Mengapa Ilmuwan Prancis Tertarik Mengejar Karir di Amerika Serikat

Tinuku
News KeSimpulan.com - Anda punya potensi otak besar untuk disalurkan? Kejarlah karir di Amerika Serikat, demikian sebuah laporan dari Prancis yang semakin gerah.

Penyaluran otak para ilmuwan Prancis ke Amerika Serikat mungkin tidak banyak, tetapi Amerika memberi umpan kepada beberapa peneliti terbaik dari negara-negara lain yang mungkin tidak akan pernah kembali lagi, demikian kesimpulan sebuah penelitian yang dilakukan oleh the French think tank Institut Montaigne.

Laporan yang berjudul French Higher Education Expatriates in the United States, menetapkan 12 proposal untuk menarik para peneliti Prancis kembali ke titik api. Termasuk sensus sarjana Prancis di luar negeri dan peneliti asing yang pernah dilatih di Perancis dalam rangka membangun hubungan diaspora, kampanye komunikasi yang kuat pada tawaran karir dan insentif yang jelas bagi para peneliti untuk tetep bekerja di Prancis.

Hanya beberapa ribu peneliti Prancis yang bekerja di Amerika Serikat pada saat ini, namun jumlah tersebut telah meningkat pesat dan "mengkhawatirkan," kata Ioanna Kohler, Direktur kebijakan program di French-American Foundation di New York City dan penulis laporan tersebut. Antara 1985 hingga 2008, 2745 siswa Perancis mengejar doktor di Amerika dan 70% dari mereka menetap di sana. Peneliti secara total mewakili 27% dari ekspatriat Perancis di Amerika Serikat pada 1996-2006, dimana pada tahun 1971-1980 hanya 8%, dan sebuah studi pada tahun 2007 menunjukkan Amerika Serikat adalah rumah bagi 40% biolog dan ekonom Perancis.

Kohler mengatakan alasan untuk membeli tiket sekali jalan lebih banyak karena gaji yang lebih tinggi tersedia di Amerika Serikat, walaupun ini adalah pertimbangan utama seperti yang dikutip dari 83 wawancara dengan para ilmuwan Perancis yang sekarang atau pernah ada di Amerika Serikat. Keuntungan lainnya ke Amerika dikutip antara lain penelitian dan kondisi kerja lebih baik, sistem perekrutan adil, semangat kompetitif, serta lebih banyak waktu mencurahkan kemampuan untuk penelitian daripada untuk mengajar.

Pada sisi negatifnya, peneliti Prancis yang bekerja di Amerika Serikat berada di bawah tekanan yang lebih besar untuk menghasilkan atau menemukan sesuatu, harus menghabiskan lebih banyak waktu menggalang dana, membangun "Americano-centrism" dalam budaya ilmiah, dan bagi perempuan tentunya banyak kehilangan kehidupan keluarga.

Untuk menjaga agar para peneliti tidak meninggalkan Prancis secara permanen, laporan lebih lanjut merekomendasikan mendatangkan lebih banyak ilmuwan asing ke Prancis, meningkatkan kerjasama antar laboratorium, meningkatkan pertukaran aktivitas ilmiah dengan negara lain di seluruh dunia, dan usaha patungan antar lembaga penelitian atau universitas di Prancis dan Amerika Serikat.

Kohler mengatakan meskipun ekspatriat peneliti Prancis tertarik dengan reformasi yang dilakukan di Prancis, beberapa dari mereka memiliki sedikit kontak dengan rekan-rekannya di rumah. Saat ini yang mengejutkan seperti "mempertahankan kekhawatiran eksodus besar-besaran kaum elit dari Perancis" di Atlantik.

French think tank Institut Montaigne ~ http://www.institutmontaigne.org
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment