Ledakan Supernova SDWFS-MT-1 aka SN 2007va Di Balik Debu

Tinuku
KeSimpulan.com - Bintang tersembunyi meledak di balik Debu. Jika bintang meledak di balik awan debu, dapatkah kita melihatnya? Para astronom bisa.

Tetapi pada awalnya mereka tidak yakin dengan apa yang mereka lihat. Menggunakan teleskop antariksa Spitzer untuk mencari lubang hitam supermasif di pusat galaksi yang jauh, tim peneliti ini menemukan sesuatu yang tidak terduga yaitu awan debu panas, lebih panas dari biasanya.

Studi lebih lanjut dilakukan, para ilmuwan menyimpulkan bahwa panas disebabkan oleh ledakan bintang setidaknya memiliki massa 50 kali lebih besar dari massa Matahari. Tetapi sebelum bintang menjadi supernova (SN), dua kali lipat gas telah disuntikan. Akhirnya gas yang masuk ke dalam debu dan debu yang menyerap cahaya dari ledakan itu mengubahnya menjadi panas yang muncul sebagai radiasi yang ditangkap detektor inframerah Spitzer.

Tim yang dipimpin Szymon Kozlowski melaporkan di The Astrophysical Journal: "We report the discovery of a 6 month long mid-infrared transient, SDWFS-MT-1 (aka SN 2007va), in the Spitzer Deep, Wide-Field Survey of the NOAO Deep Wide-Field Survey Boötes field. The transient, located in a z = 0.19 low-luminosity (M[4.5] sime -18.6 mag, L/L * sime 0.01) metal-poor (12 + log(O/H) sime 7.8) irregular galaxy, peaked at a mid-infrared absolute magnitude of M[4.5] sime –24.2 in the 4.5 μm Spitzer/IRAC band and emitted a total energy of at least 1051 erg".

Emisi optik redup mungkin di pertengahan inframerah, meskipun kendala tim pada emisi optik rendah karena transient memuncak ketika sumber berada "di balik" Matahari. Data Spitzer konsisten dengan emisi suhu ~1350 K. Peneliti mengesampingkan sejumlah skenario seperti transien sebagai bintang galactic, aktivitas inti galaksi aktif, meledak γ-ray, gangguan pasang surut bintang oleh lubang hitam, dan lensa gravitasi.

Skenario yang paling masuk akal adalah supernova meledak secara massive, sirkum bintang tebal yang terdiri dari banyak material shell yang sebelumnya dikeluarkan. Jika skenario ini benar, maka fraksi yang signifikan (~10%) dari SN yang paling terang memunculkan debu di sekelilingnya tidak hanya sebelum tetapi juga sesudah SN terjadi. Distribusi energi spektral asal muasal SN seperti ini menjadi versi sedikit lebih dingin dari η Carinae yang memuncak pada 20-30 μm.
  1. Szymon Kozłowski, C.S. Kochanek, D. Stern, J.L. Prieto, K.Z. Stanek, T.A. Thompson, R.J. Assef, A.J. Drake, D.M. Szczygie, P.R. Woźniak, P. Nugent, M.L.N. Ashby, E. Beshore, M.J.I. Brown, Arjun Dey, R. Griffith, F. Harrison, B.T. Jannuzi, S. Larson, K. Madsen, B. Pilecki, G. Pojmański, J. Skowron, W.T. Vestrand and J.A. Wren. SDWFS-MT-1: A Self-Obscured Luminous Supernova at z sime 0.2, The Astrophysical Journal, Volume 722, Number 2, DOI:10.1088/0004-637X/722/2/1624
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment