Iklim Memprogram Rasio Jenis Kelamin Kadal Niveoscincus greeni

Tinuku
News KeSimpulan.com - Cuaca hangat memprogram jenis kelamin kadal. Penentuan jenis kelamin kadal salju didasarkan pada pilihan yaitu gen atau suhu.

Strategi yang dilakukan kadal tampaknya memilih pada cuaca kata Ido Pen dari University of Groningen di Belanda dan koleganya yang meneliti dua klan kadal salju Niveoscincus greeni yang tinggal di dataran rendah atau dataran tinggi pegunungan Tasmania, Australia. Tim menangkap kadal hamil dari masing-masing klan dan setengah dari setiap klan dibiarkan berbaring di bawah sinar matahari selama 10 jam per hari, sedangkan setengahnya lagi dibatasi sampai 4 jam.

Ketika mereka melahirkan, para ilmuwan menghitung jenis kelamin keturunannya. Tobil (anak kadal) yang lahir dari klan dataran rendah kelompok 10 jam paparan sinar Matahari memiliki proporsi jenis kelamin perempuan lebih besar dibandingkan dengan klan dataran rendah kelompok 4 jam paparan sinar Matahari. Sebaliknya, rasio jenis kelamin tobil klan dataran tinggi tetap sama untuk kedua kelompok. Tim peneliti melaporkan ke Nature:

Sex determination is a fundamental biological process, yet its mechanisms are remarkably diverse. In vertebrates, sex can be determined by inherited genetic factors or by the temperature experienced during embryonic development. However, the evolutionary causes of this diversity remain unknown. Here we show that live-bearing lizards at different climatic extremes of the species’ distribution differ in their sex-determining mechanisms, with temperature-dependent sex determination in lowlands and genotypic sex determination in highlands. A theoretical model parameterized with field data accurately predicts this divergence in sex-determining systems and the consequence thereof for variation in cohort sex ratios among years. Furthermore, we show that divergent natural selection on sex determination across altitudes is caused by climatic effects on lizard life history and variation in the magnitude of between-year temperature fluctuations. Our results establish an adaptive explanation for intra-specific divergence in sex-determining systems driven by phenotypic plasticity and ecological selection, thereby providing a unifying framework for integrating the developmental, ecological and evolutionary basis for variation in vertebrate sex determination.

Dengan demikian penentuan proporsi jenis kelamin kadal dataran rendah didorong oleh suhu, sedangkan kadal gunung menentukan jenis kelamin dari gen. Pen berpikir tekanan iklim berada di balik perbedaan sistem ini. Di dataran rendah kadal perempuan yang baru dilahirkan (masa awal kehidupan) dalam kondisi hangat sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh besar dan membangun reproduksi untuk keturunan nantinya, kondisi yang sangat menguntungkan bagi kadal untuk lebih sensitif jender.

Kadal yang lebih tinggi, bagaimanapun, suhu tahunan tidak menentu sehingga sewaktu lahir tidak dapat mempengaruhi tingkat reproduksi. Kadal ini pada akhirnya mengandalkan gen untuk menghasilkan rasio keseimbangan jenis kelamin.
  1. Ido Pen, Anna Harts (Theoretical Biology Group, University of Groningen, PO Box 14, 9750 AA Haren, the Netherlands); Barbara Feldmeyer (Theoretical Biology Group, University of Groningen, PO Box 14, 9750 AA Haren, the Netherlands; Biodiversity and Climate Research Centre (BiK-F), Siesmayerstrasse 70A, D-60325 Frankfurt and Main, Germany); Tobias Uller (Edward Grey Institute, Department of Zoology, University of Oxford, South Parks Road, Oxford OX1 3PS, UK); Geoffrey M. While, Erik Wapstra (School of Zoology, Private Bag 5, University of Tasmania, Hobart 7001, Tasmania, Australia). Climate-driven population divergence in sex-determining systems, Nature, 27 October 2010, DOI:10.1038/nature09512
  2. Ido Pen ~ http://www.rug.nl/biologie/onderzoek/onderzoekgroepen/theoreticalbiology/peoplePages/idoPage
  3. Niveoscincus greeni ~ http://www.parks.tas.gov.au/index.aspx?base=5340
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment