Molekul RNA Sangat Sering Salah Menyalin Kode Genetik

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tidak hanya petugas pajak dan badan zakat yang sengaja membuat kesalahan menulis kode angka, molekul RNA juga melakukannya.

Molekul RNA tidak selalu setia mereproduksi atas instruksi genetik yang terkandung dalam DNA, demikian hasil sebuah studi baru. Temuan ini tampaknya melanggar prinsip genetika yang begitu fundamental dimana para ilmuwan menyebutnya dogma sentral yaitu hurup pengkodean informasi DNA dan RNA yang dibuat dalam bentuk seperti DNA dimana RNA kemudian berfungsi sebagai template untuk membangun protein.

Namun studi RNA dalam sel darah putih pada 27 orang yang berbeda menunjukkan rata-rata setiap orang memiliki hampir 4.000 gen di mana salinan RNA mengandung salah eja tidak ditemukan dalam DNA. "Ini sulit dipercaya," kata Mingyao Li, genetikawan dari University of Pennsylvania Medical School di Philadelphia. Li mempresentasikan temuan 3 November di Washington, DC, pada pertemuan tahunan American Society of Human Genetics.

Para ilmuwan sudah tahu bahwa huruf RNA bisa dimodifikasi secara kimia atau diedit setara molekul yang ditambah dengan beberapa huruf. Tetapi peristiwa pengeditan RNA tidak umum. Apa yang ditemukan Li dan rekan-rekannya cukup banyak. Molekul RNA mengandung salah ejaan di 20.000 tempat yang berbeda dalam genome dengan sekitar 10.000 salah ejaan yang berbeda dan terjadi dalam dua atau lebih pada setiap responden.

Paling umum dari 12 tipe salah ejaan adalah A dalam DNA diubah menjadi G dalam RNA. Perubahan itu menyumbang sekitar sepertiga dari seluruh salah ejaan. Beberapa peneliti yang mengikuti presentasi Li bertanya-tanya apakah virus dalam pertumbuhan sel darah putih menjadi penyebabnya. Li dan rekan-rekannya juga bertanya-tanya hal yang sama.

Sebagai usaha untuk menyingkirkan virus, para peneliti menganalisis sel-sel kulit dari orang yang sama dan menemukan bahwa RNA salah eja awalnya ditemukan pada sel-sel darah putih yang juga ada di dalam sel-sel kulit. Dan salah eja sering terjadi, kesalahan ini terjadi secara acak. "Ketika DNA dan RNA berbeda satu sama lain terjadi di hampir setiap RNA," saat menyalin, kata Li.

Para peneliti masih belum tahu bagaimana RNA terjadi salah ejaan. Mereka bisa membuat substitusi sementara salinan RNA sedang dibuat atau perubahan bisa terjadi kemudian. Konsekuensi dari salah ejaan, misalnya, menyebabkan RNA diurai lebih cepat atau mengganggu kemampuan molekul dalam membuat protein.
  1. Mingyao Li, Global patterns of RNA editing in humans. In presentation the American Society of Human Genetics meeting, Washington, D.C. November 3, 2010. http://www.ashg.org/2010meeting/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment