Langsung ke konten utama

Genome Mungkin Sebagian Besar Adalah Sampah oleh Proses Evolusi

loading...
bisnis online
News KeSimpulan.com - Dalam ribuan gen, RNA tidak setia menyalin DNA. Genome mungkin sebagian besar adalah sampah dari proses evolusi.

Perbandingan antar spesies menunjukkan manusia adalah spesies yang paling banyak memiliki DNA dengan fungsi yang tidak diketahui. Para ilmuwan baru-baru ini menyelesaikan perbandingan genome yang tidak menghasilkan protein. Namun studi baru yang membandingkan blueprint genetika manusia dengan mamalia lainnya menyimpulkan sangat sedikit dari genome manusia yang memang benar-benar diperlukan.

Sekitar 7 persen genome manusia memiliki kemiripan DNA mamalia lain, kata Arend Sidow dari Stanford University. Karena mirip maka "kekal" sehingga DNA ini memeliki peran yang paling integral. Sidow menyimpulkan bagian-bagian penting dari genome hanya terdiri dari 225 juta dari 3 miliar kode kimiawi DNA yang ditemukan di buku petunjuk lengkap genetik manusia. Tetapi hanya sebagian kecil dari DNA kekal diterjemahkan untuk memproduksi protein.

Membandingkan genome manusia dengan mamalia lain, Sidow menunjukkan sekitar 85 persen dari DNA dilestarikan (dan sedikit lebih 6 persen dari total genome) ditemukan pada spacer antar gen atau sedikit yang memproduksi protein. Posisi ini menunjukkan wilayah DNA mungkin memainkan peran dalam mengatur bagaimana protein dibuat, kata Sidow pada 3 November saat pertemuan tahunan American Society of Human Genetics.

Studi Sidow berdasar pada dalil jika potongan tertentu dari DNA bertahan di sepanjang evolusi maka DNA tersebut penting. Hal-hal yang tidak bertahan dalam proses evolusi cenderung kurang diperlukan untuk fungsi dasar mahkluk hidup. "Saya pikir ketentuan ini akan tetap penting," kata Sidow, dimana semua DNA ekstra tidak akan menambahkan kompleksitas. Sebagai contoh Puffer fish memiliki genome hanya 380 juta salinan DNA, tetapi tetap merupakan organisme yang canggih.

Tapi beberapa peneliti mengatakan analisis Sidow mungkin kehilangan beberapa hal penting. Penelitian terbaru molekul RNA yang tidak mengkode protein menunjukkan bahwa molekul-molekul tersebut memiliki fungsi tertentu, tetapi tidak kekal dalam kode DNA mamalia lain, kata Ayub Dekker dari University of Massachusetts Medical School di Worcester. "Banyak hal yang penting tidak perlu dilindungi," kata Dekker.
  1. Arend Sidow, Using evolutionary constraint to identify potential regulatory variants in resequenced genomes. In presentation the American Society of Human Genetics meeting, Washington, D.C. November 3, 2010. http://www.ashg.org/2010meeting/
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar