Survei Statistik Kemungkinan Exoplanet Layak Huni Seukuran Bumi

Tinuku
KeSimpulan.com - Perburuan dunia baru layak huni. Obsesi para astronom yaitu menemukan Planet pelabuhan habitasi seukuran Bumi.

Pada bulan Mei 2009, NASA melakukan perjudian besar dengan meluncurkan pesawat antariksa US$600 juta untuk memburu planet layak huni mirip Bumi yang mengorbit bintang lain. Kini para astronom statistik lebih memberikan harapan untuk membayar perjudian tersebut.

Sebuah studi baru memperkirakan dalam beberapa bulan mendatang, pesawat antariksa Kepler akan menghasilkan data ratusan exoplanet seukuran Bumi namun tidak nyaman karena mengorbit sangat dekat dengan bintang host. Betapa sulitnya mencari dunia untuk dihuni dan sama sekali tidak jelas kapan tim NASA Kepler menemukannya dunia yang diidam-idamkan tersebut. Sebagian besar exoplanet yang telah ditemukan saat ini lebih besar dan lebih panas dari Jupiter.

Untuk mengatasi tantangan dalam pencarian yang lebih baik tersebut, Andrew Howard dan Geoffrey Marcy, astronom dari University of California, Berkeley, memilih 166 bintang yang serupa dengan Matahari dan berjarak 80 tahun cahaya, meskipun ini bukan target Kepler. Selama 5 tahun, mereka memantau frekuensi cahaya dari bintang-bintang untuk mendapatkan tanda-tanda bahwa planet mengorbit dalam radius gravitasi terbaik pada bintang host dan pergeseran Doppler mendeteksi dalam frekuensi cahaya bintang tersebut serta melaporkan ke Science:

The questions of how planets form and how common Earth-like planets are can be addressed by measuring the distribution of exoplanet masses and orbital periods. We report the occurrence rate of close-in planets (with orbital periods less than 50 days), based on precise Doppler measurements of 166 Sun-like stars. We measured increasing planet occurrence with decreasing planet mass (M). Extrapolation of a power-law mass distribution fitted to our measurements, df/dlogM = 0.39 M–0.48, predicts that 23% of stars harbor a close-in Earth-mass planet (ranging from 0.5 to 2.0 Earth masses). Theoretical models of planet formation predict a deficit of planets in the domain from 5 to 30 Earth masses and with orbital periods less than 50 days. This region of parameter space is in fact well populated, implying that such models need substantial revision.


Howard dan koleganya menemukan exoplanet yang lebih kecil jauh lebih banyak daripada yang lebih besar. Namun planet terkecil yang terdeteksi sedikitnya tiga kali massa Bumi dan mengorbit cukup dekat dengan bintang host dengan rotasi "tahunan" hanya 50 hari atau kurang. Dari seluruh bintang seukuran Matahari terhitung sekitar 23% memiliki orbit planet yang seukuran Bumi (satu setengah sampai dua kali massa Bumi). Penerapan statistik dalam pencarian Kepler diprediksi akan menemukan 120-260 planet yang mengorbit dekat ke bintang-bintang mirip Matahari.

Hasil ini mendukung "kecenderungan umum bahwa planet berbatu memiliki ukuran lebih kecil, ini masuk akal," kata Alan Boss, astrofisikawan dari Carnegie Institution for Science di Washington.
  1. Andrew W. Howard, Geoffrey W. Marcy, John Asher Johnson, Debra A. Fischer, Jason T. Wright, Howard Isaacson, Jeff A. Valenti, Jay Anderson, Doug N.C. Lin, Shigeru Ida. The Occurrence and Mass Distribution of Close-in Super-Earths, Neptunes, and Jupiters, Science 29 October 2010: Vol.330. no.6004, pp.653-655, DOI:10.1126/science.1194854
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment