Skip to main content

Reseptor Follicle-Stimulating Hormone (FSH) Mendeteksi Kanker

KeSimpulan.com - Petunjuk kanker universal sebagai pilihan terapi baru. Sebuah metode skrining tunggal yang memaksa berbagai kanker untuk mengungkapkan diri.

Penanda kanker universal dapat membantu dokter menemukan dan mengobati tumor serta menyediakan data kepada ahli bedah dengan "garis putus-putus" untuk memotongnya. Kunci teknik ini adalah reseptor follicle-stimulating hormone (FSH). Reseptor ini (biasanya terlibat dalam mengendalikan siklus reproduksi wanita) muncul dalam jumlah yang luar biasa besar pada tumor prostat.

Tim peneliti dipimpin Aurelia Radu dari Mount Sinai School of Medicine di New York dan rekannya meneliti 1336 sampel tumor manusia, termasuk prostat, kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker liver. Tim ini menerapkan label antibodi berwarna untuk reseptor FSH dalam sampel. Mereka menemukan pada setiap sampel, antibodi terikat ke pembuluh darah di sekitar pinggiran tumor.

Radu belum tahu mengapa tumor pembuluh darah mengekspresikan reseptor, meskipun mungkin memainkan peran dalam pembentukan pembuluh darah baru. Radu mengatakan penanda ini bisa berguna dalam menunjukkan dengan tepat dan mengobati tumor. Saat ini, teknik imaging yang berbeda digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tumor. "Dengan tanda ini, kita bisa menggunakan suatu teknik pencitraan untuk seluruh tubuh," kata Radu yang berharap jelajah lebih luas memungkinkan deteksi dini tumor sekunder.

Kairbaan Hodivala-Dilke dari Barts and The London School of Medicine and Dentistry's Institute of Cancer sependapat. "Ini jelas petunjuk yang baik dan sangat berguna dalam operasi pasien," kata Hodivala-Dilke. Menggunakan antibodi berlabel warna untuk menyorot tepi tumor memungkinkan ahli bedah untuk "memotong di sepanjang garis".

Selain itu, dengan menempelkan obat kanker ke antibodi reseptor FSH, "kami memiliki potensi untuk target terapi secara eksklusif terhadap tumor", kata Radu. Obat yang menghambat reseptor FSH sudah dalam pengembangan, kata Radu yang berharap akan menguji coba sebagai obat anti-kanker masa depandan melaporkan ke New England Journal of Medicine.

"Ini adalah penelitian dengan potensi klinis signifikan," kata Edgar Ben-Josef, onkolog radiasi dari University of Michigan di Ann Arbor yang tidak terlibat dalam studi baru. "Fakta bahwa ini bukanlah sebuah fenomena yang terbatas pada hanya kanker prostat membuat temuan ini jauh lebih menarik," kata Ben-Josef.

"Kekuatan pendorong pertumbuhan tumor adalah proliferasi dari sel-sel kanker yang pada gilirannya menginduksi angiogenesis," kata Nicolae Ghinea, biolog sel dari University of Paris-Timur dan INSERM, French National Institute of Health and Medical Research di Créteil. Para peneliti juga menemukan bahwa sel-sel dengan reseptor FSH cenderung aktif di cluster tepi tumor. Lokasi ini, "konsisten dengan pandangan bahwa sel-sel tumor di bagian depan invasif menarik di sekitar pembuluh darah ke tumor," kata Ghinea.

Para peneliti sekarang mencoba untuk mengkonfirmasi dalam studi hewan bahwa reseptor FSH benar-benar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan tumor. Para peneliti juga ingin menentukan apakah senyawa yang menghambat reseptor atau protein FSH itu sendiri mungkin merupakan obat antikanker baru.
  1. Aurelian Radu, Christophe Pichon, Philippe Camparo, Martine Antoine, Yves Allory, Anne Couvelard, Gaëlle Fromont, Mai Thu Vu Hai, and Nicolae Ghinea. Expression of Follicle-Stimulating Hormone Receptor in Tumor Blood Vessels, New England Journal of Medicine, 2010: vol.363, p.1621
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments