KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Senin, 01 November 2010

Laporan Traffic Penyelundupan Trenggiling Manis javanica di Kalimantan

News KeSimpulan.com - Ramuan tradisional memukul Mamalia langka. Sebuah laporan penyelundupan satwa liar di Kalimantan yang belum terungkap sebelumnya.

Sebuah laporan mengungkap skala perdagangan ilegal sisik trenggiling. Mereka menunjukkan antara bulan Mei 2007 dan Desember 2008, para penyelundup membeli sedikitnya 22.200 Sunda pangolins (Manis javanica Desmarest, 1822) yang terancam punah dan hampir satu ton kulit sisik mereka diekspor. Sedangkan polisi setempat hanya menyita 654 pangolin ilegal yang dikirim antara 2001 hingga 2008.

Sebuah laporan yang mencatat lalu lintas perdagangan dan penyelundupan satwa oleh Traffic yaitu kelompok pemantau perdagangan satwa liar dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), mengatakan bahwa ini "keprihatinan serius bagi kelangsungan spesies".

"Laporan dari beberapa penyelundup pangolin ini membuat kita kejang dan ini adalah puncak gunung es. Laporan ini sangat berharga yang menunjukkan kepada Anda tentang apa yang dilakukan lembaga penegak hukum di sana," kata Elizabeth John, juru bicara Traffic di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pangolin, mamalia bersisik jenis trenggiling yang digunakan untuk ramuan obat tradisional China menggunakan sisik mereka untuk meningkatkan sirkulasi dan mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan asma, menstruasi dan menyusui, serta arthritis. "Sisik hewan ini digiling menjadi bubuk atau sebagai liontin sebagai jimat," kata John. Daging hewan juga memiliki sifat obat.

Semua populasi dari delapan jenis pangolin semakin menurun. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) telah melarang ekspor empat spesies pangolin Asia sejak tahun 2000, dua China pangolin dan Sunda pangolin telah terdaftar sebagai terancam punah dalam Red List IUCN pada tahun 2008 sehingga semua perdagangan internasional di dalamnya atau bagian organ tubuh mereka adalah ilegal.

Namun Traffic melaporkan bahwa permintaan dari China telah membuat pangolin sebagai satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal paling umum di Asia, sedangkan pengiriman pangolin Afrika sampai sekarang luput dari tekanan yang baru-baru ini disita di China. Traffic mengatakan para pejabat di negara bagian Sabah Malaysia memiliki keterbatasan kemampuan ketika penyelundup telah memasuki laut.

Sementara itu, para pemburu mengatakan bahwa Traffic akan kesulitan untuk menghentikan perburuan karena menangkap binatang begitu mudah dan laku dijual sekitar US$160 per ekor. Para penyelundup menawarkan uang US$5.700 hingga US$3.400.000 per hari untuk setiap pangolin yang disita. Omset mereka tidak tercatat tetapi Traffic tetap mengkalkulasi "cukup tinggi".
  1. Traffic ~ http://www.traffic.org (Download PDF)
  2. International Union for Conservation of Nature (IUCN) ~ http://www.iucn.org
  3. CITES - http://www.cites.org
  4. Sunda pangolins ~ http://www.eol.org/pages/337659
  5. http://www.yinyanghouse.com/theory/herbalmedicine/chuan_shan_jia_tcm_herbal_database
  6. http://www.guardian.co.uk/environment/2007/may/26/china.conservation

Artikel Lainnya:

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Jurnal Sains