Meski Tidak Sempurna Ular Lampropeltis elapsoides Tetap Meniru Micrurus fulvius

Tinuku
News KeSimpulan.com - Berdandan memiliki banyak tujuan. Imitasi selain merupakan bentuk sanjungan yang tulus juga dapat menyelamatkan nyawa Anda.

Terutama jika Anda adalah meniru makhluk berbisa yang berbahaya sebagai upaya untuk menghindari agar tidak dimakan. Sekarang, scarlet kingsnakes, Lampropeltis elapsoides (atas), menunjukkan bahkan imitasi yang tidak sempurna tetap menghasilkan trik yang bagus. Reptil belang yang tidak berbahaya ini megembangkan pita merah, hitam, dan kuning seperti halnya ular karang yang berbisa, Micrurus fulvius (bawah), meskipun pola pita muncul dengan urutan yang berbeda.

Perilaku mimikri ini nampak seperti hasil kerja setengah jadi dalam proses seleksi alam, tetapi tidak juga demikian karena beruang, coyotes, dan elang serupa dengan kedua ular tersebut yaitu selama ukuran gelombang warna memiliki kesamaan. Para peneliti melaporkan dalam edisi Desember The American Naturalist:



Batesian mimicry is often imprecise. An underexplored explanation for imperfect mimicry is that predators might not be able to use all dimensions of prey phenotype to distinguish mimics from models and thus permit imperfect mimicry to persist. We conducted a field experiment to test whether or not predators can distinguish deadly coral snakes (Micrurus fulvius) from nonvenomous scarlet kingsnakes (Lampropeltis elapsoides). Although the two species closely resemble one another, the order of colored rings that encircle their bodies differs. Despite this imprecise mimicry, we found that L. elapsoides that match coral snakes in other respects are not under selection to match the ring order of their model. We suggest that L. elapsoides have evolved only those signals necessary to deceive predators. Generally, imperfect mimicry might suffice if it exploits limitations in predator cognitive abilities.

Kingsnake dengan lebar pita kuning dan pita tipis merah-hitam berusaha melakukan mimikri yang tidak meyakinkan, namun para peneliti menemukan mereka penuh dengan gigi dan taring. Kingsnakes tampaknya berusaha lebih keras untuk meniru ketika ada ular karang di sekitarnya, mungkin untuk mengelabui audiens yang lebih diskriminatif.
  1. David W. Kikuchi and David W. Pfennig (Department of Biology, University of North Carolina, Chapel Hill, North Carolina 27599). Predator Cognition Permits Imperfect Coral Snake Mimicry, The American Naturalist, Am Nat 2010 Vol.176 pp.830-834, DOI:10.1086/657041
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment