Langsung ke konten utama

Proyek Laboratorium Detektor Terbesar Indian Neutrino Observatory

loading...
bisnis online
KeSimpulan.com - Laboratorium neutrino penangkap megnet terbesar di dunia secara resmi akan dibangun di India minggu ini.

Sebuah observatorium neutrino terbesar dalam sejarah akan dibangun di India, ketika Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara resmi menyetujui uji Amdal untuk proyek tersebut. Laboratorium bawah tanah senilai US$250.000.000 yang disebut Indian Neutrino Observatory (INO) akan dibangun di Bodi West Hills Reserved Forest, di negara bagian Tamil Nadu.

Bukit-bukit menjulang sangat tajam sehingga pekerja harus membuat terowongan horisontal sekitar 2 kilometer untuk laboratorium dengan sekitar 1300 meter batu granit berkualitas tinggi sebagai selubung di atasnya. Granit diperlukan untuk melindungi detektor neutrino dari partikel yang disebut muon yang terbentuk ketika sinar kosmis menghantam atmosfer.

INO dibuat dari 50.000 ton besi magnet atau jauh melebihi 12.500 ton magnet pada detektor Compact Muon Solenoid di CERN Jenewa, Swiss. "Ini akan menjadi magnet terbesar [yang pernah dibangun]," kata anggota tim MVN Murthy dari Institute of Mathematical Sciences di Chennai, Tamil Nadu, juga anggota tim proyek.

Neutrino akan berinteraksi dengan besi (berlapis dalam lembaran) dan memuntahkan partikel bermuatan sebagai jalur yang akan dibelokkan oleh medan magnet besi tersebut. Sekitar 30.000 detektor terjepit di antara lembaran besi untuk melacak partikel bermuatan, memberikan informasi tentang insiden neutrino. INO awalnya akan mempelajari neutrino ketika cahaya kosmik hancur di atas atmosfer.

Tidak seperti detektor neutrino umumnya (Super-Kamiokande di Jepang atau Sudbury Neutrino Observatory di Kanada), INO sensitif terhadap neutrino sekaligus anti-neutrino yang berinteraksi dengan materi melalui cara yang berbeda. Neutrino anti-materi dan variannya terombang-ambing di antara tiga jenis yaitu elektron, tau dan muon. INO dapat membantu para fisikawan dalam memahami ketiga jenis materi paling ringan hingga paling berat.

Ilmuwan INO berharap observatorium juga digunakan untuk mendeteksi neutrino yang dipancarkan dari reaktor-reaktor khusus yang dibangun di CERN atau Fermilab di dekat Chicago, Illinois. "Kami secara unik melihat neutrino mereka," kata Murthy. Karena sumber neutrino dari situs tersebut sangat terkontrol, fisikawan dapat mempelajari bagaimana neutrino berosilasi dari jenis lain ketika mereka melewati Bumi.

Ini bukan pertama kalinya tim INO berusaha untuk mendapatkan ijin Amdal pembangunan laboratorium. Sebelumnya, proyek telah memilih sebuah lokasi di Pegunungan Nilgiri, Tamil Nadu. Situs ini sangat ideal untuk sebuah stasiun tenaga listrik bawah tanah dengan terowongan 13 kilometer. Tetapi ditolak oleh pemerintah setempat karena daerah tersebut adalah habitat gajah dan harimau tamil yang terancam punah.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar