Otak Neanderthal Absen Melaksanakan Tugas Pertumbuhan Saat Balita

Tinuku
News KeSimpulan.com - Meskipun otak berukuran sama dengan kita, Neanderthal adalah manusia bodoh, tidak mungkin mahir berbahasa dan bermasyarakat.

Otak mungkin tumbuh dengan cara yang berbeda. Neanderthal lebih mirip simpanse meskipun memiliki ukuran sama dengan otak manusia. Sebuah studi baru menunjukkan perbedaan dimana Neanderthal tidak melihat dunia dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan dan tidak mungkin mahir berbahasa atau membentuk jaringan sosial yang kompleks.

Jean-Jacques Hublin, Philipp Gunz, dan Simon Neubauer, paleoantropolog dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, melakukan CT scan 58 otak manusia dan 60 otak simpanse dengan variasi usia dari lahir sampai dewasa. Para peneliti menggunakan pencitraan tiga dimensi dan beberapa ratus landmark otak secara akurat meskipun memiliki variasi perbedaan dalam ukuran.

Laporan tim pada edisi bulan di Journal of Human Evolution, manusia (tetapi bukan simpanse) secara khusus memperluas parietal lobes dan cerebellums serta melebarkan temporal lobes pada tahun pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan karakteristik kubah bulat tengkorak.

Studi lain yang dilaporkan hari ini di Current Biology, para peneliti menggunakan metode pencitraan yang sama untuk mempelajari sembilan fosil Neanderthal termasuk bayi baru lahir, bayi berumur satu tahun, dan tiga balita. Karena sumsum otak tidak menjadi fosil, mereka mempelajari endocasts yaitu cetakan otak kiri dalam tengkorak.

Mereka menemukan pada saat lahir, baik bayi Neanderthal maupun bayi manusia modern memiliki otak memanjang yang mirip, meskipun wajah Neandertal sudah lebih besar. Tetapi pada umur 1 tahun atau lebih, manusia modern menumbuhkan otak globular, sedangkan bayi Neanderthal tidak. Seperti otak simpanse, Neanderthal tidak menunjukkan preferensial menggembung di area parietal dan cerebellar, meskipun otak tumbuh secara keseluruhan.

"Meskipun mereka memiliki ukuran otak yang sama dengan kita, Neanderthal absen melakukan suatu tugas yang biasa dilakukan manusia saat tahun pertama kehidupan," kata Hublin. Cedera atau perbedaan dalam pertumbuhan di area tersebut terkait dengan defisit dalam berbicara dan interaksi sosial, menunjukkan bahwa Neanderthal tidak mungkin berbahasa dengan baik, melakukan perdagangan, dan perilaku lain yang memungkinkan seperti manusia untuk membentuk masyarakat yang kompleks.

Emiliano Bruner, Paleoneurolog dari National Research Centre on Human Evolution di Burgos, Spanyol, memuji temuan tersebut. "Mereka akhirnya menunjukkan bahwa tahap ini tidak ada dalam Neanderthal," kata Bruner.

Tetapi Marcia Ponce de León, antropolog dari University of Zurich di Swiss, khawatir tentang sampel yang miskin, catatan analisis baru bergantung pada endocasts dari hanya satu tengkorak yang tidak lengkap dari bayi yang baru lahir dengan Neanderthal yang lebih tua.

Hublin dan Gunz mengakui permasalahan sampel, tetapi mereka juga menggunakan analisis pertumbuhan yang tidak bergantung pada fosil remaja. Ketika model perkembangan bayi manusia modern tanpa fase pertumbuhan globular, bayi akan tumbuh seperti seorang Neanderthal dewasa. Mereka juga baru saja mengkonfirmasi temuan dengan Neandertal lebih lengkap yang baru lahir.

Tim ini sekarang meneliti bagaimana pertumbuhan otak terkait dengan gen yang berbeda antara Neanderthal dan manusia modern, bekerja sama dengan para peneliti Max Planck yang telah melakukan sekuens genome Neanderthal. "Perbedaan yang sangat kecil menjadi sangat penting dalam perkembangan dengan berbagai konsekuensi serius," kata Gunz.
  1. Philipp Gunz, Simon Neubauer, Jean-Jacques Hublin (Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Leipzig, Deutscher Platz 6, D-04103 Leipzig, Germany); and Bruno Maureille (Université de Bordeaux, UMR5199 PACEA – Laboratoire d'Anthropologie des Populations du Passé, CNRS Université Bordeaux 1, MCC F-33405 Talence cedex, France). Brain development after birth differs between Neanderthals and modern humans, Current Biology, Volume 20, Issue 21, R921-R922, 9 November 2010, DOI:10.1016/j.cub.2010.10.018
  2. Simon Neubauer, Philipp Gunza, and Jean-Jacques Hublina (Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Deutscher Platz 6, D-04103 Leipzig, Germany). Endocranial shape changes during growth in chimpanzees and humans: A morphometric analysis of unique and shared aspects, Journal of Human Evolution, Volume 59, Issue 5, November 2010, Pages 555-566, DOI:10.1016/j.jhevol.2010.06.011
Credit: P. Gunz et al., Neanderthal and modern human brains grow differently. Current Biology, Volume 20, Issue 21, R921-R922, 9 November 2010, DOI:10.1016/j.cub.2010.10.018
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment