Orbit Planet OGLE-TR-113B Menyusut di Ambang Kematian

Tinuku
KeSimpulan.com - Kiamat diprediksi menimpa sebuah planet yang menuju spiral bintang. Belasungkawa segera untuk kematian planet OGLE-TR-113B.

Planet OGLE-TR-113B yang ditemukan pada tahun 2002 menjadi pertama kali yang tampaknya menuju spiral bintang dan menuju kematian secara mengerikan. Sebuah dunia berukuran planet Jupiter yang mengorbit bintang, dimana kita melihat peredupan cahaya bintang ketika planet tersebut berada di garis sejajar antara Bumi dengan bintang host planet. Proses transit planet tersebut terjadi pada setiap panjang orbit 32 jam.

Namun pengamatan yang dilakukan para astronom antara tahun 2002 hingga tahun 2009 menggunakan MagIC di 6.5-meter Magellan Telescopes, Las Campanas Observatory, Chile, menunjukkan bahwa waktu transit planet tersebut terus diperpendek sekitar 60 milidetik per tahun. Elisabeth Adams dari Massachusetts Institute of Technology dan rekan-rekanya melaporkan di The Astrophysical Journal:

We present six new transits of the hot Jupiter OGLE-TR-113b observed with MagIC on the Magellan Telescopes between 2007 January and 2009 May. We update the system parameters and revise the planetary radius to Rp = 1.084 ± 0.029Rj , where the error is dominated by stellar radius uncertainties. The new transit midtimes reveal no transit timing variations from a constant ephemeris of greater than 13 ± 28 s over two years, placing an upper limit of 1-2 M on the mass of any perturber in a 1:2 or 2:1 mean-motion resonance with OGLE-TR-113b. Combining the new transit epochs with five epochs published between 2002 and 2006, we find hints that the orbital period of the planet may not be constant, with the best fit indicating a decrease P = -60 ± 10 of ms yr-1. If real, this change in period could result from either a long-period (more than eight years) timing variation due to a massive external perturber or more intriguingly from the orbital decay of the planet. The detection of a changing period is still tentative and requires additional observations, but if confirmed it would enable direct tests of tidal stability and dynamical models of close-in planets.

Ini menyiratkan bahwa orbit planet semakin lama semakin menyusut dan saat ini hanya sebanding 2 persen jarak antara Bumi dengan Matahari. Spiral seperti sebuah planet mengorbit semakin masuk ke dalam sebagai gravitasi tunda antara dua benda yang akan menambah tingkat putaran terhadap bintang dengan energi yang dibayar mahal dengan orbital planet itu.

Bersama kecepatan orbit saat ini, planet akan dicabik-cabik oleh gravitasi bintang. "Ini akan menjadi sangat spektakuler. Anda akan menyaksikan sebuah planet diparut," kata Rory Barnes dari University of Washington di Seattle.

Penjelasan lain, jika bintang memiliki pasangan bintang lain yang tersembunyi, sistem bintang ini akan bergerak lebih dekat ke planet dalam menanggapi gravitasi bintang mitra. Ini akan mempersingkat waktu nyata transit, setidaknya sampai orbit mitra mulai menarik sistem menjauh lagi dari planet. Tim peneliti berencana untuk terus memantaunya untuk menguji hipotesis ini.
  1. E.R. Adams (Department of Earth, Atmospheric, and Planetary Sciences, Massachusetts Institute of Technology, 77 Massachusetts Ave., Cambridge, MA, 02139, USA); M. López-Morales (Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution of Washington, 5241 Broad Branch Road NW, Washington, DC 20015-1305, USA); J.L. Elliot, S. Seager1,3 (Department of Earth, Atmospheric, and Planetary Sciences, Massachusetts Institute of Technology, 77 Massachusetts Ave., Cambridge, MA, 02139, USA; Department of Physics, Massachusetts Institute of Technology, 77 Massachusetts Ave., Cambridge, MA, 02139, USA); and D.J. Osip (Las Campanas Observatory, Carnegie Observatories, Casilla 601, La Serena, Chile). Six High-Precision Transits of OGLE-TR-113b, The Astrophysical Journal, Volume 721, Number 2, DOI:10.1088/0004-637X/721/2/1829
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment