Langsung ke konten utama

Terapi Infertilitas Mengubah Rasio Jenis Kelamin Bayi Dilahirkan

loading...
bisnis online
KeSimpulan.com - Terapi fertilitas dapat mengubah keseimbangan gender. Penelitian menyoroti metode untuk mengatasi infertilitas terhadap jenis kelamin.

Penelitian baru menunjukkan beberapa metode assisted reproductive technology (ART) yang digunakan untuk mengatasi infertilitas menyebabkan lebih banyak melahirkan bayi laki-laki daripada bayi perempuan. Para peneliti di Australia mempelajari semua kelahiran hidup setelah perawatan kesuburan di klinik di Australia dan Selandia Baru antara tahun 2002 hingga 2006. Sebanyak 13.368 bayi dilahirkan dari 13.165 perempuan yang menjalani single embryo transfer (SET) dalam periode tersebut.

JH. Dean, MG. Chapman dan EA. Sullivan dari University of New South Wales meneliti efek prosedur ART yaitu 'standar' IVF dan ICSI (keduanya injeksi sperma intracytoplasmic, di mana sperma tidak motil dan harus disuntikkan langsung ke dalam telur), tahap perkembangan embrio pada saat transfer yaitu blastocyst (empat hari setelah pembuahan) atau pembelahan dua (tiga hari setelah pembuahan), dan jenis embrio digunakan (segar atau dicairkan). Para peneliti melaporkan 28 September di British Journal of Obstetrics and Gynaecology (BJOG)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara jenis ART yang digunakan dan perbandingan kelamin pada saat kelahiran (juga dikenal sebagai secondary sex ratio - SSR), didefinisikan sebagai proporsi laki-laki dalam semua bayi yang lahir hidup. Para peneliti mencatat bahwa pemilihan jenis kelamin yang disengaja secara resmi dilarang di Australia dan semua klinik kesuburan mematuhi panduan nasional.

Secara umum SSR alami bervariasi di seluruh dunia dan penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa SSR dari ART juga bervariasi. Para peneliti berspekulasi apakah dalam kasus ART ini merupakan hasil dari penyebab alami yang sama dalam konsep-konsep spontan (misalnya keadaan lingkungan atau biologis) ataukah akibat langsung dari ART.

Selama bertahun-tahun telah terjadi peningkatan besar dalam proporsi kelahiran dari penggunaan ART, sehingga menjadi penting untuk meneliti bahwa kecenderungan ini tidak menimbulkan kesenjangan yang serius antara bayi laki-laki terhadap bayi perempuan.

Dalam studi ini, RSK untuk bayi lahir dari single embryo transfer (SET) adalah 51,3%, yang sebanding dengan SSR untuk populasi umum Australia (51,5%). Namun, hasil juga menunjukkan bahwa rezim tertentu ART memang mempengaruhi SSR. Bayi laki-laki lebih sedikit lahir setelah ICSI SET (50%) dan lebih banyak setelah IVF SET (53%). Tahap di mana embrio tersebut telah dipindahkan berpengaruh bahkan lebih, 49,9% untuk SET tahap pembelahan dan 54,1% untuk SET blastocyst. SSR tertinggi terjadi pada kelompok transfer IVF SBT (laki-laki 56,1% ) dan terendah pada kelompok SET pembelahan ICSI (48,7%).

Jishan Dean, dari Reproductive and Perinatal Epidemiology Research Unit, School of Women’s and Children’s Health di University of New South Wales mengatakan, "Ini adalah studi berbasis populasi nasional pertama untuk menilai dampak dari prosedur ART dan praktek terapi terhadap rasio jenis kelamin manusia saat lahir. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa prosedur ART tertentu atau kursus terapi dapat mengubah probabilitas mendapatkan bayi laki-laki daripada rasio jenis kelamin alami saat lahir di Australia (sekitar 51,5% hingga 56,1% berbanding 48,7%), tergantung pada prosedur yang digunakan.

"Studi ini memberikan dorongan untuk penelitian lebih lanjut tentang penyebab atau korelasi yang menentukan kelangsungan hidup embrio yang berbeda jenis kelamin atau conceptus pada kehamilan. Di tingkat manajemen pasien individu diakui bahwa metode klinis akan memutuskan rencana ART mana yang paling tepat, apakah IVF atau ICSI. Hasil penelitian ini untuk itu tidak boleh digunakan sebagai alat de facto untuk pemilihan jenis kemlamin," kata Dean.

Philip Steer, dari BJOG mengatakan "Dalam populasi umum, rasio jenis kelamin sekunder (SSR) telah terbukti dapat bervariasi dari waktu ke waktu dan sesuai dengan faktor-faktor eksternal seperti dalam masa kesulitan, misalnya kelaparan atau perang. Ini adalah cara alami untuk menyeimbangkan jenis kelamin, menjamin kelangsungan hidup spesies manusia.

"Studi baru ini telah mengungkapkan beberapa temuan menarik tentang SSR setelah terapi kesuburan yang mungkin memiliki implikasi masa depan bagi kesehatan masyarakat. Kita tahu bagaimana India dan China, proporsi yang lebih tinggi bayi laki-laki lahir karena orang tua sengaja memilih jenis kelamin bayi mereka, dan hal ini menyebabkan masalah sosial yang signifikan dengan beberapa orang yang tidak dapat menemukan istri. Penting bahwa kami untuk menghindari ketidakseimbangan tersebut terjadi tanpa sengaja, hanya karena kita telah mengabaikan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi rasio SSR dalam peningkatan proporsi penduduk yang menggunakan ART," kata Steer.
  1. JH Dean, MG Chapman and EA Sullivan. The effect on human sex ratio at birth by assisted reproductive technology (ART) procedures – an assessment of babies born following single embryo transfers, Australia and New Zealand, 2002–2006. British Journal of Obstetrics and Gynaecology (BJOG), 2010, DOI:10.1111/j.1471-0528.2010.02731.x
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar