Komet Hartley 2 Menebar Gumpalan Es Kering Karbon Dioksida Beku

Tinuku
News KeSimpulan.com - Comet Hartley 2 yang tertangkap kamera minggu menghamburkan bola salju berukuran bola basket.

Kamera Deep Impact NASA melihat jajaran bola salju, beberapa diantaranya seukuran bola basket, melayang melintasi Comet Hartley 2 ketika tertangkap kamera dua minggu lalu. Fenomena ini belum pernah diamati sebelumnya. Deep Impact pertama kali membuat berita ketika sebuah impactor ke Comet Tempel 1 pada bulan Juli 2005. Setelah itu, NASA memutuskan untuk mengirimkan pesawat ruang angkasa ke komet kedua dalam misi yang sebut EPOXI.

Pada tanggal 4 November, probe menangkap Komet Hartley 2 pada jarak 700 kilometer. Gambar awal menunjukkan jet berdebu yang bisa ditelusuri sampai ke titik-titik permukaan komet, sesuatu yang belum pernah terlihat dari empat komet yang sebelumnya dikunjungi oleh pesawat ruang angkasa. Tim mengatakan bahwa jet tampaknya didukung oleh penguapan karbon dioksida beku atau dikenal sebagai dry ice.

Kini, tim misi merilis gambar flybay pertama yang diambil dengan kamera resolusi tinggi pesawat antariksa tersebut. Mereka menunjukkan gumpalan awan bola salju, mulai dari seukuran bola golf hingga bola basket di sekitar core padat komet atau nucleus. "Ketika kami melihat ini pertama kali, mulut kami hanya bisa ternganga," kata Peter Schultz, anggota misi dari Brown University di Providence, Rhode Island, dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis.

Ini pertama kalinya fenomena shedding bola salju telah diamati. Sasaran pertama Deep Impact yaitu Comet Tempel 1 ditemukan menumpahkan partikel es juga, tetapi berukuran mikroskopis. Bola salju dapat terlihat relatif bergerak dengan background cahaya bintang. Tim misi juga merekonstruksi panorama 3D awan bola salju dengan menggabungkan gambar dari sudut-sudut yang sedikit berbeda.

Pengukuran yang dilakukan dengan infrared spectrometer pada pesawat ruang angkasa menunjukkan benda tidak padat sebagai bongkahan es. Sebaliknya, mereka adalah gumpalan berpori dari butiran es mikroskopis. "Apa yang kita lihat adalah agregat halus dari potongan-potongan es yang sangat kecil," kata Jessica Sunshine, anggota tim dari University of Maryland di College Park.

Michael A'Hearn, kepala misi ilmuwan dari University of Maryland, menyebut objek dengan "huge snowflakes". Komet Hartley 2 juga tampak lebih kaya es kering daripada Tempel 1 dan komet lain yang sejauh ini telah diamati. Perbedaan komposisi kemungkinan disebabkan fakta bahwa komet terbentuk di tempat tata surya yang berbeda. Informasi semacam itu juga dapat untuk menjelaskan bagaimana planet terbentuk. "Kami benar-benar ingin memahami apa yang terlibat dalam tata surya awal ketika planet sedang terbentuk," kata A'Hearn.

Selama flyby, sembilan butir debu menghantam kamera yang menyebabkan perubahan kecil orientasi. Tim ini memperkirakan partikel masing-masing memiliki massa tidak lebih dari 0,2 miligram. "Tidak mungkin berukuran besar karena tidak meyebabkan kerusakan pesawat ruang angkasa," kata Tim Larson, manajer misi proyek NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.
  1. Peter Schultz http://www.planetary.brown.edu/html_pages/schultz.htm
  2. Jessica Sunshine http://www.astro.umd.edu/people/jess.html
  3. Michael A'Hearn http://www.astro.umd.edu/people/ma.html
  4. http://www.nasa.gov/images/content/500772main_pia13626.gif
  5. http://www.kesimpulan.com/2010/11/core-es-komet-hartley-2-tertangkap.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment