Percikan Listrik Ventilasi Hidrotermal Dasar Laut Starter Kehidupan

Tinuku
KeSimpulan.com - Apakah kehidupan dimulai oleh percikan di kedalaman laut? Ventilasi hidrotermal dasar laut sediakan sumber listrik starter kehidupan.

Sekarang tim yang dipimpin oleh Ryuhei Nakamura dari University of Tokyo di Jepang menunjukkan bukti serobong tersebut dapat menghasilkan arus listrik. Mereka mengatakan arus listrik bisa membantu menghasilkan molekul berbasis karbon kompleks yang datang bersama-sama untuk memicu kehidupan serta menyediakannya seumber daya.

Ventilasi membawa mineral yang mengandung besi, tembaga dan belerang dari dalam kerak bumi ke dasar laut. Mineral memiliki kelebihan elektron, jadi Nakamura ingin mengetahui apakah elektron bisa menghasilkan arus listrik dalam lubang. Mereka melakukan eksperimen listrik di laboratorium berdasarkan ventilasi asap yang kaya sulfur dikenal sebagai black smoker. Cerobong yang diekstraksi dari lubang hidrotermal di tengah Samudra Pasifik Selatan.

Pertama, tim mengarahkan arus melalui dinding cerobong asap untuk menunjukkan kemampuan menghantarkan listrik. Selanjutnya mensimulasikan kondisi ke ventilasi hidrotermal dengan memompa panas di mana air kaya belerang pada salah satu sisi dinding ventilasi. Hal ini menghasilkan sebuah arus listrik lemah tetapi stabil di dinding ventilasi.

Tim berpikir dinding ventilasi mengkatalisis konversi sulfida menjadi sulfur elemental selama perjalanan fluida panas. Reaksi melepaskan elektron yang melewati dinding ke air garam di luar di mana mengubah oksigen terlarut menjadi peroksida hidrogen. Nakamura mendalilkan bahwa arus listrik ini bisa menyediakan sumber energi bagi bakteri dan melaporkan ke Angewandte Chemie.

Nick Lane, biokimiawan yang mempelajari ventilasi hidrotermal dari University College London, mengatakan temuan ini "menarik dan ingin tahu", tetapi hampir tidak ada oksigen di dalam lautan primordial untuk mempertahankan arus.

Nakamura menunjukkan oksigen digantikan karbon dioksida. Dalam kasus ini, CO2 telah dikonversi langsung ke molekul berbasis karbon, membuat molekul organik kompleks di lantai samudera sebagai prekursor kimia dari kehidupan. Langkah selanjutnya Nakamura akan mengkonfirmasi bahwa black smokers menghasilkan listrik ketika mereka berada di dasar laut, tidak hanya di laboratorium.
  1. Ryuhei Nakamura (Department of Applied Chemistry, The University of Tokyo, 4-6-1 Komaba, meguro-ku, Tokyo 153-8904, Japan, Fax: (+81) 3-5452-5748); Souichiro Kato (ERATO/JST, HASHIMOTO Light-Energy Conversion Project, 4-6-1 Komaba, meguro-ku, Tokyo 153-8904, Japan); Ken Takai, Masahiro Yamamoto (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), Yokosuka, Japan); Toshihiro Takashima, Kazuhito Hashimoto (Department of Applied Chemistry, The University of Tokyo, 7-3-1 Hongo, Bunkyo-ku, Tokyo 113-8656, Japan; ERATO/JST, HASHIMOTO Light Energy Conversion Project). Electrical Current Generation across a Black Smoker Chimney, Angewandte Chemie, Volume 49, Issue 42, pages 7692–7694, October 11, 2010, DOI:10.1002/anie.201003311
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment