September 2010 Ketebalan Es Kutub Utara Catat Rekor Terendah

Tinuku
KeSimpulan.com - Tanggal 19 September, es di laut Kutub Utara pada level minimum selama 2010 dengan luas 4,60 juta km persegi (1,78 juta mil persegi).

National Snow and Ice Data Center (NSIDC) melaporkan bahwa lapisan es di laut Arktik pada tahun 2010 adalah ketiga terendah dari catatan satelit. Rekor rendah tercatat pada tahun 2007 dengan luas 4.130.000 km persegi (1.590.000 mil persegi). Lapisan minimum 2010 menjadi bagian dari pola lebih besar dalam penurunan es laut Kutub Utara secara keseluruhan setidaknya semenjak awal 1970-an.

Gambar dari pengamatan es laut yang dikumpulkan oleh instrumen Advanced Microwave Scanning Radiometer (AMSR-E) di NASA’s Aqua satellite, menunjukkan es laut pada tanggal 19 September 2010. Daerah yang tertutup es dalam warna putih (konsentrasi tertinggi) dan cahaya biru (konsentrasi terendah). Air laut berwarna biru gelap dan daratan berwarna gelap abu-abu.

Garis kuning adalah laut es dengan rata-rata tingkat minimum selama rentang tahun 1979-2000, yaitu daerah yang setidaknya 15 persen tertutup es paling tidak setengahnya selama masa tersebut. Dibandingkan dengan rata-rata jangka panjang, konsentrasi es di laut utara Alaska dan Siberia timur semakin rendah pada tahun 2010.

Perilaku es laut Kutub Utara tidak biasa pada tahun 2010, kemunculannya mencapai batas minimum pada tanggal 10 yang direkam oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang terpasang di NASA’s Terra satellite. Setelah beberapa hari mengalami pertumbuhan, es laut menurun lagi sampai tanggal 19 September (NASA Earth Observatory).

Walt Meier, ilmuwan NSIDC, mengatakan pelelehan baru di akhir musim ini menyatakan bahwa lapisan es laut yang tipis dan longgar menjadi lebih rentan, tidak hanya mencair dengan sendirinya, tetapi juga disintegrasi dengan angin.

Lapisan minimum pada tahun 2010 menjadi bagian pola penurunan jangka panjang, terutama akumulasi dalam beberapa tahun yang berlangsung sepanjang pelelehan musim panas dan ke dingin lagi. Akumulasi ini dapat berlangsung selama beberapa tahun dan akhirnya tumbuh hingga ketebalan 4 meter (13 kaki).

Es lebih tipis, lebih asin dan lebih rentan mencair. "Sebuah band ketebalan es kemungkinan akan bertahan di sepanjang utara Greenland dan Kanada utara untuk beberapa waktu. Tetapi dalam 10 sampai 15 tahun mendatang, mungkin ada air terbuka cukup luas di Kutub Utara pada musim panas," kata Ted Scambos, kepala ilmuwan di NSIDC.
  1. National Snow and Ice Data Center (NSIDC) ~ http://nsidc.org
  2. Advanced Microwave Scanning Radiometer (AMSR-E) ~ http://www.ghcc.msfc.nasa.gov/AMSR
  3. NASA’s Aqua satellite ~ http://aqua.nasa.gov
  4. Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) ~ http://modis.gsfc.nasa.gov
  5. NASA’s Terra satellite ~ http://terra.nasa.gov
  6. NASA Earth Observatory ~ http://earthobservatory.nasa.gov
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment