Langsung ke konten utama

Synthetic Peptide Dari Hemagglutinin Virus Untuk Vaksin Flu Universal

loading...
bisnis online
KeSimpulan.com - Merasa pengap dan sengsara? Anda terkena flu tahun ini? Yang Anda butuhkan adalah sebuah vaksin yang akan menghentikan flu sekali dan untuk semua.

Sebuah protein disebut-sebut sebagai flu's Achilles ketika ditemukan tahun lalu kini telah diuji sebagai vaksin dan berhasil, setidaknya sebagian terhadap setiap versi flu manusia. Setiap orang harus divaksinasi flu setiap tahun. Hal ini karena virus flu menggunakan protein untuk menipu sistem kekebalan tubuh, maka perubahan yang terjadi tidak dapat dikenali oleh sistem hingga tahap berikutnya. Maka vaksin harus berubah setiap tahun dalam peperangan ini.

Lebih buruk lagi, ada 16 varietas yang berbeda dari protein ini yang disebut Hemagglutinin (HA) dan kekebalan terhadap salah satu di anatranya tidak bekerja pada orang lain. Pandemi flu terjadi ketika satu swap untuk yang lain seperti dilakukan flu babi tahun lalu. Jika kita dapat mengidentifikasi protein virus flu yang tidak dapat diubah dengan mudah, maka kita bisa memperoleh kekebalan semua jenis flu.

Tahun lalu, dua tim peneliti melaporkan kandidat menjanjikan: Bagian dari HA yang berbentuk jamur, mesin virus yang penting tetapi tidak bermutasi jauh dari waktu ke waktu atau antar virus. Salah satu tim di Scripps Research Institute di La Jolla, California, bekerja sama dengan Peter Palese dan rekan-rekannya dari Mount Sinai Medical School di New York menguji protein ini sebagai vaksin.

Mereka melaporkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ada 54 asam amino terkait dengan protein yang menarik reaksi kekebalan, kandidat antibodi yang bertindak terhadap virus dari setiap keluarga flu yang menyerang orang. Ini mencakup tiga virus pandemi (H1, H2 dan H3), tiga yang lain dimana kadang-kadang melakukan serangan (H6, H9 dan H7), serta flu burung H5N1 tahun 2004. Meskipun dimodifikasi untuk membuatnya kurang mematikan.

Tikus yang disuntik dengan protein ini dua kali selama tiga minggu terpisah untuk memungkinkan mereka mengembangkan kekebalan. Dua minggu setelah penyuntikan kedua setiap tikus dipapar salah satu jenis virus flu seperti juga tikus yang tidak divaksin. Tim menemukan dosis virus yang menewaskan tikus tanpa vaksin tidak membunuh tikus yang divaksin (kecuali untuk virus H5N1) dan lebih dari setengah tikus yang divaksin selamat.

Tikus dengan vaksin masih sakit, tetapi selamat dan tidak separah tikus tanpa vaksin, dilihat dari penurunan berat badan (ukuran standar penyakit pada tikus). Tim peneliti mengatakan vaksin tidak melindungi tikus sepenuhnya, tetapi menjadi murah dan cepat untuk mencegah orang-orang sekarat serta cukup untuk mengatasi sebuah pandemi serius.

Namun, karena tidak mencegah penyakit sama sekali, orang masih akan membutuhkan re-vaksinasi terus-menerus untuk menghindari flu biasa yang musiman. Dua perusahaan pengembang vaksin yaitu BiondVax Pharmaceutical dari Israel dan Dynavax Technologies dari Amerika Serikat sekarang menguji vaksin mereka untuk mencegah flu musiman biasa.

Setelah pandemik flu sebelumnya, virus yang beredar sebelumnya telah lenyap digantikan oleh virus pandemi baru. Tetapi ini tidak terjadi setidaknya saat ini. Flu babi tampaknya telah berganti salah satu virus flu sebelumnya dari keluarga H1 sendiri dan mendominasi musim flu di Australia. Tetapi virus pra-pandemi paling mematikan dari H3N1 masih umum terjadi di China, Asia Tenggara dan Afrika.

Ini bukan pertanda baik untuk orang tua yang cenderung memiliki perlawanan terhadap flu babi tetapi rentan terhadap H3. Sementara itu laporan terkait dari AS menyebutkan flu burung H5N1 telah menyerang 39 orang pada tahun ini dan menewaskan 20 orang, terakhir WHO melaporkan 2 orang Indonesia pada bulan September lalu.
  1. Taia T. Wang, Gene S. Tan, Rong Hai, Natalie Pica, Lily Ngai, Damian C. Ekiert, Ian A. Wilson, Adolfo GarcĂ­a-Sastre, Thomas M. Moran, and Peter Palese. Vaccination with a synthetic peptide from the influenza virus hemagglutinin provides protection against distinct viral subtypes, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), October 18, 2010, DOI:10.1073/pnas.1013387107
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar