Awal Alam Semesta oleh ALICE Experiment di LHC Adalah Cairan Super Panas

Tinuku
News KeSimpulan.com - Awal alam semesta tercipta di LHC adalah superhot cair. Alam semesta awal adalah suatu kepadatan ekstrim dan cairan super panas.

Demikian kejutan temuan pertama dari ALICE experiment di Large Hadron Collider (LHC), dekat Jenewa, Swiss. Eksperimen untuk melihat saat-saat awal alam semesta dimulai pada tanggal 7 November lalu, peleburan bersama-sama nuclei atom di dalam terowongan melingkar LHC untuk memproduksi objek sangat padat dan bola api panas dari partikel subatomik pada suhu lebih dari 10 triliunoC.

Gagasan eksperimen ALICE adalah merekonstruksi kembali "soup of particles" primordial eksotis dikenal sebagai quark-gluon plasma yang muncul dalam mikrodetik setelah kelahiran alam semesta. Gluon dan quark pergi menjadi "semen" konstitutif neutron dan proton dalam inti atom. Banyak model telah menyarankan bahwa aliran partikel dari kembang api sub-atomik yang dihasilkan dalam tumbukan nuklir energi tinggi harus bersikap seperti gas dan bukan liquid.

"Observasi ini terus mengejutkan kami," kata David Evans dari University of Birmingham, Inggris, juga anggota tim ALICE.

Kejutan lebih lanjut adalah kepadatan partikel sub-atomik yang diciptakan selama peleburan. Salah satu pemikiran utama yang menunjukkan ada batas berapa banyak gluon berinteraksi bisa dimasukkan ke dalam volume tertentu. Saat ini titik jenuh tercapai saat tumbukan tidak ada puing partikel kotoran lebih baru, karena itu harus diproduksi. Tetapi yang mengejutkan para ilmuwan ALICE, ion mini big bang menghasilkan lebih banyak partikel sub-atomik daripada yang diprediksi.

"Ini berarti jika ada sebuah batas atas maka energi yang digunakan LHC belum tercapai," kata Evans. Hal ini sangat penting karena ALICE menggunakan energi tertinggi yang belum pernah dilakukan sebelumnya (energi 13 kali lebih tinggi yang digunakan dalam eksperimen serupa pada tahun 2005 di Relativistic Heavy Ion Collider (RHIC) di Brookhaven National Laboratory di Upton, New York).

Brookhaven experiments meghancurkan inti atom emas secara bersama-sama untuk menjawab pertanyaan yang sama seperti ALICE experiment. Mereka menghasilkan temuan yang membingungkan bahwa soup primordial yang terbentuk setelah tumbukan tampaknya mengalir seperti cairan yang hampir tidak ada viskositas.

Beberapa model telah menunjukkan jika menggunakan energi yang lebih tinggi, nilai viskositas (resistensi terhadap aliran fluida) akan menunjukkan eksistensi gas. "Pada waktu itu, hasil RHIC telah mengejutkan kami. Tetapi data kami tampaknya masih menunjukkan bahwa quark-gluon plasma mengalir seperti cairan superhot," kata Evans. Bagaimanapun terlalu dini untuk menarik penafsiran baru tentang struktur alam semesta awal.

"Mereka mengesankan. Tapi ini baru sebuah awal. Kami tahu akan sangat sulit untuk menemukan petunjuk bentuk gas plasma quark-gluon. Mungkin semuanya dimulai sebagai gas. Dan kemudian ekspansi dan pendinginan, menjadi cair," komentar John Ellis, teoritikus di CERN yang tidak terlibat dalam eksperimen.

"Kita harus melihat lebih ke dalam rincian tumbukan untuk memastikannya," kata David Evans yang sudah melihat agenda ke depan untuk tahap berikutnya di LHC pada tahun 2013, ketika memungkinkan tumbukan energi dengan kekuatan berlipat ganda.
  1. The ALICE Collaboration. Elliptic flow of charged particles in Pb-Pb collisions at 2.76 TeV. Submitted on 17 Nov 2010, arXiv:1011.3914v1 [nucl-ex]
  2. The ALICE Collaboration. Charged-particle multiplicity density at mid-rapidity in central Pb-Pb collisions at sqrt(sNN) = 2.76 TeV. Submitted on 17 Nov 2010, arXiv:1011.3916v2 [nucl-ex]
ALICE experiment (LHC) http://aliceinfo.cern.ch/Collaboration/index.html
David Evans http://www.np.ph.bham.ac.uk/staff/evansd/
Credit : Aurélien Muller (ALICE experiment)



Tinuku Store

No comments:

Post a Comment