteksi Cahaya Menjadi Gelombang Suara Kosmik

Tinuku
KeSimpulan.com - Gelombang suara menawarkan petunjuk sistem planet. Menggunakan detektor peka cahaya untuk merekam suara kosmik.

Gelombang suara yang berasal dari ribuan bintang jauh memantul ke pesawat ruang angkasa NASA Kepler dicatat sebagai nada tinggi, rendah, dan segala sesuatu di antaranya. Amplitudo dan frekuensi setiap gelombang suara yang dideteksi Kepler menjadi film cahaya bintang yang memungkinkan untuk mengukur umur dan ukuran bintang dengan akurat.

Seiring dengan data yang dikumpulkan oleh sebuah misi Eropa, COROT, serta pengamatan Kepler memunculkan wawasan baru tentang sistem bintang beserta planet-planetnya. "Penentuan massa, jari-jari dan umur planet dan bintang host adalah relevansi penting sebagai parameter-parameter yang dapat digunakan untuk menandai planet itu sendiri, misalnya rata-rata densitas yang memberikan wawasan ke dalam struktur internal dan komposisi," kata Andrea Miglio dari University of Li├Ęge di Belgia yang bukan anggota tim Kepler.

Meskipun bintang KIC 11026764 (yang misterius dan belum diketahui status planet-planet yang mengorbitnya), para peneliti dapat menggunakan Kepler untuk secara tepat mengukur diameter dan umur bintang serta planet di dalamnya, kata Travis Metcalfe dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado. Informasi tersebut pada gilirannya dapat mendorong misi utama Kepler dalam menemukan planet seukuran Bumi dengan mendeteksi sejumlah kecil cahaya setiap kali lewat di depan bintang host.

Jumlah cahaya yang diblokir pada setiap minieclipse dan durasinya tergantung pada diameter relatif dari bintang dan planet. Dengan mengukur diameter bintang, peneliti kemudian dapat menentukan diameter planet yang mengorbit dan secara akurat menghitung kepadatannya (indikator komposisi planet dan mungkin potensi untuk uji habitasi).

Sangat mudah untuk merekam kedipan yang dihasilkan oleh gelombang suara pada KIC 11026764 karena bintang ini merupakan salah satu paling bercahaya ditangkap Kepler. Untuk menentukan umur bintang, para ilmuwan Kepler membandingkan gelombang suara di sepanjang jalan menuju inti bintang sebelum menuju ke permukaan detektor. Ciri khas sebuah bintang tua yaitu sebagian besar hidrogen telah menjadi helium (material yang lebih padat).

Gelombang suara yang meluncur melalui media padat memiliki kecepatan yang lebih tinggi sehingga tim Metcalfe dapat mematok bintang pada 5,94 milyar tahun dengan galat 15 persen (perkiraan usia bintang-bintang sebelumnya dalam 50 persen). Para peneliti melaporkan 21 Oktober di arXiv.

"Kami menghitung rincian struktur internal suatu bintang yang benar-benar tidak bisa dihitung dengan cara lain," kata Ron Gilliland dari Space Telescope Science Institute di Baltimore yang juga anggota tim peneliti Kepler.

Karena planet lahir setelah bintang host, umur bintang menjadi dasar umur planet tersebut. Dengan kemampuan Kepler untuk menentukan umur secara tepat, pesawat ini diharapkan mengungkapkan kronologis evolusi planet-planet dari yang paling muda hingga paling tua.

Para peneliti juga melaporkan bahwa Kepler telah menanangkap starquakes pada lebih dari 1.000 bintang merah raksasa atau bintang manula. Daniel Huber dari University of Sydney dan rekan-rekannya, mengatakan peneliti dapat lebih baik dalam mempelajari nasib bintang menjadi raksasa merah pada sekitar 5 milyar tahun seperti komposisi, massa dan kepadatannya.
  1. T. Kallinger et al. Astroseismology of red giants from the first four months of Kepler data: Fundamental parameters. arXiv:1010.4589v1 [astro-ph.SR], Submitted on 21 Oct 2010
  2. D. Huber et al. Astroseismology of red giants from the first four months of Kepler data: Global oscillation parameters for 800 stars. 2010. arXiv:1010.4566v1 [astro-ph.SR], Submitted on 21 Oct 2010
  3. T.S. Metcalfe, et al. A precise astroseismic age and radius for the evolved Sun-like star KIC 11026764. arXiv:1010.4329v1 [astro-ph.SR], Submitted on 20 Oct 2010
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment