Catatan Paleo Iklim Sedimen Core Danau Meteorit Elgygytgyn

Tinuku
News KeSimpulan.com - Danau Arktik menghasilkan catatan iklim. Sedimen core di dasar kawah meteorit di Siberia mengandung dokumentasi sama.

Bagian dari program senilai US$10 juta selama satu dekade dan bantuan dari para supir truk yang sedang membangun jalan di Kanada, para ilmuwan memiliki catatan iklim paling purba yang pernah terjadi di terestrial Arktik. Selain itu catatan (core lapisan sedimen dasar danau di Siberia timur laut) juga menjelaskan apa yang terjadi ketika sebuah meteorit besar memukul tempat tersebut 3,6 juta tahun yang lalu ketika daratan lebih hangat.

Bekas hantaman meteorit membentuk kawah kemudian diisi air menjadi Danau El'gygytgyn (diucapkan El-gih-git-gin). "Kami sangat senang memiliki catatan secara lengkap dari seluruh waktu," kata Julie Brigham-Grette, geolog dari University of Massachusetts di Amherst dan salah satu pimpinan proyek yang menjelaskan temuan di Denver pada 31 Oktober saat pertemuan tahunan Geological Society of America.

Analisis core danau mengungkapkan rincian tentang bagaimana lanskap Arktik hangat kemudian didinginkan selama beberapa juta tahun terakhir. Perbandingan data yang sama dari Samudra Arktik dan Antartika dapat menjelaskan bagaimana dua wilayah kutub (wilayah yang lebih sensitif terhadap perubahan iklim daripada daerah beriklim sedang atau tropis) bereaksi secara berbeda terhadap perubahan suhu.

Danau El'gygytgyn terletak 100 kilometer utara Lingkaran Kutub Utara (Arctic Circle) dan 360 kilometer dari kota berpenghuni terdekat yaitu Pevek, Rusia. Danau seluas 12 kilometer tersebut terlalu berangin dan kasar untuk dibor dari sebuah rig terapung pada musim panas, sehingga para peneliti memutuskan untuk mengebor pada saat musim dingin dari atas platform es dengan suhu -40 derajat Celsius.

Untuk mencapai lokasi, tim harus mengangkut perlengkapan dan rig pengeboran ke kamp di Pevek, kemudian menggunakan helikopter atau truk untuk menyusuri jalur terpendek sejauh 90 kilometer mendekati danau. Untuk menembus 90 kilometer terakhir, peralatan harus diangkut dengan buldoser melintasi salju. Setelah semua dilakukan, tim harus memadatkan es danau dengan mengebor lubang kecil dan memompa air ke atas untuk dibekukan lagi sehingga es semakin tebal 2 meter untuk dapat mendukung berat rig pengeboran.

Di kedalaman danau tidak semua membeku saat musim dingin, berarti perangkap mengangkat lapisan sedimen lumpur serbuk sari dan indikator lain dari lingkungan tersebut sebelum tertimbun material di atasnya. Sedangkan danau lain dengan kondisi setara memiliki tingkat kebekuan lebih solid, berarti sedimen tidak mengandung catatan indikator yang diteliti.

Catatan ini unik bersama dengan posisi danau berada di lintang tinggi membuat laporan ilmiah yang penting, kata Yarrow Axford, paleoklimatolog dari Northwestern University di Evanston, Illinois, yang tidak terlibat dalam proyek.

Brigham-Grette mengatakan pada saat meteorit berdiameter satu kilometer memukul, suhu di tempat tersebut mungkin 10 sampai 14 derajat Celcius lebih hangat dari hari ini. Christian Koeberl dari University of Vienna yang juga anggota tim mengatakan dampak berupa penguapan banyak batuan yang kaya silika menjadi campur aduk yang dikenal sebagai breccia dengan butir kuarsa dan partikel lainnya mencair karena panas oleh tumbukan.

Core tidak memiliki fosil kecil atau serbuk sari pada 15 meter tepat di atas lapisan yang menandai dampak meteorit, kata Brigham-Grette yang melaporkan dalam konferensi. Kemungkinan karena panas membakar semua fosil yang telah diawetkan. Pada sepuluh lapisan lain diisi puing-puing vulkanik (tersebar di seluruh core) yang diperkirakan letusan gunung berapi di semenanjung Kamchatka.

Brigham-Grette berharap dapat membandingkan dengan core lain dari periode waktu yang sama, seperti yang dibor di Danau Baikal (juga di Siberia tetapi berada pada lintang 54 derajat hingga 67 derajat utara) dan core yang diambil dari bawah laut Lomonosov Ridge di Samudra Arktik.
  1. Julie Brigham-Grette, First collaborative results from Lake El’gygytgyn crater: proxies of change since 3.6 Ma, NE Russian Arctic. In presentation, Geological Society of America, Denver Annual Meeting (31 October –3 November 2010). http://gsa.confex.com/gsa/2010AM/finalprogram/abstract_182572.htm
  2. Christian Koeberl, El’gygytgyn, an impact crater in siliceous volcanic rocks: preliminary results from the IGCP drilling project. In presentation, Geological Society of America, Denver Annual Meeting (31 October –3 November 2010). http://gsa.confex.com/gsa/2010AM/finalprogram/abstract_179293.htm
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment